Ilmu Kura-Kura

Ilmu Kura-kura

Satu dari 14 prinsip inti “The Toyota Way” adalah “bekerjalah seperti kura-kura, tidak seperti kelinci”. Ternyata inilah yang BERHASIL mengilhami Toyota menjadi sebuah perusahaan manufaktur otomotif papan atas, baik dari sisi BISNIS maupun KUALITAS.

Mungkin ada yang masa kecilnya pernah menyimak Qisah adu lari antara kelinci dan kura-kura? Silakan regresi kembali ke masa itu! Menariknya, kura-kura yang sering dicap LAMBAT, justru jadi PEMENANGnya. Ruar biasa, dahsyat, ajaib!

Taichi Ohno, seorang kontributor cetak biru atau “DNA” dari the Toyota Way menuliskan “Kura-kura yang lamban tetapi konsisten mengakibatkan lebih sedikit pemborosan dan jauh lebih diinginkan daripada kelinci yang cepat dan mengungguli perlombaan dan kemudian berhenti setelah selang beberapa waktu untuk beristirahat”

“Toyota Production System hanya dapat direalisasikan jika semua karyawan menjadi kura-kura”. Pada leader Toyota sering juga mengatakan hal yang kurang lebih SAMA “Kami lebih suka LAMBAT dan MANTAP seperti KURA-KURA daripada CEPAT dan TERSENTAK-SENTAK seperti KELINCI”

Agaknya di balik suskses TPS pakai filosofi heijunka, yaitu meRATAkan beban kerja, ini jadi salah satu cara untuk menghindari pemborosan (MUDA), ketidakseimbangan (MURA), dan beban berlebih (MURI).

Setiap peristiwa atau kejadian bukanlah suatu momentum diskrit tanpa konteks, tapi bagian dari sebuah keberlangsungan hidup dan kehidupan, penghubung masa lalu, kini dan masa depan. Maka, hanya orang-orang cerdas lah yang bisa mengikat makna (terINSPIRASI) setiap peristiwa dan mengambil pelajaran darinya untuk terus menerus melakukan perbaikan atau peningkatan alias continuous improvement, yang dalam bahasa JEPANG dikenal SEMANGAT KAIZEN.

“AMAL yang paling diSUKAI oleh Allah adalah AMAL yang dikerjakan TERUS MENERUS walaupun SEDIKIT” (HR. Muttafaqun Alaih)

Sumber : Bunda Susan. Biblioterapi Tematik untuk KBI online. 26 Maret 2019

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*