Ar Raqib. Alloh Maha Mengawasi

Nama yang membuat kita pantas untuk dikatakan menang adalah ketika kita mengenal nama Alloh Ar Raqib, Alloh yang Maha Mengawasi. Dari sisi kebahasaan Raqib artinya leher. Seakan-akan yang mengawasi kita ini berada persis diatas leher. Tidak ada satupun yang tidak diketahui oleh Alloh. Bisikan hati kita, kedipan mata kita, semua apa yang kita lakukan, Alloh ketahui. Karena Dia adalah Ar Raqib. Alloh berfirman “Sesungguhnya Alloh atas kalian, mengawasi, melihat, memantau”.

Kebiasaan Umar RA menguji rakyatnya tentang kejujurannya. Lalu Umar sebagai khalifah menyamarkan dirinya. Pergi ke sebuah lembah. Sampai disebuah lembah, dia menemui seorang pengembala yang sedang menggembalakan dombanya yang berjumlah ratusan. Lalu Umar mendekati anak gembala ini dan berkata “Hai fulan, jualah satu saja dombamu padaku. Aku akan beli dengan harga yang sangat mahal. Engkau akan menjadi sangat kaya”. Lalu apa kata anak gembala ini? “Maaf tuan, ini domba bukan milik saya tetapi milik majikan saya. Dia pasti marah kalau saya jual domba ini tanpa sepengetahuannya”. Lalu apa kata Umar ke anak gembala ini? “Halah tidak mungkin dia menghitung domba sekian ratus. Masa dia hitung-hitung. Kalaupun dia tahu akhirnya nanti bahwa dombanya ada satu yang hilang, katakan saja dimakan serigala. Lagian dia tidak akan tanya. Bukankah engkau telah bekerja puluhan tahun dan dia sudah percaya padamu”. Lalu anak gembala ini diam sejenak. Lalu dia berkata yang bisa menguncangan ArsyNya Alloh “Allohuakbar jika demikian, jika aku menjualnya kepadamu tanpa sepengetahuan majikanku lalu dimanakah Alloh”. Mendengar kalimat itu, Umar pun menangis.

Janganlah kita seperti gunung es. Biasanya yang tampak dipermukaan gunung es hanya 20 %, yang tertanam dibawah ada 80 %. Biasanya orang akan memperindah yang tampak 20 % itu. Tetapi dengan kita mengenal Alloh Ar Raqib maka kita akan menampakkan yang indah dari lahiriah kita dan memperbaiki sisi batin dan dalam diri kita. Karena itu, kita harus mengenal Alloh Ar Raqib.

Semua pelanggaran yang ada dimanapun adalah karena merasa tidak diperhatikan Alloh. Upaya kita secara agama adalah kita memperkuat keyakinan dan keimanan kita akan nama Alloh Ar Raqib. Sebenarnya Alloh dekat dengan kita. Seringkali rezeki yang banyak seringkali membuat orang itu tidak datang ke masjid. Jika kekurangan hidup kita itu membuat kita rajin ke masjid, kira-kira kemiskinan, itu anugerah bukan? Jika kekayaan menjauhkan dari Alloh, itu karunia atau musibah? Selama ini kau minta karunia atau musibah?

Sumber : Ust. Jumharuddin, Lc. Asmaul Husna TV one “Ar Raqib”

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*