Nikah Jangan Terlalu Kaku

Nikah Jangan Terlalu Kaku

Ada seorang suami yang berkeluh kesah karena hubungan dengan istrinya makin memanas dan minta dicoaching. Akhirnya saat waktu yang disepakati mereka berdua  (suami istri) datang ke kantor. Yang lucu, awal masuk aja terlihat dua raut wajah pasangan yang tegang dan seperti stres. Awalnya coach mengajak ngobrol ringan dulu, beberapa menit kemudian istrinya coba diterapi oleh istri sang coach, sedangkan coach mencoba diskusi dengan suaminya.

Ternyata ditarik kesimpulan suami istri ini kaku. Suami bilang istrinya kurang amanah, urusan rumah tangga masih merepotkan suami, urusan menidurkan anak saja masih minta bantuan suami. Istrinya bilang, suaminya terlalu dingin. Kurang sentuhan dan terlalu serius.

Alhamdulillah, sepulang dari terapi mereka bilang udah lebih bahagia. Istrinya udah bisa tersenyum.

Tau apa yang coach dan istri sarankan ke sepasang suami istri ini? Jangan terlalu kaku dan SOP. Ini keluarga, bukan birokrasi atau perusahaan. Harus ada cinta kasih disana, harus ada empati dan saling mengerti. Suami harus lebih peka, istri harus lebih logis.

Yuk..bertekad untuk jadi pasangan yang :

Bukan saling menuntut, tapi saling menuntun
Bukan saling menyaingi, tapi saling menyayangi
Bukan saling menzalimi, tapi saling mencintai
Bukan saling menyalahkan, tapi saling memaafkan.
Bukan saling mencaci, tapi saling memahami

Sepakat..?

Sumber : Setia Furqon Kholid

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*