Taat itu Nikmat

Taat itu Nikmat
Taat itu Nikmat

Alloh menyembunyikan tiga hal dalam tiga hal. Pertama, Alloh menyembunyikan ridhoNya dalam ketaatannya. Maka jangan anggap remeh sebuah ketaatan seseorang. Gadis jalang memberikan minum kepada anjing bisa masuk Surga karena Alloh ridho. Dalam kehidupan, misalnya ah baru dhuha. Kecil. Ah baru kasih sedekah seribu rupiah, saya nih satu triliyun sedekahnya. Mungkin yang sedekah seribu lebih ikhlas daripada satu triliyun. Kedua, Alloh menyembunyikan murkaNya pada kemaksiatan seseorang. Maka jangan anggap remeh kemaksiatan. Seorang nenek anggap remeh tidak memberi makan ke kucing, dan Alloh tidak ridho. Karena itu Alloh murka maka nenek itu masuk Neraka. Nabi bersabda satu hari akhirat sama dengan seribu tahun dunia. Ketiga, Alloh menyembunyikan cintaNya pada seseorang hambaNya. Jangan anggap remeh seorang hamba, mungkin hamba itu wali Alloh. Maka hiduplah secara tawadhu. Jangan pernah takabur. Jangan pandang remeh sebuah ibadah.

Di Kairo, dibawah fly over ada orangtua renta sudah bungkuk sedang menyapu jalanan jam 2 malam. Saat musim dingin. Kalau musim dingin di Kairo bisa sampai 5 derajat. Kang rashied turun dan memberi 100 pound atau 300 ribu rupiah waktu itu. “izin kakek, saya ada sedikit uang lebih untuk makan pagi hari”. Lalu bagaimana reaksi kakek tersebut? Beliau menepis uang itu dan menjawab “nak, kamu masih membutuhkan. Ambil buat kamu. Saya sudah cukup dengan 1 pound saja”. Seorang tua renta di tengah malam jam 2 malam di jalanan menolak uang 300 ribu. Kang rashied menganggap beliau adalah wali Alloh. Inilah akhlak bahwa jangan pernah anggap remeh semua orang. Kita tidak tahu amalan apa yang Alloh terima.

Seorang wanita jalang, dia tergopoh-gopoh kehausan di padang pasir. Pada saat kehausan yang dia butuhkan hanya air. Tidak perlu uang apalagi jabatan. Dia seharian penuh sampai kering kerontang badannya, sampai tergelepar kepanasan. Di tengah padang pasir yang terik itu, dia menemukan sumur. Dia berharap di dalam sumur itu ada air. Ketika dilihat dari atas tidak kelihatan ada air atau tidak. Dia berusaha terus kebawah. Sekitar 110 meter kebawah, dia menemukan air sedikit. Dia ambil sepatunya untuk mengambil air itu. Dan dia puaskan dahaganya. Akhirnya terpenuhilah dahaganya. Sudah kenyang minum, dia keatas. Kemudia melanjutkan perjalanannya. Setelah beberapa meter berjalan, dia melihat anjing. Anjing yang sedan menjulurkan lidahnya sampai ke pasir. Anjing itu kelihatan kehausan sekali. Sama seperti yang wanita itu rasakan. Ketika wanita itu melihat anjing, keluarlah rasa iba. Kemudian dia ingin membawa anjing itu ke tempat sumur tadi. Tapi anjing sudah terkapar di padang pasir. Akhirnya wanita itu kembali lagi ke sumur dengan payah dia ambil itu air untuk meminumkan ke anjing yang kehausan itu. Dalam hadist itu diceritakan bahwa wanita itu tidak lama meninggal. Dan apa akhir hayat wanita jalang itu? Dengan Rahmat dan ampunan Alloh, Alloh ridho wanita jalang itu masuk surga. Kalau boleh kita hitung, berapa lama wanita jalang itu berbuat baik kepada anjing? Karena Alloh ridho, dia berhak mendapatkan SurgaNya Alloh. Taat adalah nikmat. Taat sejenak tapi ikhlas, berbalaskan Surga.

Ada perempuan tua, dia mengasuh kucing. Kucing itu disimpan di kamarnya. Dan tidak dikasih makan sampai kucing itu mati. Dan nenek itu diceritakan dalam sebuah hadist, dia masuk Neraka. Akibat perbuatan aniaya kepada makhluk Alloh. Alloh menghargai makhluk Alloh yaitu kucing. Kalau kucing di dzolimi, Alloh tidak ridho. Alloh murka ke nenek itu. Di akhir hayatnya, nenek itu masuk Neraka. Maksiat adalah malapetaka. Taat adalah nikmat. Dari kisah ini, pesan Zaenal Abidin bin Husein bin Ali RA, beliau menyampaikan pesan kepada kita yaitu jangan pernah meremehkan ketaatan. Dan jangan pernah meremehkan kemaksiatan.

Habib Jafar bin Muhammad Al Kahf, beliau sudah dua tahun di laut benangan di jepara. Ada sebuah hotel namanya Palem beach di Jepara. Dia sudah tinggal di suatu kamar hotel itu selama dua tahun. Sebelumnya beliau di Jakarta, mengawal Indonesia. Orang ini kalau melihat sosoknya tidak diperhitungkan dunia. Tapi dibalik beliau ada doa-doa hebat. Salah satu Alloh memberikan karunia kepada beliau adalah Alloh menyembunyikan cintaNya kepada jiwanya. Sekarang masih di depan pantai hidupnya. Dia senang melihat pantai. Bahkan pantai itu jadi obat.

Alm. Gusdur ketika turun menjadi Presiden dari Istana menggunakan celana pendek. MH Ainun Najib datang di sampingnya mengucapkan selamat kepada Gusdur karena sudah turun. Gusdur hanya tersenyum. Dulu saat Gusdur datang ke Istana menggunakan dasi dan jas namun koq pulang menggunakan celana pendek? Jawaban Gusdur kepada Caknun “Dunia ini kan main-main. Bahwa kehidupan dunia, kepemimpinan negeri ini adalah permainan. Kalau permainan terus dimainkan maka kita akan lalai”. Gusdur itu kepemimpinan tidak merasa dimiliki oleh beliau tapi titipan. Ketika turun dari Istana, dia tidak disimpan dibatinnya namun disimpan di tangannya. Kalau kekuasaan diambil lagi oleh rakyat, silahkan. Maka saat beliau turun, harum namanya.

Hilangkanlah penyakit TENGIL (takabur, egois, norak, galak, iri, licik). Cara menghilangkannya dengan dzikir kepada Alloh. Kesombongan seseorang dalam ketaatan, murkaNya Alloh. Kita tidak tahu ibadah mana yang Alloh terima. Maka jangan anggap remeh ketaatan seseorang.

Rasulullah berpesan kepada kita bahkan Alloh berfirman “Ya Muhammad, AKU mengutus engkau hanya sebagai rahmat untuk dunia”. Maka tampilkanlah akhlak. Hampir semua syariat agama harus ujungnya akhlak. Kalau beribadah ujung bukan akhlak, harus diubah itu perilaku ibadahnya. Contoh shalat. Mau shalat sunnah atau wajib harus berefek akhlak. Shalat itu harus mencegah para pelakunya tidak berbuat mungkar dan bermaksiat. Maka bila shalat tetap maksiat, berarti shalatnya belum berefek. Kalau sudah shalat namun menghinakan orang berarti shalatnya belum berefek. Sehebat apapun shalat dia, sebanyak apapun tahajud dia tapi bila masih meremehkan orang berarti shalatnya belum berefek. Karena barometer ibadah harus kepada akhlak. Kedua, puasa. Puasa harus berujung akhlak. Ketiga, zakat. Zakat itu harus ujungnya batinnya bersih. TENGILnya hilang. Keempat, haji. Haji harus berefek akhlak. Seorang Haji mabrur, pertama dia nikmat dan kedua amanah. Dia sudah diperlihatkan oleh Alloh “Tuh tamuku datang dari Indonesia ke Saudi Arab untuk menjadi tamuNya Alloh”. Semoga pulang menjadi Haji mabrur dan menjadi tauladan. Haji harus berefek akhlak. Seorang Haji jangan berbicara fasik, jangan debat yang efeknya memunculkan pertengkaran.

Wahai anak muda Indonesia, harumkan mulutmu dengan bershalawat kepada Rasulullah SAW. Masyarakat lebih menerima orang benar walaupun sedikit pintar. Dibanding menerima orang pintar tapi tidak benar. Kenapa? Kita tidak cukup cerdas saja tapi kita perlu benar. Orang cerdas belum tentu benar. Tapi kalau orang benar sudah pasti cerdas. Negeri ini perlu orang benar dan cerdas. Supaya kita menang menjadi muslim terhebat di dunia seperti kata Jenderal Soedirman “kalau engkau mau menang, engkau harus kuat. Kalau engkau mau kuat, engkau harus bersatu. Kalau engkau mau bersatu, hidupkan silaturahim. Kalau engkau mau hidup silaturahim, munculkan jiwa berkorban. Karena tanpa jiwa berkorban, engkau tidak akan muncul jiwa silaturahim. Dan tanpa sikap silaturahim, engkau tidak akan bersatu. Dan tanpa bersatu, engkau tidak akan kuat. Dan kalau engkau tidak kuat, maka tidak akan menang”.

Akhlak penting maka perlu dibedakan pada lima pesan diatas. Ilmu melahirkan kecerdasan. Iman melahirkan kebenaran. Ilmu dan iman seperti dua bilah uang logam. Yang satu, iman dan yang satu, ilmu. Ilmu menyelamatkan dari malapetaka duniawi. Bagi orang yang tidak punya ilmu itu petaka namun bagi orang yang punya ilmu adalah menyelamatkan kita dari malapetaka dunia. Iman menyelamatkan kita dari malapetaka ukhrawi. Ilmu itu hiasan lahir tapi kalau iman hiasan batin. Ilmu itu menyesuaikan kita dengan lingkungan kita. Sedangkan iman menyesuaikan kita dengan jati diri kita. Ilmu itu mempercepat ke tempat tujuan. Contoh ingin pergi Umroh atau Haji bila dengan ilmu mudah yaitu 8 jam dari Jakarta ke Jeddah. Pesawat itu ilmu. Bila pakai unta maka dari Jakarta ke Jeddah, lama. Berarti ilmu itu mempercepat ke tempat tujuan. Tapi kalau iman, mengarahkan tujuan. Maka dahsyat iman itu. Misal punya mobil tapi bingung mau kemana. Tapi kalau punya iman, aku bawa mobil ini ke Alloh. Ilmu bagaikan air bah. Kalau iman bagaikan air samudera. Kadang seorang ilmuwan mengeruhkan jiwanya. Saking cerdasnya, dia tertipu lalu korupsi. Ilmunya mengeruhkan jiwanya. Dia bagaikan air bah. Air bah itu keruh. Besar tapi mengeruhkan. Ilmuwan kalau tidak dikawal dengan iman maka bisa mengeruhkan jiwanya. Tapi kalau iman, bagaikan air samudera. Air Samudera itu biru, luas, menenangkan. Apapun yang jatuh ke Samudera tetap tenang atasnya. Mau kapal yang tenggelam, pesawat yang tengelam tapi dipermukaan tenang. Seorang yang beriman, mau dia terkena musibah tapi tenang saja hidupnya. Tidak gundah dan gelisah seperti air samudera. Karena iman menenangkan pemiliknya. Tapi ilmu kadang-kadang mengeruhkan pemiliknya. Itulah perbedaan ilmu dan iman.

Hiduplah yang tulus dalam beribadah. Kalau hidup yang tulus maka efeknya ibadahnya bagus. Kalau ibadahnya bagus maka hidupnya lurus. Kalau hidupnya lurus maka usahanya serius. Kalau usahanya serius akan diimbangi dengan taubat terus menerus. Kalau seperti itu, Alloh urus.

Sumber: Kang Rashied. Taat itu nikmat.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*