Jangan Berikan yang Sisa untuk Islam

Jangan sampai seusai sholat jum’at, nilai ilmu kita tentang Islam tidak bertambah. Berarti gagal sholat jum’atnya. Jangan sampai kekhusyukan sholat kita tidak bertambah. Berarti gagal sholat jum’atnya. Jangan sampai kebersamaan kita terhadap Islam dan kebersamaan keberjamaah kita dengan umat Islam tidak bertambah. Maka gagal sholat jum’atnya. Dan kegagalan yang paling puncak adalah kalau sampai nyawa kita dicabut, kematian merenggut sementara kita masih memberi yang sisa untuk Islam. Sisa waktu untuk Islam, sisa tenaga untuk Islam, sisa harta untuk Islam, sisa ilmu untuk Islam, sisa network untuk Islam, maka Anda seorang yang merugi. Padahal pesan setiap selesai sholat jum’at adalah jangan sampai nyawa merenggut kalian sementara kalian belum total dalam berIslam.

Jangan berikan yang sisa untuk Islam. Sebagian besar waktu kita untuk kepentingan Islam atau kepentingan selain Islam? Sebagian besar tenaga dan pengabdian yang kita keluarkan untuk kepentingan Islam atau kepentingan selain Islam? Istri, anak, pendidikan mereka sebagian besar untuk menuntut ilmu Islam atau bukan?

Apakah Anda ingin tahu bagaimana karir Anda ke depan? Anda ingin tahu sehebat apa kemuliaan Anda ke depan? Sangat tergantung seberapa besar yang Anda berikan untuk Islam. Contoh para Nabi dan Rasul, para Sahabat dan Tabiin, orang-orang yang sholeh, mereka tidak mau menghabiskan waktunya untuk dunia. Maka rugi besar bila pekerjaan kita, pergi pagi setelah sholat Subuh ke kantor (ini tidak salah), sore atau malam ketemu anak nonton tv lalu tidur. Hari minggu, weekend ketemu anak-anak. Nunggu akhir bulan gajian lalu kerja lagi. Begitu terus dari pagi sampai sore sebulan penuh. Nanti akhir tahun, liburan jalan-jalan dengan anak. Apakah begitu cara hidupnya para Nabi yang harus kita contoh? Apakah begitu cara Nabi mendidik para Sahabat untuk menjalani hidup?

Dalam hidup ini, contoh orang-orang yang jelas sukses dunia akhirat. Contoh orang-orang yang bahagia lahir batin. Ikuti jalan hidup orang yang mulia dari hidup sampai matinya. Contoh jalan hidup mereka. Karena itulah Islam tidak bisa bangkit gara-gara orang Islamnya hanya memberikan yang sisa untuk Islamnya. Untuk kepentingan Islam, dicari recehan yang paling kecil. Untuk kepentingan dakwah Islam, dikasih waktunya yang paling sisa. Bagaimana Islam akan bangkit?

Banyak umat Islam yang benci terhadap Islam “udahlah gak usah Islam-islaman yang penting jujur”. Nauzubillahimindzalik. Ini adalah omongan orang yang sudah alergi dengan Islam tanpa dia sengaja. “Ah yang Islam juga sama kok kaya begitu”. Nauzubillahimindzalik. dia lekatkan pada Islam dan dia sendiri yang merendahkan Islam. Jangan main-main membuat statement tentang Islam mu sehingga kamu merendahkan sendiri Islam mu itu.

Kita harus sadar bahwa kita sedang dalam kondisi kemunduran. Dalam kondisi kemunduran seperti ini, banyak orang-orang lemah dan orang-orang yang malas berfikir kemudian putus asa dan anti Islam. Penelitian dari Amerika (Forum Islamic Studies), tinggal 30 % umat Islam Indonesia yang sholat dan 70 % tidak sholat. Jangan tanya berapa yang benar sholatnya. Jangan tanya berapa yang khusyuk sholatnya. Padahal nanti pada puncak penilaian di hari kiamat, kualitas seorang Muslim itu diukur dari nilai sholatnya. Dan itu juga berarti ukuran kualitatif seorang Muslim di dunia ini dilihat dari sholatnya.

Bersambung

Sumber: Ust. Bachtiar Nasir. Jangan Berikan yang Sisa untuk Islam

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*