Mencintai Diri dengan Mencintai Rasulullah

Mencintai Diri dengan Mencintai Rasulullah
Mencintai Diri dengan Mencintai Rasulullah

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW atau kelahiran Nabi Muhamamd SAW dapat kita maknai sebagai suatu pengingat, agar kita semakin menyuburkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW, karena dengan rasa cinta itulah yang akan membuat kita mudah untuk ittiba yaitu mengikuti dan mencontoh seluruh apapun yang telah dilakukan oleh Rasulullah.

Allah menjanjikan bahwa orang-orang yang mengikuti Rasulullah akan dicintai oleh Allah SWT. Dalam QS. Al-Imran ayat 31 “Katakanlah (Muhammad) jika kamu mencintai Alllah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Jadi bagi kita yang betul-betul ingin menunjukkan rasa cinta kita kepada Allah SWT maka ekspresi atau bukti yang harus kita tunjukkan adalah kita harus mengikuti jalan Rasulullah. Bukti mencintai Rasulullah yaitu berittiba. Dengan mengikuti perjalanan Rasulullah maka kita akan mendapatkan keutamaan atau kemuliaan dari Allah SWT, yaitu “yuhbikumullah” artinya Allah SWT akan mencintai kami.

Tetapi bagi orang-orang yang menolak ittiba Rasul, maka orang-orang seperti ini akan mempunyai rasa penyesalan yang mendalam di yaumil akhir. Dalam surah Al Furqan ayat 27-28 “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata,”Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku)”. Ulama tafsir menjelaskan ayat ini bahwa: hari dimana seorang zalim menggigit 2 jari pada hari kiamat nanti. Mengapa menggigit 2 jarinya? Itu merupakan suatu ekspresi bentuk penyesalan karena dia tidak mengikuti jalan Rasulullah.

Jalan yang pernah ditempuh Rasulullah adalah jalan menanjak dan terjal sehingga perlu energi yang kuat untuk menempuh jalan itu. Energi didapatkan dari rasa cinta kita kepada Rasulullah. Semakin kita cinta pada Rasulullah maka semakin mudah untuk mengikuti jejak Rasulullah. Semakin kita takjub maka mudah untuk mengamalkan sunnah-sunnahnya. Jika kita tidak merasa takjub, terpesona atau cinta (ngefans) pada Rasulullah maka kita akan sulit untuk melakukan sunnah-sunnahnya.

Yang pertama ditumbuhkan dalam diri kita yaitu cinta kepada Rasulullah. Jadi cinta yang diprioritaskan yaitu cinta kepada Rasulullah setelah mencintai Allah SWT. Mencintai diri kita itu hal yang wajar. Tetapi dengan mencintai Rasulullah seperti mencintai diri sendiri itu belum cukup. Oleh karena itu kita harus mencintai Rasulullah melebihi cinta pada diri sendiri.

Untuk mencintainya yaitu harus mengenalnya terlebih dahulu, ada pepatah mengatakan (tak kenal maka tak sayang) jika tidak kenal maka tidak bisa ber ittiba. Mau tidak mau kita harus membaca atau mempelajari sirah nabawiyyah sampai tumbuh cinta kepada Rasulullah. Dengan kemampuan dan kemauan untuk membacanya maka bisa mengenal Rasulullah sehingga menjadi jalan bagi kita untuk berperilaku kepada umat.

Ada 5 langkah yang ditempuh Rasulullah SAW untuk bisa menegakkan peradaban kepada umat islam.
Fase 1: Menempa diri dan mempersiapkan diri untuk tanggung jawab yang besar.
Fase 2: Mempersiapkan generasi untuk menempa, mendidik dan mentarbiyah para sahabatnya
Fase 3: Menegakkan kedaulatan. Pada fase ini membangun negara ada 4 langkah yaitu mendirikan masjid, mempersaudarakan muslimin, membuat perjanjian, dan membangun pasar.
Fase 4: Banyak terjadi peperangan
Fase 5: Adanya perluasan wilayah atau dakwah.

Allah SWT telah memberikan penilaian terhadap seluruh kinerja Rasulullah SAW dengan nilai sempurna. Dalam kehidupan sehari-hari andaikan kita mengikutinya maka akan menjadi maslahat. Dengan mengikuti jalan Rasulullah SAW maka hidup kita akan dimudahkan.

Reporter : Dyah Ayuningtyas. Semester III. Mahasiswa S1 Keperawatan STIKES Wira Husada Yogyakarta

Sumber : Ust. Deden A. Herdiansyah. 12 Rabiul Awal 1442 H / 29 Oktober 2020.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*