1 Bulan Bersama Dosen Magang UNPAD 2017

Sebulan telah berlalu dan berjalan begitu cepat. Perlahan mulai paham mengapa Alloh SWT mengirim saya untuk magang dosen di UNPAD. Begitu banyak pelajaran yang Alloh SWT sisipkan agar saya bisa menjadi pribadi yang lebih kuat. Terimakasih Alloh SWT untuk pengalaman yang berharga ini.

Sebelum berangkat ke Jatinangor, dalam hati saya berdoa semoga tempat tinggal saya di Jatinangor tidak jauh dari Masjid. Dan Alloh SWT kabulkan. Sama seperti di Jogja yang Masjid ada tepat di depan rumah, tempat tinggal saya di Jatinangor ini sebelahnya Masjid. Terimakasih Alloh SWT untuk kemudahan yang Engkau berikan.

Saya belajar banyak hal dari 18 teman saya dengan sifat dan keunikan masing-masing. 19 Dosen magang di UNPAD tahun 2017 ini berasal dari Sabang sampai Merauke yaitu 2 orang dari Aceh, 1 orang dari bukit tinggi, 1 orang dari Kaltara, 1 orang dari Lampung, 3 orang dari jawa timur, 2 orang dari jawa tengah, 2 orang dari Yogyakarta, 3 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Samarinda, 1 orang dari Bangka Belitung, 1 orang dari Flores, dan 1 orang dari Papua.

Perdebatan dalam diskusi kelompok dengan 19 kepala pasti terjadi. Dari sini, saya bisa belajar untuk tenang, tidak emosi, sabar dan lebih mementingkan kepentingan bersama. Menurut saya, 18 teman yang saya miliki saat ini adalah orang-orang pilihan dari Alloh SWT dan terbaik untuk saya agar saya bisa belajar banyak. Jadi saya menikmati pertemanan dengan 18 teman saya ini.

Sebulan kemarin, kami di tempatkan di Rektorat UNPAD. Saat menginjakkan kaki ke dalam rektorat UNPAD, yang terlintas di benak saya adalah seperti masjidil haram. Bentuk gedung yang lingkaran seperti sedang tawaf dengan Kabah di tengahnya. Salah satu hal yang paling saya suka dari UNPAD adalah 15 menit sebelum adzan Dzuhur dan Ashar, ada pengumuman di setiap ruang melalui speaker tentang waktu sholat dan mengajak untuk shalat jamaah. Tidak hanya itu, bila ada yang meninggal (keluarga pegawai maupun pegawai) pasti akan ada pengumuman melalui speaker. Dari sini terlihat bahwa UNPAD memang konsen untuk dahulukan Tuhan.

Ada hal yang menarik dari UNPAD. Dan saya merasakannya sejak pertama menginjakkan kaki ke Rektorat UNPAD. Apa itu?? Kucing. Di UNPAD banyak kucing dan kucingnya lain dari pada yang lain. Kucing begitu senang ada di Rektorat. Dan tidak ada pegawai yang mengganggu maupun mengusir. Jadi benar-benar kucing seperti ada di rumah nya. Dan kucingnya pun bukan kucing yang menggaruk-garuk tempat sampah atau buang kotorang disembarang tempat. Kucinnya tidur dengan manis di tangga atau di lantai. Saat orang lewat, kucing tetap saja nyaman tidur. Saya pun mendapati kucing di Fakultas Keperawatan juga begitu. Tenang, nyaman tidur di pelataran kampus dan tidak khawatir akan diusir. Ini seruu bangeet…

Soal makan, saya tidak terlalu beradaptasi karena saya bisa makan apa saja. Hanya saja penyetan di Jogja dan Semarang, gak seperti di Jatinangor. Sambal penyetan di Jatinangor manis. Ini pengalaman dari 3 warung penyetan yang saya datangi. Dan itu membuat saya untuk tidak coba-coba asal makan penyetan. Takut kecewa.

Soal ilmu yang saya dapat di UNPAD, bulan pertama ini saya belajar banyak tentang pengelolaan perguruan tinggi. Saya bisa melihat prosesi wisuda, sumpah ners, dan registrasi mahasiswa baru. Insyaalloh nanti saya share satu per satu.

 

 

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*