Obatmu Ada pada Dirimu

Obatmu ada pada dirimu

Beberapa orang menyakini bahwa kesembuhan itu tergantung mahalnya alat, canggihnya alat, hebatnya dokter, fasilitas yang lengkap. Padahal kesembuhuan utama terletak pada energi diri yang dikumpulkan secara positif. Obatmu ada pada dirimu. Mintalah melalui dirimu. Tubuh memiliki caranya sendiri untuk menyembuhkan. Yang membuat rasa tidak sakit itu sebenarnya keikhlasan menerima dan pasrahnya kita pada penyakit itu.

Dalam kajian kesehatan ala Nabi, bahkan sakit itu menjadi penggugur dosa, Alloh sedang rindu. Saat sakit, iman diuji. Beberapa orang belum meRASAkan haqqul yaqin bahwa bacaan quran (bahkan saat tak mengerti artinya sekalipun) memiliki keistimewaan mukjizat kesembuhan. Semua ada ilmunya, semua ada POLAnya. Perasaan itu pencetus energi.

Ikhtiar maksimal kita dalam mengobati adalah bentuk taqwa. Menjadi penggugur dosa karena sabarnya. Hakikatnya, suka-suka Alloh mau kasih kesembuhan atau tidak, tapi pasti rencanaNya yang terbaik buat kita. Seseorang memilih obat kimia atau menolak adalah pilihan dan setiap pilihan tentu beralasan. Alasan muncul karena ilmu. Ilmu diperoleh dari membaca, bertanya, mengalami langsung. Dan biblioterapi menjadi “obat” karena dia mengisi kognitif memberi pemahaman dan perasaan (yakin) terhadap suatu pilihan atau jalur penyembuhan yang dipilih.

Berobat itu orientasinya bukan untuk sembuh, tapi bentuk usaha. Apapun kondisinya adalah selama membuat kita semakin berubah lebih baik dalam segala hal. Setiap orang memiliki potensi penyakitnya masing-masing. Pemicu kambuh itu karena POLA hidupnya tidak seimbang.

Aromatherapy

Kaki memiliki pori-pori yang besar sehingga bisa menyerap lebih banyak minyak aromatherapy. Kaki juga mempunyai banyak titik rangsang ke organ tubuh, kaki juga cenderung lebih minim tingkat sensitifitas kulitnya. Lokasi lain juga menentukan efeknya, seperti ditempelkan minyak aromatherapy di belakang telinga, pelipis, lipatan lutut (titik pembuluh darah yang memungkinkan minyak aromatherapy terserap dan memberikan efek), dipanaskan di tungku untuk dihirup juga memberikan relaksasi.

Telapak kaki memiliki lima lapisan kulit dan tidak ada folikel rambut. pori-pori yang ditemukan di daerah ini amat sangat menyerap dan dengan cepat menarik minyak esensial ke dalam aliran darah. Bila dioleskan ke seluruh kaki, jejak minyak esensial bisa ditemukan di seluruh tubuh dalam waktu kurang dari 20 menit. Kenapa? karena telapak tangan Anda adalah satu-satunya situs di tubuh kita tanpa kelenjar sebaceous. Sebum, yang diproduksi oleh kelenjar sebasea di seluruh kulit berupa zat berminyak yang berfungsi sebagai perisai pelindung dan melemahkan kemampuan kulit untuk menyerap bahan asing.

Aromaterapi bisa membantu mengurangi rasa sakit dan stres. Salah satu cara mudah namun efektif untuk menghilangkan stres adalah dengan menggunakan aromaterapi dalam biblioterapi. Mengekspos indra kita ke bahan kimia berbau kuat seperti minyak esensial aromatepi mampu secara positif memengaruhi produksi hormon, kimia otak, dan tingkat stres. Minyak aromaterapi yang paling efektif itu bila melibatkan RASA sentuhan dan aroma.

Faktor adiktif panas memungkinkan minyak meresap ke dalam kulit dan mempengaruhi aliran darah. hingga gilirannya akan melonggarkan aliran darah dan memperbaiki sirkulasi. Selain itu, dipadukan dengan pijat akan memperkuat pengaruhnya. Dua cara menghilangkan stress yang berbeda yaitu pijat dan aromatherapy.

Orang sehat yang sering marah atau bermusuhan, 19 % lebih mungkin jantungan, dibandingkan orang yang lebih tenang. Penderita penyakit jantung, biasanya merasa marah atau bermusuhan, bernasib lebih buruk dibanding yang lain. Sakit fisik berawal dari sakit mental. Jadi maafkan siapapun yang memicu dendam/marah. Teknik menurunkannya dengan terapi wudhu. Orang yang kuat itu bukan yang selalu menang dalam pertarungan/peperangan, tapi yang paling mampu menahan amarahnya.

Sehat atau sakit itu sama-sama prioritas, surga itu prioritas. Mari pandai memanfaatkan waktu sehat dan sakit untuk meraih surgaNya dan mensyukuri sehat dan mensabari sakit.

Sumber : Bunda Susan (Susanti Agustina). Komunitas Biblioterapi Indonesia.

 

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*