Ramadhan, Aku yang akan Merindukanmu

Ramadhan 1437 H
Ramadhan 1437 H

Tulisan ini kubuat sebagai pengingat untuk diri ini bila nanti ku terlupa lagi. Aku ingin mengingatnya bahwa aku pernah merasakan dahsyatnya ramadhanku. Mungkin sebagian orang merasakan ramadhan kali ini berbeda (misalnya sudah menikah, sedang hamil, punya anak, rumah baru, jabatan baru). Tapi itu semua tidak ku rasakan. Aku merasakan yang lain dan lebih istimewa dari itu semua.

Ramadhan kali ini, Allah SWT mengajarkanku untuk tidak goyah dan cukup percaya padaNya saja. di awal ramadhan, Allah SWT ingin memberitahuku melalui taujiah ust. arifin ilham. Beliau berkata “Allah SWT tahu kita lelah bekerja, Allah SWT tahu kita mengantuk, Allah SWT tahu kita sibuk. Tapi Allah SWT akan sangat malu bila tidak mengabulkan do’a hambaNya yang dengan rasa lelah, mengantuk dan meninggalkan kesibukannya datang ke Masjid untuk tarawih dan shalat subuh  jamaah“. Kata-kata Ust. Arifin Ilham membuatku tak berdaya hingga meneteskan air mata. Aku bukan anak baik. Aku bukan anak sholeh. Aku bukan anak berbakti. Tapi aku ingin Allah SWT melirik ku dengan mengabulkan do’a-do’a ku. Berat sekali menahan godaan lelah bekerja dan mengantuk. Namun saat mengingat kata-kata Ust. Arifin Ilham itu, semangatku menjadi besar. Aku tahan semua lelah dan rasa ngantuk untuk bisa istiqomah tarawih dan shalat subuh jamaah di Masjid. Alhamdulillah Allah SWT mudahkan langkah kaki ini menuju rumahNya.

Dipertengahan ramadhan, Allah SWT uji diri ini untuk tidak sombong dengan ibadah-ibadah ku. Sempat rapuh, galau merana karena kesombongan diri ini. Godaan syeitan begitu dahsyat. Syeitan ingin aku berhenti berjalan ke Masjid. Tapi sayang, aku terlalu cinta pada Masjid. Aku hanya punya Masjid sebagai rumah kedua ku. Masjid tidak pernah mengusirku. Masjid selalu menerimaku apapun keadaanku. Aku tak pernah merasakan sendiri bila aku di Masjid.

Di akhir ramadhan, Allah SWT uji diri ini dengan ujian yang lebih dahsyat. Cukuplah aku dan Rabb yang tahu. Tapi benar. Allah SWT tak pernah ingkar janji. Allah SWT tak berlama-lama menunda permintaanku. Hari itu juga Allah SWT kasih bahkan lebih dari apa yang ku minta. Dialah Allah Al Jabbar.

Untuk pertama kalinya aku merasakan begitu berat meninggalkan bulan ramadhan kali ini. Masih begitu banyak doa-doa yang ingin kupanjatkan. Aku masih belum banyak memohon ampun. Aku masih belum banyak berbuat baik di bulan ramadhan. Setiap hari selama bulan ramadhan, Allah SWT selalu memberikan kejutan-kejutan “indah” untuk ku.

Sebelas bulan kedepan, ada 3 yang akan kubawa sama seperti apa yang Allah SWT ajarkan pada ku di bulan ramadhan kali ini. Syukur, sabar dan ikhlas. Allah SWT berhak berlaku apa saja pada hidup hambaNya termasuk pada diri ini. Tapi yang pasti, perlakuan Allah SWT pada hambaNya adalah perlakuan yang paling baik dan tidak pernah jelek.

Terimakasih Allah SWT atas nikmat iman dan islam ku ini. Cukuplah Allah dan RasulNya sebagai penguat ku.

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd.

Untuk yang bertanya tentang jodohku, inilah jawabanku. Allah SWT telah menyiapkan imam yang sholeh, cerdas dan hebat untuk ku. dan sekarang Allah SWT sedang memantaskan diri ini untuk menjadi makmum yang sholeha. Inilah prasangka baik ku pada Allah SWT. Aamiin.

ramadhan, Aku yang akan merindukanmu.. merindukanmu kembali datang.. dan aku berjanji aku akan menjaga diri ini hingga dirimu datang kembali… namun sampaikan pada Rabb ku untuk berkenan izinkan aku bertemu dengan mu lagi.. lagi.. dan lagi..

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*