Malaikat Penjaga Kota Madinah

Madinah
Madinah

Semalam, 4 Juli (hari ke 30 puasa) media sosial rame dengan kejadian bom bunuh diri di sekitar kawasan Masjid Nabawi. Umat Muslim pun rame-rame menshare berita dan apapun terkait kejadian tersebut. Ada yang naik pitam dan tak sedikit yang mengkaitkan dengan teroris. Kenapa umat Muslim suka sekali terprovokasi. Kenapa umat Muslim serasa tak mengenal Allah SWT. Kejadian di sekitar Masjid Nabawi mengingatkan saya akan taujiah ust. Syam di berbuka bersama islam itu indah pada tanggal 2 Juli 2016 dan inilah yang membuat saya tenang.

Allah ingatkan dalam al qur’an surat Al Baqarah ayat 110 “dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat”. Sebelumnya di ayat 109 menceritakan bahwa orang kafir akan menghancurkan Islam, orang kafir akan berusaha membuat orang Islam kembali murtad, orang kafir akan berusaha membuat orang Islam menjadi orang yang miskin sehingga mereka keluar dari Islam. Dan apa kata Allah “tidak usah kalian fikirkan rencana orang kafir, tidak usah kalian memikirkan sesuatu yang besar. Cukup kalian fikirkan diri kalian sendiri. dengan cara apa? Dirikan shalat dan tunaikan zakat. Biarkan Allah yang menghancurkan orang kafir. Yang perlu kalian fikirkan adalah shalat. dan bersihkan jiwa kalian dengan zakat. Dan apa saja yang kalian investasikan di dunia, akan kalian dapatkan nanti di akhirat. Sesungguhnya Allah Maha Melihat lagi Maha Mengetahui”.

Penjelasan ust. Syam di acara itu pun sudah atas seizin Allah SWT. Allah SWT ingin memberitahu umat Muslim di dunia untuk tenang dan jangan khawatir. Rasulullah SAW bersabda “Madinah tidak akan dimasuki rasa takut terhadap Dajjal, pada saat itu kota Madinah memiliki pintu, masing-masingnya dijaga oleh dua malaikat”. Rasulullah SAW pun bersabda “Sesungguhnya Dajjal akan mencapai semua tempat, kecuali empat masjid yaitu Masjidil Haram, Masjidil Madinah, Masjidil Thursinah, dan Masjidil Aqsa”.

Dajjal tidak bisa memasuki tempat-tempat di atas karena di setiap celah sudah dijaga para malaikat, lalu dia dan para pengikutnya berkemah di persimpangan sebuah tanah kosong yang belum pernah diolah. Entah dengan cara bagaimana dia goncangkan kota Madinah, sehingga orang-orang munafik tidak tahan lalu keluar untuk mengikutinya. Maka bersihlah kota Madinah dari kemunafikkan, tinggallah orang-orang yang beriman saja.

Semoga dengan penjelasan diatas bisa membuat umat Muslim tenang dan tidak perlu khawatir. Allah SWT berhak berlaku apa saja di bumiNya. yang pasti apapun yang Allah SWT berikan di muka bumi, itu sudah atas seizinNya dan yang terbaik untuk hambaNya.

Sumber:

Buku “Proses Berakhirnya Dunia; Membongkar Konspirasi Yahudi” karya Fauzan Al-Anshari

Berbuka bersama Islam itu Indah, 2 Juli 2016, Trans tv

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*