Puasa, Zakat, Haji Nilainya Nol. Sholat Nilainya Satu

Rukun islam ada lima, yang tiga adalah puasa, zakat, haji. Alloh titipkan melalui malaikat Jibril “Yaa Jibril sampaikan kepada Muhammad kewajiban puasa, zakat dan haji”. Namun hanya satu yang tidak melalui perantara malaikat Jibril. Apakah itu? Sholat. “Aku tidak mau menitipkan sholat kepadamu, Yaa Jibril. Tapi suruh Muhammad yang mengambil kepadaKu”. Berarti ada apa itu. Ternyata puasa, zakat, haji bernilai nol di mata Alloh SWT. Kita puasa, nol nilainya. Kita zakat, nol nilainya. Kita haji, nol nilainya. Kita sedekah, nol nilainya. Lalu bagaimana supaya nol itu bermakna? Kasih angka. Jadi angka itu adalah sholat.

Bila sholat tepat waktu di masjid berarti kita punya angka satu di depan nol. Kalau kita punya nol empat berarti sepuluh ribu. Kalau tidak ada angka, nothing. tapi kalau ada angka, everything. Sebaik apapun muamalahnya berbangsa dan bernegara tapi bila tidak ada sholatnya maka nothing. itulah dahsyatnya sholat.

Mari kita lihat Saudi Arabia. Mekkah dan Madinah itu alamnya minus (panas, gersang, air mahal, pertamax murah). Walau alamnya minus tapi surplus pendapatannya. Lalu darimana pendapatannya? dari Sholat. Pendapatan terbesar dari SaudiĀ  Arabia terutama mekkah adalah dari umroh dan haji. Seandainya Kabah dipindahkan ke daerah kita, yang kaya maka daerah kita. Hehe. Namun tidak perlu membawa Kabah ke daerah kita. Seandainya kita menjaga sholat tepat waktu di Masjid maka siap-siap sejahtera Negeri ini.

Karena itulah yang membedakan muslim dan non muslim adalah Sholat. Dan yang membedakan muslim satu dengan muslim lainnya adalah Sholat tepat waktu di Masjid.

Dalam sholat ada sembilan gerakan. Berdiri artinya membesarkan Alloh. Takbir, cara membesarkan Alloh. Rukuk, mengagungkan Alloh. I’tidal untuk menghormati Alloh. Sujud, meninggikan Alloh. Duduk diantara dua sujud, adab berdoa. Tahiyat awal, penghormatan kepada Alloh. Tahiyat akhir , bentuk energi terbesar. Salam, silaturahim.

Bila engkau anggap sholat hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

Bila engkau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau rak akan menikmati hadirnya Alloh saat kau mengerjakannya.

Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu

Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Alloh SWT

Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Alloh SWT

Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi

Bayangkan ketika kau “takbir”, Alloh melihatmu, Alloh tersenyum untukmu dan Alloh bangga terhadapmu.

Bayangkan ketika “rukuk”, Alloh menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhanNya

Bayangkan ketika “sujud”, Alloh mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu “Aku mencintaimu hambaKu

Bayangkan ketika kau “duduk diantara dua sujud”, Alloh berdiri gagah di depanmu lalu mengatakan “Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu”

Bayangkan ketika kau memberi “salam”, Alloh menjawabnya lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.

Sumber : Kang Rashied. Damai Indonesiaku TV ONE 16 Mei 2015.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*