Karyawan Bisa Kaya

Karyawan bisa Kaya

Biblioterapi terapi semalam tiba-tiba rame karena Bunda Susan mengulas tentang buku Karyawan Bisa Kaya di grup WA komunitas biblioterapi. Namun seperti biasa diminta menjawab pertanyaan dulu (1) Apakah sebenarnya tujuan hidup kita?, (2) apa sebenarnya tujuan kita bekerja setiap hari ?, (3) Apa yang sudah kita dapatkan selama ini dalam bekerja?, (4) Apakah kita telah mengisi waktu luang dengan aktivitas yang positif dan menghasilkan?, (5) Apa kita tidak ingin menikmati hasil kerja yang lebih berkualitas?.

Menjadi karyawan atau pengusaha, keduanya adalah kendaraan. Setiap orang punya passion nya sendiri dalam memilih kendaraan untuk menuju tujuan hidup dan kehidupannya. Bukankah sudah jelas dalam surat At Taubah 105 “Bekerjalah kamu, maka Alloh dan Rosul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Alloh) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. Semua tinggal dipertanggungjawabkan saja untuk apa, kemana dan bagaimana.

Lalu bagaimana dengan wanita karir. Khusus masalah gaji istri yang bekerja, semuannya menjadi haknya. Suami tidak boleh mengambil harta itu sedikitpun, kecuali dengan kerelaan hati istrinya”. Tapi penghuni neraka itu adalah kebanyakan wanita. tapi apa kata Rasulullah SAW agar wanita tidak masuk neraka ? Perbanyaklah sedekah dan bersyukur pada suami.

Sedekah wanita paling baik itu pada keluarganya. Tidak semua wanita mendapatkan kesempatan bekerja dengan ladang amal terhampar luas dalam keluarganya. Masih banyak wanita yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Berbahagialah ketika hati lembut mau berbagi. Yang penting selama bekerja menjaga diri dan kehormatan diri.

Besar kecilnya pemasukan seseorang bukanlah hal yang paling penting, namun bagaimana dia mampu mengelola keuangannya.

Kebiasaan karyawan seringkali menggunakan gaji tidak berpola. Masih banyak yang hanya memikirkan kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya jangka pendek seperti belanja rutin bulanan, bayar listrik, kontrakan/cicilan rumah, uang sekolah, beli pulsa, transportasi ke tempat kerja, dan lain-lain.

Karyawan disini adalah orang yang bekerja pada suatu instansi/lembaga/perusahaan dan tentuanya dapat gaji. Kaya dalam artian perencanaan keuangan seperti instrumen keuangan, mampu menikmati tujuan-tujuan keuangan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Tujuan keuangan disini holistik dari mulai cashflow yang positif, utang konsumtif terlunasi, punya dana darurat yang bisa digunakan saat emergency, bisa pensiun dengan rasa aman, bisa investasi dan sedekah istiqomah.

Pada halaman 16 dalam buku “karyawan bisa kaya” menjelaskan untuk (1) lakukan perhitungan perencanaan keuangan yang benar. cari dan ketahui dengan cermat sebetulnya berapa kebutuhan keuangan kita setiap bulannya? Pastikan informasi benar sehingga tahu berapa dana yang bisa disisihkan setiap bulannya. (2) Lakukan visualisasi dari perencanaan tersebut supaya tetap fokus dengan apa yang diharapkan. Biasakan buat dream book/dream wall. Tempelkan gambar yang mengingatkan kita pada tujuan keuangan kita. (3) lakukan bertahap, jangan drastis karena yang drastis biasanya tak abadi (4) Skala prioritas tujuan keuangan kita. kalau semua ingin dicapai apa bisa? cukup dalam kondisi saat ini. (5) Sabar.

Di akhir penjelasan, bunda Susan berpesan “Selamat merencanakan untuk menjadi KAYA versi kita. Sebab seringkali definisi KAYA itu dilihat dari rumput tetangga yang lebih hijau. Padahal rumput tetangga yang hijau adalah rumput sintesis. Pakai kacamata syukur, supayya pemandangannya terasa nikmat”

 

 

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*