Hijrah di Tahun 2017

Nurul Widyastuti

Hari pertama di Tahun 2017 ini, entah mengapa Saya teringat teman saya saat kuliah S1. Saya tidak terlalu dekat dengannya. Tapi kisahnya akan selalu menginspirasi kami teman-temannya. Namanya Nurul Widyastuti. Beliau meninggal Tahun 2013, sehari setelah tanggal ulangtahun Saya. Beliau meninggal setelah melahirkan putra pertamanya. Dan sekarang alhamdulillah putra almh. Nurul menjadi anak yang sehat & cerdas.

Saya mengenal Almh. Nurul saat di Gamais (organisasi mahasiswa muslim di FKM UNDIP). Kami sama-sama menjadi pengurus Gamais selama 2 periode. Kami satu angkatan tapi beda kelas. Beliau kelas reguler dan Saya kelas ekstensi. Beliau sangat lembut, ramah, murah senyum dan tetap kekhasannya dalam bicara dengan logat bahasa jawa. Beliau sosok yang tidak pernah pelit memberikan ilmu dan catatan kuliahnya. Bersyukurlah teman-teman sekelasnya yang bisa mengenal dan dekat dengan almh. Nurul.

Setelah lulus S1, semua orang pasti ingin mengembangkan diri bekerja di Ibukota atau kota besar dan melamar pekerjaan di tempat kerja yang terkenal. Sebagai contoh saya saja. Habis lulus S1, langsung ambil S2 lalu kerja di UGM. Jauh dari orangtua di Tegal dan tinggal di Jogja untuk mengejar karir. Lalu, bagaimana dengan Almh. Nurul ??

Saya tidak tahu jelas kemana dia setelah lulus S1. Maklum karena kami memang tidak dekat. Tapi aku jadi tahu bagaimana perkembangan dia saat Saya melayat ke rumahnya. Aku mendengar cerita dari teman-temannya tentang Nurul. Dan itu yang membuatku sangat malu dan iri. Almh. Nurul benar-benar anak yang tidak akan bisa ditemui di masa sekarang. Bahkan Saya pun tidak bisa seperti apa yang Nurul lakukan.

Ternyata setelah kuliah S1, beliau kembali ke daerahnya di Majenang. Beliau memutuskan untuk tinggal bersama kedua orangtuanya. Bekerja di Majenang dan menikah tinggal di Majenang. Hanya satu alasan beliau tinggal di Majenang yaitu ingin merawat dan menjaga kedua orangtua.

Inilah bakti seorang anak. Jujur, saya iri dengan almh. Nurul… Iri karena beliau memiliki sifat yang sopan & patuh pada orangtuanya, hati yang tulus & ikhlas untuk kedua orangtuanya, sayang yang benar-benar dibuktikan dengan tindakan melalui pengabdian seorang anak menjaga orangtuanya.

Apa seorang anak dengan tinggal jauh dari orangtua karena dapat pekerjaan bagus berarti dia telah menjadi anak yang berbakti pada orangtua & orangtua menjadi bangga ???

Judul tulisan ini sengaja Saya tuliskan Hijrah. Karena saya ingin bisa hijrah dengan belajar seperti almh. Nurul… Saya yang keras kepala & selalu membantah apa kata orangtua, ingin bisa seperti Almh. Nurul… Saya ingin bisa patuh dengan apa yang pak Salim & bu Hartinah minta…

Terimakasih Nurul… Semoga Allah SWT melapangkan kuburmu, di tempatkan di tempat terbaikNya.. Aamiin.

loading...
Share

1 Comment

  1. Haloo mba, saya leonie. Temen sma nurul dlu.
    Saya baca tulisan mba sambil mbrebes mili mba, betapa saya kangen sama sahabat saya itu.
    Setelah lulus SMA saya lost contact sama dia, saya terlalu sibuk dengan kegiatan saya sampe ga pernah meluangkan waktu untuk sekedar bersua.
    Terima kasih telah menuliskan sedikit kenangan untuk beliau, semoga beliau tenang disisiNya. Amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*