Firasat bu Eni & Aku Menjadi Nyata

Feeling Bu Eni Menjadi Nyata
Feeling Bu Eni Menjadi Nyata

Mencoba mengabulkan apa keinginan Ibu adalah kebanggaan Ais meski sebenarnya Ais gak suka. Ibu yang selalu ingin jalan-jalan kesana kesitu, tapi Ais anggap angin lalu karena Ais gak suka jalan-jalan. Udah tahu Ais ga suka, tetap aja Ibu gak berhenti berharap apalagi Ibu ingin jalan-jalan ke kota tempat kuliah S1 Ais. Ketika Ais acc jalan-jalan, Ibu mau nurut dengan aturan yang Ais terapkan. Ibu naik bis bawa helm sedangkan Ais dari jogja ke Semarang naik motor. Nanti ketemu di Mall ADA Banyumanik. Sampai di Mall ADA, gantian Ais yang ikut aturan Ibu. Ibu gak bisa kalau bonceng karena Ibu gak percaya ama yang nyetir. Haha. Alhasil selama di Semarang, Ais jadi penunjuk jalan dan Ibu yang nyetir. Alhamdulillah Ais udah penuhi keinginan Ibu meski sebenarnya Ais belum puas. Ais mau ajak ibu ke gedongsongo dan umbul sidomukti tempat KKN Ais dulu ke Ibu. Pasti Ibu suka. Ibu mau jalan-jalan kemana lagi ?

Di kampus ada para emak-emak yang doyan banget jalan-jalan. Dan kenapa harus Ais yang jadi pelampiasan kegemaran emak-emak ini. Bu Eny, bu Dwi, bu Akramaning, dan bu Rini. Ditambah bapak-bapak penyuka ikan hidup alias memancing, pak Suswanto dan pak Sarono. Di saat yang lain sibuk urus wisuda, Ais keluarkan jurus kesukaan bu Eny “Oke, kita jalan-jalan”. Entah syaiton apa yang menghinggap di tubuhku. Ais mendadak mau jalan-jalan. Dan benar adanya, selama perjalanan Ais sangat menikmati perjalanan. Semua foto yang ada Ais nya, Ais bisa tersenyum lepas. Sepertinya hobi jalan-jalan bu Eny, lama-lama akan menular ke Ais.

Hari ini ulang tahun bu Eny. Tahun lalu ngerayain ulang tahun ibu di rumah Ibu. Ais ajak Via. Dan Ibu siapin nasi kuning beserta “teman-temannya” karena tahu ais mau ke rumah ibu. Meski ais ga suka hujan, ais tetap meluncur ke rumah ibu karena udah janji. Ais beli dulu kue tart kelepon parsley di jalan magelang. Seperti biasa, Ibu akan foto-foto dulu kue tart itu dan sayang kalau mau dipotong kue nya. Meski Ais udah ngiler sebenarnya, mau juga icip kue tart itu.

Ketika kebahagiaan Ais dan Ibu muncul bertubi-tubi, Alloh ternyata menguji kami dengan ujian yang gak pernah terlintas di benak Ais dan Ibu. Ujian yang membuat Ais dan Ibu berhenti untuk menjadi partner kerja. Benar adanya setelah kebahagiaan akan datang kesedihan. Begitupun sebaliknya. Alloh meminta kita untuk terus merasakan rasa senang dan sedih hingga di titik akhir Alloh kasih keputusan tempat yang layak untuk kita singgahi, Surga atau Neraka.

Berteman dengan bu Eny, membuat Ais jadi tahu setiap firasat-firasat bu Eny. Dan entah firasatnya bisa benar. Entah karena bu Eny orangtua atau karena bu Eny memang punya indra keenam. Saat kejadian sebelum Ais tes di Semarang, Ais kaget ketika dua atau tiga kali bu Eny terus bilang “Koq saya sedih ya. Mba Ais serasa ingin pergi jauh” hingga bu Eny meneteskan air mata. Perkataan itu sangat jelas di telinga dan pikiran Ais karena kadang celotehan gak sengaja yang bu Eny lontarkan menjadi nyata.

Ibu yang sudah di prodi D3 Keperawatan, udah mulai jarang ketemu Ais di kampus. Hingga Ais kaget saat ibu bilang kalau Ibu sedang makan di luar ama salah satu orang “si A”. Bukan hanya sekali tapi beberapa kali. Dan Ais sampai WA ke bu Eny “jangan berteman dekat dengan si A. Ais ga yakin dia baik”. Ais juga gak tahu. Ais selalu bisa tahu mana orang baik dan mana yang gak. Dan perasaan Ais datang dengan sendirinya tanpa sebab dan alasan. Dan benar adanya terjadi masalah antara Ais, Ibu dan si A.

Ais jadi langsung ingat, kenapa pak Anies ingin menjadi Gubernur DKI. Hanya dengan selembar kertas dan tanda tangan, bisa mengubah segalanya. Begitupun dengan Pak Sandiaga yang mau menjadi Menteri Pariwisata. Karena itu yang Ais rasakan juga. Ais gak bisa bantu bu Eny. Karena Ais, bu Eni pergi.

Pertama kali Ais ketemu bu Eny dengan sikap-sikap dingin bu Eny, Ais bisa merasakan bahwa bu Eny memiliki luka hati yang dalam. Ada banyak luka yang bu Eny rasakan karenanya begitu dingin dengan Ais yang pegawai baru. Perlahan bu Eny percaya ama Ais dan Ais mencoba perlahan menyembuhkan luka hati ibu dengan memberikan perhatian dan kesukaan bu Eny. Tapi, ternyata Ais sendiri yang membuat bu Eny terluka lebih dalam karena Ais. Hal paling menyakitkan Ais adalah ketika Ais gak bisa berbuat apa-apa untuk Ibu. Memang benar hanya Alloh yang bisa mengubah semuanya. Ais gak bisa dan gak berhak mengubah ketentuanNya. Maafin Ais, ibu.. Maaf…. Maaf Ais jahat ama ibu… Maaf Ais gak bisa jaga Ibu…

Setelah Ibu pergi, Ais gak jadi Ais yang dulu. Ais tidak membuka hati untuk berteman lebih dekat dengan siapapun. Ais hanya berteman ala kadarnya saja karena Ais tahu bahwa akhirnya Ais akan menjadi teman yang gak baik. Sekarang Ais hanya di meja kerja Ais bersama laptop dan kerja kerja kerja. Keluar ruang hanya untuk shalat atau rapat. Itulah Ais yang sekarang setelah Ibu gak ada di kampus.

Duhai Alloh, Ais titipkan bu Eny beserta keluarganya padaMu. PenjagaanMu adalah yang terbaik. Penuhilah segala kebutuhan beliau. Bahagiakan bu Eny, yaa Alloh. Jangan buat bu Eny sedih lagi. Mohon perkenanMu menghapus luka di hati, bu Eny. Engkaulah penyembuh luka terbaik bagi hamba-hambaMu. Maafin Ais, Alloh. Jangan marah ama Ais, yaa Alloh. Ais tahu, Ais salah.

Dear bu Eny, Ibu jangan sedih lagi ya. Ibu pasti akan bahagia.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*