Kuliner Pendukung Suasana Hati

Biblioterapi tematik semalam membahas tentang kuliner pendukung suasana hati dari bukunya Denny Indra Praja “Super foods for good mood”. Suasana hati selalu berubah-ubah tergantung waktu, situasi, hormon, cuaca. Suasana hati memberi efek positif dan negatif. Suasana hati yang baik atau buruk ternyata dipengaruhi juga dari apa yang kita makan.

Makanan yang kita konsumsi mempunyai dampak buat otak, karena ada reaksi kimia (melepaskan hormon). secara internal, hormon ini mempengaruhi perasaan seperti tenang, santai, mudah marah atau bahkan tidur nyenyak. Hormon pemicu bahagia atau serotinin dihasilkan dari makanan nabati. Makanan buah, sayur, ikan, kacang-kacangan, sereal dapat menurunkan tingkat susana hati yang buruk dan depresi.  Sementara, biji-bijian olahan, gorengan, produk makanan manis, bir cenderung lebih rentan depresi. Untuk meningkatkan energi dan vitalitas, tubuh membutuhkan sedikitnya 6 gelas air per hari. Makanan pemicu suasana hati baik berbeda untuk setiap orang. (Halaman 21-23).

Jenis makanan yang mendatangkan suasana hati baik yaitu sayuran yang mengandung vitamin B1 dan asam folat, kepiting, biji-bijian, oatmeal, roti gandum, beras merah, ayam tanpa kulit, ikan, sarden, susu rendah lemak (kaya selenium fungsinya mirip antioksidan), cokelat (mengandung phenylethylamine mirip amphetamin yang fungsinya meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak sehingga menghasilkan dopamin/hormon bahagia/gembira), Vitamin D, pisang, kiwi, ceri, nanas, semangka, stoberi, kentang, bayam, tiram, bawang putih, sup ayam, teh, makanan pedas, pasta, telur, bebek, ayam, domba (menaikkan serotinin), air dingin, jamur shitake, ubi jalar, jeruk, almon, pepaya, alpukat, cincau, selasih, agar-agar.

Makanan / minuman yang merontokkan suasana hati : soda, margarin, yoghurt kedelai, sayuran berpestisida, smoothie, sirup jagung berfruktosa tinggi. Pada dasarnya dampak negatif itu timbul karena suasana hati yang buruk maka penting untuk preventif dengan makanan yang memicu suasana hati yang baik.

Selera juga berpengaruh pada makanan yang membuat suasana hati baik karena selera itu faktor eksternal. misal selera maka karena kita makan dengan orang yang dicintai. yang terpenting bukan makan apa tapi makan dengan siapa.

  1. Makanlah hanya ketika lapar fisik saja. latih bertanya ke tubuh sendiri. nanti mudah memahami sinyal lapar fisik
  2. STOP emotional eating alias mengaitkan makanan dan makan dengan perasaan nyaman dan sebaliknya mengobati stres dengan makan. No !!
  3. Aktif bergerak melakukan hobi. tapi bukan aktif bergerak cari tempat makan enak

Sarapan sehat membuat susana hati menjadi baik sepanjang hari. pada saat proses pencernaan makanan berlangsung, di dukung juga oleh air putih yang kita minum. Sarapan mulai pukul 06.00 s/d 10.00, saat inilah apa yang kita makan bereaksi pada mood. Pukul 10.00 s/d 14.00 lebih banyak dipicu faktor eksternal (senyum, bantu orang lain), pukul 14.00 s/d 18.00 (faktor eksternal dan internalnya dari menu makan siang), pukul 18.00 s/d 24.00 menu makan malam sebagai faktor internal dari reaksi hormon pemicu. Selain faktor eksternal, sholat 5 waktu juga ya. biasanya wudhu mengembalikan mood. tapi karena tema ini kuliner jadi fokus pada makanan yang dimakan.

Tidak semua makanan laut memicu alergi. Alergi makanan adalah reaksi alergi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh kita keliru merespons protein yang berasal dari makanan dan menganggapnya sebagai suatu ancaman. Salah satu reaksi alergi yang muncul bisa berupa rasa gatal dan ruam pada kulit.

Ikan jarang bikin alergi, tapi kerang dan udang seringkali memicu. alergi ikan, udang dan makanan laut lainnya bersifat unik karena reaksi alergi tidak hanya dapat timbul karena konsumsi langsung, namun juga dapat timbul akibat menghirup asap dan uang yang dihasilkan saat memasak, terutama saat memanggang. hal ini disebabkan karena pada saat proses pemasakan, makanan laut dan ikan dapat melepaskan komponen protein dengan ukuran sangat kecil yang dikenal sebagai amines. Komponen ini dapat menyebabkan reaksi alergi di sistem pernapasan dan paru-paru. Selain itu, komponen penyebab alerginya juga seringkali menempel dan sulit dibersihkan dari peralatan memasak sehingga reaksi alergi dapat timbul melalui kontak dengan peralatan memasak.

Pages

Posts by category

My Templates

Ads

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*