Tes Kecerdasan & Personality by STIFIn

Dear Laskar Mutu,

Hari ini saya ingin berbagi pengalaman tentang cara menemukan jati diri. Cocok untuk anak muda yang galau dengan pertanyaan bener ga sih bakat saya disini atau dimana bakat saya (untuk yang baru lulus SMA atau lulus kuliah). Tidak hanya itu, cara ini cocok juga untuk mencari jodoh dan bisa dilakukan untuk perusahaan dalam menentukan dimana karyawan akan di tempatkan. Saya bisa mengatakan demikian karena saya pernah merasakannya. kata-kata yang mengakar di pikiran saya, untuk bisa merasakan harus mengalaminya terlebih dulu.

Di Awal tahun 2014, Saya bertanya pada diri sendiri, apa bakat saya sebenarnya dan kemana saya harus fokuskan diri saya. Berbekal kegalauan itulah, Saya berusaha mencari tahu dan searching cara untuk menemukan jawaban itu. Mungkin sudah rencana Alloh. Saya menemukan STIFIn di twitter. Saya baca-baca twit nya. Dan saya tertarik dengan cara STIFIn menemukan jati diri seseorang. Saya pun ikut workshop yang diadakan STIFIn.

tes mesin kecerdasan

Saya pun ke Jakarta sendiri. Pergi ke workshop gak bawa teman. Untung saya tipe orang yang mau pergi sendiri atau rame-rame ga masalah buat saya. Hari jum’at malam naik kereta dari jogja. Sampai jakarta Sabtu jam 5 pagi lalu ke acara jam 8. Istirahat di masjid gambir tentunya. Haha

Hanya ada dua kata setelah ikut acara itu, PUAS BANGET. Ga sia-sia PP jogja-jakarta demi ikut workshop STIFIn. Dapat teman baru & jadi tahu apa mesin kecerdasan saya.

mesin-kecerdasan-stifinUntuk mengetahui kecerdasan seseorang, STIFIn menggunakan tes sidik jari dan golongan darah. Pesertanya banyak banget dan dari berbagai kalangan (remaja, dewasa, orangtua). Workshop dimulai dengan memperkenalkan macam mesin kecerdasan menurut STIFIn yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting. Selain itu, mesin kecerdasan di kemudikan juga dengan dua cara yang berbeda yaitu introvert (i) dan ekstrovert (e). Hal itu biasanya disebut personaliti.

Pembicara menjelaskan satu per satu tentang 5 mesin kecerdasan tersebut. Dari penjelasan pembicara tentang ciri-ciri tiap mesin kecerdasan, saya merasa bahwa saya adalah Feeling introvert. Karena menurut saya, feeling introvert itu gue banget. Disini saya tidak akan membahas 5 mesin kecerdasan. Hehe Bila ada yang ingin tahu seperti apa 5 mesin kecerdasan, bisa klik disini

Saat worskhop sedang berlangsung, satu per satu peserta termasuk saya diminta keluar oleh panitia untuk melakukan tes STIFIn. Hanya di tanya nama, tanggal lahir dan golongan darah. Setelah itu 10 jari saya ditempelkan dengan alat ala STIFIN. Tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasilnya, dalam waktu 15 menit, hasil nya sudah keluar. dan saya dinyatakan memiliki mesin kecerdasan THINKING INTROVERT (Ti).

alat STIFIN
Sumber : unsoed.ac.id

Kata pertama yang keluar saat tahu hasilnya adalah kok bisa. Walau dalam hati kecil juga ngerasa kalau saya juga thinking tapi lebih dominan feeling. Ternyata tidak hanya saya saja yang tidak percaya dengan hasil stifin. Teman baru saya juga merasa bahwa dia anak thinking tapi ternyata hasilnya feeling.

Ada kejadian menarik yang saya alami. Karena saya terlalu antusias dengan tes STIFIn ini, saya mengajak teman saya (sebut namanya Mba Armi) untuk ikut tes ini. Ternyata disetiap kota ada perwakilannya untuk tes STIFIn. Untuk tes STIFIn ini harus membayar 250 ribu. Saat kami bertemu dengan mentor STIFIn di perwakilan Jogja, mentor menjelaskan tentang STIFIn ke Mba Armi dan melakukan tes sidik jari untuk Mba Armi. Kami pun mengobrol santai. Sembari menunggu hasil keluar, kami menanyakan ke mentor tentang kira-kira apa mesin kecerdasan kami. Saya belum memberitahu hasil tes STIFIn saya di Jakarta. Lalu, mentor menebak kalau saya Feeling dan Mba Armi Instinct. Saya tersenyum karena tebakan mentor salah. Saya pun lanjut bertanya kenapa Bapak (mentornya udah bapak-bapak) mengira saya feeling. Beliau mengatakan karena saya orang yang humble, supel. Dan beliau bilang kalau saya terlihat feeling karena lingkungan yang mengubah saya. Mungkin lingkungan banyak orang-orang feeling. Mendengar penjelasan itu, saya membenarkan dalam hati. Saya memang dikeliling oleh cinta. Cinta dari keluarga dan teman yang baik-baik.

Tebakan mentor tentang Mba Armi benar. Mesin kecerdasan mba armi adalah insting. Saya berteman dengan orang yang memiliki indera ke tujuh. Dan menurut mentor, Saya dan mba armi cocok dalam berteman. Karena memiliki mesin kecerdasan yang saling mendukung. Ada mesin kecerdasan yang saling bertolak. contohnya saya yang thinking tidak akan cocok dengan orang yang memiliki mesin kecerdasan Intuiting. Dan orang thinking akan di dukung oleh Sensing. Oleh karena itu, bila saya ingin mencari jodoh, carilah jodoh yang Feeling atau Insting.

Pages

Posts by category

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*