Bedah Buku : Biblioterapi untuk Pengasuhan

Biblioterapi untuk pengasuhan

Ada kisah seorang anak yang cenderung tertutup dan itu menjadi berpengaruh ke pertemanannya di kelas yang mana setiap ulangan mendapat nilai rendah dan menjadi bahan ejekan dari temannya. Ditambah ia juga kesulitan membaca dan menulis. Ada juga kisah kedua yaitu seorang ayah yang protektif pada anaknya terutama masalah pergaulan dan makanan. Hal ini membuat anak menjadi suka berbohong karena larangan orangtuanya ini.

Anak tertutup itu biasa dikenal sebagai sosok introvert. Cara membangkitkan semangatnya adalah dengan “menakut-nakuti”. Beda dengan anak ekstrovert dengan “mengiming-imingi”. Tapi sebelum kesitu, tentu guru perlu menyelami sebenarnya apa yang membuatnya seperti itu. Apakah ada masalah keluarga atau trauma. Penting juga untuk support system artinya guru harus menjadi figur otoritas supaya anak sekelas bukan mengejek/membully tapi memotivasi dan menyemangati (halaman 77-97). Sesekali ceritakan qisah novel burlian, karya Tere Liye.

Kesulitan membaca dan menulis dapat ditempa melalui teknik berqisah walaupun dia sudah SD namun tidak ada kata terlambat. Metode membaca buku cerita berhasil diterapkan bagi Angga (halaman 270-275). Pertama, main ke rumahnya. Temui keluarga/orangtuanya. Amati apa yang menjadikan dia seperti itu. Kedua, latih orangtua/keluarga untuk kerjasama pembiasaan di rumah juga. Misal orang tua di rumah membacakan kisah. Rekomendasikan pilihan buku yang sesuai dengan tingkat keterbacaan anak. Ketiga, orangtua disupervisi, dipantau progresnya. Keempat, saat setelah membacakan buku berikan pertanyaan seputar kisah yang dibacakan. Jangan lupa sering diajak berkomunikasi.

Over protektif memang membuat anak manis di depan orangtua tapi asam dan pahit di belakang orangtua. Kuncinya ada pada komunikasi yang dialogis, bukan hanya melarang ini itu tapi membuat anak literate/mengetahui alasan di balik mengapa-nya. Dilarang begini karena apa. bagus juga kalau menyangkut adab. Misal mengenalkan sunnah Nabi SAW. Jangan makan ciki A soalnya ciki A itu mengandung MSG yang membuat adek bisa kambuh amandelnya. MSG boleh digunakan selama tidak direbus/dipanaskan. Terlalu banyak MSG membuat degenerasi otak. Seseorang akan menyakini sesuatu karena dia tahu apa manfaat dan mudharatnya buat dia termasuk juga anak-anak. Lalu terapkan TAUHID “siap gak bilang ke mama/papa tapi Alloh tahu ga ya kalau kita bohong? Kalau kita bohong kira-kira Alloh tahu gak ya?”. Penting juga bagi orangtua untuk tidak mudah marah kalau menemukan anak melakukan kesalahan. Dengarkan dulu. Beritahukan apa yang harus anak lakukan. Misalnya “jangan naik-naik nanti jatuh” di ganti dengan “adek, duduk!”. Serupa tapi tak sama dampaknya.

Qisah ke 3. Ada seorang anak berusia 6 tahun yang makan siang di sekolah dengan teman-temannya. Saat itu menu makannya ikan lele. Ikan lelenya masih ada duri dan tidak dibuang oleh gurunya. Sang anak makan dan sudah diambil durinya, tapi ternyata durinya masih ada dan nyangkut di tenggorokannya. Sudah minum dan berdoa. Namun, anak ini menjadi trauma dan membuatnya takut pada hewan-hewan kecil.

Jawaban qisah ke 3, sebenarnya makan sendiri memilah duri dari ikan, melepas daging dari tulang ayam goreng itu melatih motorik halus juga. Tidak perlu dibantu bila sudah 6 tahun. Bila kejadian tersedak duri sebenarnya bisa diatasi dengan makan kepalan nasi. Cukup manjur.

Contoh qisah ke 4. Ada seorang anak TK yang sudah 1 semester tapi masih harus di tungguin ibunya di dalam kelas. Bahkan kadang berangkat sekolah masih harus digendong dan tidak mau jalan sendiri. Padahal rumahnya cukup jauh. Ketika di sekolah ingin jajan padahal belum waktunya istirahat, ibunya selalu menuruti. Hingga mengganggu konsentrasi teman-teman lainnya yang sedang belajar. Sudah diberikan pengertian pada anak maupun ibu namun belum mempan. Lalu bagaimana cara menjelaskan pada orangtua yang selalu mengiyakan semua keinginan anaknya hingga anak sulit untuk mandiri dan tidak mentaati peraturan sekolah.

Jawabannya ada di halaman 218-228 biblioterapi untuk pengasuhan (memetik buah kisah). Ini bisa menjadi gambaran untuk refleksi sang ibu. Utamanya 7 hari masa orientasi, sudah di briefing para orang tua untuk mengantar anak hanya sampai pagar prasekolah saja. Tidak sampai masuk kelas. Konsekuensinya guru harus standby lebih pagi mengantisipasi anak yang datang lebih pagi. Lalu guru menyambut. Bila ada sesuatu yang menarik dari gurunya, pasti anak akan betah. Misal diajak masuk kelas pakai boneka tangan. Sebelumnya pastikan orangtua sudah satu visi dan misi dengan prasekolah terkait peraturan tujuannya untuk memandirikan anak. Persingkat waktu mengantar anak. Jangan membalikkan badan lagi kalau sudah pamit pada anak. Percayakan pada gurunya. Kalau anak menangis, biarkan ditangani oleh gurunya. Ingat tepati janji. Kalau janji mau dijemput tepat waktu jangan bohong.

Sumber : Bunda Susan (Susanti Agustina) Komunitas Biblioterapi Indonesia

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*