Hakekat Shalat Ashar

Puasa diawali dengan kita sahur dan diakhiri dengan buka puasa. Antara imsak dan buka itu adalah waktu. Dalam konteks ini, Al Qur’an sangat memperhatikan waktu. Bahkan Alloh bertanya “Apakah engkau tidak menjadikan malam untuk kamu beristirahat dan siang untuk kamu bekerja”. Al Qur’an begitu menekankan tentang pentingnya waktu. Para pakar mengartikan tentang waktu, waktu adalah batas masa dimana di dalamnya digunakan untuk bekerja, beribadah, berbangsa dan bernegara. Al Qur’an bersumpah dengan nama waktu. Alloh mengatakan begitu pentingnya sebuah waktu. Waktu dalam konteks surat Al Ashr “Al Qur’an bersumpah untuk waktu Ashar. Demi waktu Ashar”.

Waktu dimana waktu terbenam dinamakan Ashar. Juga usia kita ketika menjelang tua, sering orang tua kita mengatakan waktu kita sudah ashar. Dalam konteks ini, bahasa tadi adalah isyarat yang menekankan bahwa waktu perlu diperhatikan. Sehingga Al Qur’an begitu mewanti-wanti kita bahwa seandainya jika waktu itu tidak dipergunakan sebaik mungkin maka orang itu sangat merugi. Tetapi Al Qur’an memberikan jalan dengan empat jalan bagaimana supaya kita tidak termasuk dalam orang yang merugi. Satu, kita harus tahu kebenaran. Jika kita sudah tahu kebenaran tentu kita akan memperjuangkan kebenaran itu. Kedua, ketika kita sudah tahu kebenaran maka laksanakan kebenaran itu dikehidupan kita. Ketiga, sabar dalam menjalankan kebenaran itu. Empat, ajarkan kebenaran itu kepada saudara-saudara kita. Kebenaran tidak hanya kita yang tahu untuk melakukan tetapi juga harus diajarkan kepada saudara kita supaya kita benar-benar menekankan begitu penting tentang waktu. Oleh sebab itu, waktu adalah modal bagi seorang manusia bilamana modal itu di sia-siakan tentu kita akan menjadi orang yang merugi. Oleh karena itu, mohonkan kepada Alloh, berilah kami kemampuan untuk menjalankan waktu

Sumber : Kultum bersama Kang Rashied “Hakekat Waktu Ashar” Episode 20. Official RCTI

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*