8 Budaya Organisasi

8 Budaya Organisasi

Tempat kerja ideal adalah tempat dimana karya-karya bisa dibuat dengan suasana menantang sekaligus menyenangkan. Kata ideal disini merupakan perwujudan sebuah proses yang memerlukan waktu & sumberdaya yang perlu dibangun. Punya kantor megah, gedung representatif serta mudah dijangkau bukan berarti cukup. Ada hal mahal tak terlihat namun terasa yaitu “nyawa”.

Nyawa ini akan terasa seiring culture yang dibangun dinamin terus menerus. Culture ini tak mudah membangunnya tapi bukan berarti sulit. Bisa dibangun dengan komitmen & proses. Poin ini sebenarnya adalah poin terpenting “Be a great place to work” yakni autonomy, voice & engange.

Spencer Stuart & Survey HBR menggolongkan 8 jenis budaya organisasi. Variabel yang dikemukakan mempertimbangkan apakah 1) tempat itu memiliki kemerdekaan berpendapat berinteraksi, 2) apakah setiap individu yang mengisinya saling keterkaitan atau tidak, 3) Apakah pekerjanya makin mudah beradaptasi dengan perubahan secara fleksibel ?

Idealnya memang saat ini organisasi semakin fleksibel & saling berinteraksi erat. Kelompok ini biasanya memiliki tipe purpose & caring. Namun jenis budaya lain yang mungkin cocok untuk kamu didalamnya adalah budaya enjoyment & learning, jika organisasinya memiliki fleksibilitas tinggi & keterlepasan antar individunya yang mandiri.

Organisasi yang memilih jalan aman juga banyak. Jangan-jangan kamu bekerja di dalamnya. Tipe safety & order. Tak perlu banyak kreatifitas, tinggal nunggu perintah dan cari aman. Hanya ini kurang baik bagi keberlanjutannya di masa depan. Yang paling ekstrim mngkin sisi budaya yang bertentangan sama prinsip agile leadership saat ini yakni culture yang mengutamakan hasil & otoritas semata.

Coba kamu petakan seberapa baik budaya organisasi kamu saat ini. Dimanakah titik kritisnya, sandingkan dengan visi & relevansi jamannya, kemudian buat program pengembangan budayanya agar mulai menyegerakan proses transformasinya. Membuat program yang transformating artinya juga siap merasakan beberapa/bahkan poin-poin pembelajaran.

Sumber : Dwi Indra Purnomo

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*