Kebahagiaan akan Menyembuhkan Dunia

Hari Bahagia Sedunia

Tahu kah kamu kalau setiap tanggal 20 Maret adalah “Hari Bahagia Sedunia” yang disahkan Persatuan bangsa-bangsa (PBB) di tahun 2013. Kenapa dunia sampai perlu mencanangkan peringatan hari BAHAGIA sedunia ? Apa definisi bahagia bagi kamu ? Chopra dalam bukunya The Ultimate Happiness prescription menjelaskan cara baru untuk bahagia yang menyelamatkan dunia. Cara lama itu aman seperti memiliki mobil dan mengemudikannya ke tempat kerja membuat sebagian orang lebih bahagia daripada jalan kaki. Memiliki anak membuat pasangan yang sudah menikah lebih bahagia. Mengumpulkan daun jatuh yang berguguran di musim gugur kemudian membakarnya merupakan pertanda warga yang baik di masa lalu. Namun, dalam jangka panjang tindakan sederhana ini bisa menimbulkan permasalahan global. Bahkan kebahagiaan bisa disalahkan untuk perilaku menghancurkan diri sendiri.

Cara lama mencapai kebahagiaan memastikan hasil yang tidak bahagia. Semua orang kesepian dan harus berjuang untuk memenuhi hasratnya “bahagia”. Pertanyakan kembali keyakinanmu mengejar kebahagiaan. Fisikawan Inggris, Sir James Jeans mengatakan “di dalam realitas yang lebih dalam, kita semua mungkin adalah bagian dari satu tubuh”. Sebagai prinsip pertama kebahagiaan (you are not alone, prinsip keterasingan terpatahkan). Prinsip kedua, kita hidup ini ada dalam kehidupan (udara, makanan, air yang kita masukan dan keluarkan dari dalam tubuh selalu bersirkulasi). Prinsip ketiga, konstanta sirkulasi itu merupakan proses. Alam semesta bertindak sebagai satu kesatuan. Sederhananya, kalau kita ambil kebahagiaan praktis yang sesaat dengan menghalalkan segala cara (kebahagiaan yang didapat di atas ketidakbahagiaan orang lain), misal kemiskinan, eksploitasi, perang, kejahatan, dan SARA maka akan memunculkan ketidakbahagiaan di masa datang.

Orang yang bahagia sejatinya tidak akan jauh dari kesucian, kemurnian, kedamaian yang melampaui pemahaman). Apa maksudnya ? Kesucian dan kemurniaan itu bahasa spiritual/agama yaitu ikhlas, ridho, pasrah, tidak ada niat buruk sedikitpun dalam hidup, selalu membersihkan diri dari prasangka buruk padaNya. Koherensi. Tidak ada sel tubuh yang mampu bertahan hidup selama tiga detik jika kehidupan ini tidak sistematis, terorganisasi, seimbang, saling terkait. Koherensi internal (bagian diri) yaitu berada dalam kedamaian, menjauhi kekerasan, terjaga dan sadar, tidak takut, tanpa konflik dan ilusi, mampu memulihkan diri, independen, bebas dari pengaruh luar. Langka, terutama saat inkoherensi menyebar ke sekelilingmu. Maksudnya bagaimana? Konflik (pertentangan jiwa), ilusi (fatamorgana). Jadi tidak perlu neko-neko ingin seperti orang lain. Boleh jadi rumput tetangga terlihat lebih hijau padahal ilusi. Karena itu rumput sintesis.

Kegembiraan membawa tubuh kembali ke keadaan homeostatis (seimbang), kalau sudah begini respon penyembuhan biologis hasilnya. Kalau keadaanmu sehat dan saya berada di sekitarmu, saya juga akan merasakan pengaruh yang sama. Keadaan fisiologis saya akan mencerminkan (mereflesikan) kamu dan inilah yang saya katakan kebahagiaan akan menyembuhkan dunia.

Di dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang kuat itu benar. Tubuh sehat secara fisiologis cermin dari psikologis yang sehat. Kita akan tertular sehat juga karena aura bahagia orang dekat kita.

Kebahagiaan saya dapat menyembuhkan orang lain dengan cara yang sama seperti kebahagiaan itu menyembuhkan saya. Caranya

  1. Mengenali kebahagiaan sejati dan tidak berhenti sebelum mendapatkannya (misal kebahagiaan karena bisa selalu ingat Alloh. Kalau belum bisa bangun malam kejar sampai istiqomah)
  2. Temukan penghargaan diri sesungguhnya, yang tidak bergantung pada hal-hal di luar diri
  3. Kembali ke keadaan sukacita, damai, pemenuhan spontan (karena itu merupakan hak asasi mu)
  4. FOKUS pada saat ini dan belajar menjalaninya sepenuh hati
  5. Memperoleh pencerahan, kilas kesadaran menyeluruh yang paling singkat pun punya efek perubahan.

Sumber : Bunda Susan (Susanti Agustina). Komunitas Biblioterapi Indonesia. Kelas Biblioterapi tematik tanggal 20 Maret 2018

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*