Belajar dari Kisah Pemilik 2 Kebun

Belajar dari Kisah Pemilik 2 Kebun

Salah satu surah yang memiliki kemuliaan tersendiri yaitu surah Al Kahfi. Dalam surah Al Kahfi ada  kisah yaitu kisahl Asabul kahfi, kisah pemilik 2 kebun, kisah Musa dan Kidr, dan kisah Dzulqornain. Empat kisah ini bercerita tentang fitnah atau ujian yang akan dihadapi manusia. Di akhir kisah ini, Alloh memberikan solusi terhindar dari fitnah dalam 4 kisah ini. Sehingga kelak Dajjal datang, Dajjal itu akan membawa 4 fitnah yang Alloh abadikan dalam 4 kisah dalam surah Al Kahfi. Sehingga orang-orang yang mempelajari surah al kahfi, insyaalloh paham bagaimana menghindari sifat dajjal.

Kisah pemilik 2 kebun adalah kisah yang bercerita tentang fitnah dunia atau itnah harta. Dan fitnah yang paling banyak menggelicirkan manusia dan melalaikan Alloh hingga lupa dengan Alloh adalah dunia dan harta. Dari dulu, orang beriman itu kalau diuji oleh Alloh dengan kesulitan dan kesusahan, rata-rata lulus. Tapi jika diuji oleh Alloh dengan dunia, hanya sedikit yang lulus. Dan kisah pemilik 2 kebun ini mengajarkan agar kita tidak termasuk orang yang terfitnah dengan jabatan, harta yang Alloh amanahkan kepada kita. Ada dua pendapat ulama yang mengatakan bahwa ini kisah tentang dua sahabat. orang pertama adalah orang paling kaya di negeri tersebut tapi kufur kepada Alloh dan orang kedua adalah orang paling miskin di negeri tersebut tapi ia beriman kepada Alloh. Dan kisah ini sering kita temukan di jaman sekarang.

Ulama mengatakan 10 juz kandungan isi qur’an adalah kisah umat terdahulu. Dan kisah yang paling lengkap dalam al qur’an adalah kisah Nabi Musa AS dan Nabi Yusuf. Tidak ada peristiwa yang terjadi pada saat ini kecuali ini adalah sejarah yang berulang hanya saja berbeda tokoh, tempat dan waktu saja. Maka seringlah mentadabburi kisah dalam al qur’an. Alloh memerintahkan Nabi Muhammad untuk sering-sering menyampaikan kisah-kisah dalam al qur’an agar mereka berfikir. Kisah-kisah dalam al qur’an adalah penjelasan terhadap setiap peristiwa kejadian yang kita alami.

Dalam surah Al Kahfi ayat 32 diceritakan seperti ini. Bagaimana mengetahui ukuran orang kaya saat ini ? Ukuran orang kaya pada masa kisah pemilik 2 kebun ini adalah bila ia memiliki satu kebun anggur. Pemilik 2 kebun ini ternyata tidak hanya memiliki 1 kebun anggur melainkan 2 kebun anggur. Setiap kebun dikelilingi dengan pohon kurma. Dan pohon-pohon anggurnya berbuah semua. Diantara 2 kebun ini, Alloh munculkan mata air agar memudahkan pemilik kebun ini untuk mengairi ke 2 kebunnya. Namun apa yang terjadi ? Ia semakin kufur, semakin jauh dari Alloh SWT.

Lalu sahabatnya yang miskin mendatangi sahabatnya untuk di nasehati. Jawaban pemilik 2 kebun “sudahlah tak usah sok pintar. Saya lebih banyak harta dibanding kamu. Jika Alloh mencintaimu, Alloh pasti buat engkau lebih kaya dari saya. Saya pun lebih banyak pengikutnya”. Ciri-ciri orang yang sudah mulai terkena fitnah harta adalah ketika ia sudah mulai ujub dengan harta yang ia miliki. Kaya bukan berarti orang tersebut dicintai oleh Alloh SWT begitu sebaliknya. Dua-duanya adalah ujian dari Alloh SWT. Ketika kita sudah mengukur kebaikan dan kesholehan seseorang dari harta yang dimilikinya dan sudah merasa jauh lebih baik dari saudara yang tidak memiliki harta maka inilah awal dari fitnah harta tersebut. Lalu apa yang harus dilakukan ? segeralah kembali kepada Alloh karena bila tidak, ia akan terjerumus pada fitnah harta yang lebih dahsyat.

Akhirnya pemilik 2 kebun ini masuk kedalam kebunnya dan merasa bahwa ia takkan jatuh miskin. Ia pun berkata bahwa “ia tidak yakin kiamat akan ada. Kalaupun kiamat ada, pasti tempat saya di akhirat akan jauh lebih baik”. Inilah fitnah harta yang jauh lebih berat. Sahabat yang miskin ini masih datang menasehati. Setiap melihat limpahan karunia yang Alloh berikan maka ucaplah “masyaalloh lakuwataillabillah”.

Malam harinya, Alloh mencabut semua nikmat hanya dalam sekejab. Alloh kirimkan angin topan yang mencabut semua pohon-pohon anggur dari akarnya. Sehingga ketika ia datang paginya, seakan-akan di tempat itu tidak ada anggur. Mata air tiba-tiba menghilang entah kemana. Lalu ia menyesali nasehat sahabatnya.

Hikmah dari kisah ini adalah pertama, ketika sang tinggi mulai disapa oleh yang mungkin rendah jabatannya dan susah untuk menoleh, maka hati-hati. Alloh secara khusus mencibir orang-orang yang susah untuk senyum. Kedua, Jika kamu mencintai sahabat mu namun ia semakin jauh dari Alloh, nasehati ia. Ketika ia tidak mendengarkan, jangan putus asa karena bisa jadi kitalah penyebabnya. Bila kita bersabar memberi nasehat kepada sahabat kita maka ketujuh kalinya Alloh akan memberikan hidayah. Namun kita sudah berputus asa yang kedua. Ketiga, ada orang yang berani meninggalkan sholatnya, subuh susah, karena mereka tidak memahami hakekat dunia. Dunia itu seperti air yang Alloh turunkan dari langit. Air ini lalu menumbuhkan tumbuhan. Tumbuhan kemudian segar lalu menguning sampai mengering lalu diterbangkan oleh angin. Inilah perumpamaan dunia. Dunia hanya sementara. Seandainya dunia dikejar oleh manusia, di sisi Alloh nilainya sama dengan satu sayap nyamuk maka Alloh tidak memberi orang kafir minum walau satu teguk.

Sumber : Ust. Ummar Makka, Lc. Kisah Sang Pemilik Dua kebun.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*