Karir Menghambat Jodoh ?

Karir Menghambat Jodoh ?
Karir Menghambat Jodoh ?

Ada ikhwan yang curhat, “Kang ane udah ingin banget nikah, tapi tabungan masih gini-gini aja!”

Ada akhwat yang bingung, “Kang, koq setiap ada ikhwan yang mau ta’aruf, pas tau saya udah punya posisi penting di perusahaan jadi pada mundur ya?”

Ada juga yang bilang, “Kang, aku seorang wanita tulang punggung keluarga, banyak yang mundur saat tahu beban hidupku. Gimana ya menyikapinya?”

Ayo jujur pada diri sendiri :

  • Sudah sesuaikah pekerjaan sekarang dengan apa yang diharapkan ?
  • Sudah puaskah dengan penghasilan saat ini ? Atau adakah keinginan untuk menambah penghasilan ?
  • Apa tujuan kamu berkarir ? Untuk menyambung hidup, aktualisasi atau panggilan jiwa ?
  • Sudah siapkah dengan biaya pernikahan? Rumah pertama ? Kendaraan setelah menikah ? Dan investasi lainnya..

Masalahnya, para single sebelum menikah biasanya punya problem ini :

  1. Susah nabung, banyak beli hal yang  ga prioritas.
  2. Belum nikah, udah punya hutang dan cicilan yang cukup memberatkan. Dari kredit motor, mobil, sampai KPR rumah
  3. Banyak yang sudah coba usaha, tapi malah habis modal, bahkan ditipu partner
  4. Ngabisin uang buat traveling dan have fun sama sahabat
  5. Salah investasi, akhirnya uang yang dikumpulkan bertahun-tahun hilang begitu saja

Itulah penting bagi kita untuk mendapatkan ilmu tentang karir dan finansial sebelum menikah, bahkan setelah menikah.

Jangan sampai uang menjadi awal dari kehanduran rumah tangga. Sebaliknya, jadikan kekayaan sebagai alat dan jalan kita untuk mendapatkan ridho Allah.

Ada dua titik ekstrim orang dalam mempersiapkan karir sebelum menikah.

  1. Cuek : orang yang terlalu cuek nggak ngeh dengan masalah finansial. Udah lulus kuliah cuman nyari kerja. Kerja nggak sesuai passion, yang penting dapet duit. Kerjaannya ngeluh, karena gaji selalu dirasa kurang. Pindah-pindah kerja, tapi skill ga ditambah. Sedangkan tuntutan usia makin tinggi. Dari mulai membantu orang tua sampai biaya pernikahan. Uang-uang didapat habis bahkan kurang dalam sebulan. Jangankan untuk investasi, untuk nabung aja ga ada. Pas mau nikah, nyari keajaiban. Ujungnya orang tua yang kelabakan. Hutang sana sini jadi pilihan. Nuntut calon suami atau istri memahami dan mengerti. Setelah nikah memulai rumah tangga dengan minus. Bukan sakinah yang didapat, malah perceraian di ujung tanduk.
  2. Terlalu fokus karir. Ini juga tipe orang yang kurang seimbang. Sebelum menikah sudah pandai saving. Bahkan yang belum saatnya juga dilakukan. Well prepared bagus, tapi perfeksionis membuat hati kurang bersyukur. Banyak yang sebelum menikah udah punya kendaraan, posisi strategis, gaji keren, KPR rumah. Bahkan udah punya proyeksi kedepan mau apa aja.

Tapi semua itu terasa hampa saat jodoh tak kunjung tiba. Karena calon yang datang justru malah ciut saat lihat semua keunggulan itu. Ga semua salah kamunya sih, tapi cari calon sepadan itu yang gak mudah.

Akhirnya banyak wanita karir yang sudah mapan tapi belum menikah. Ini masalah baru khususnya di daerah perkotaan. Tapi jangan sampai merasa nyaman hingga lupa dengan kodrat dan hakikat penciptaan.

Jangan sampai seperti negara Jepang dan negara maju lainnya. Yang seperti profesional tapi rapuh. Mengejar karir mentereng, stres tingkat tinggi. Tapi gak mau menikah. Ribetlah, terbatasilah, males ngurus anak lah, takut suami selingkuhlah. Akhirnya mereka akan hancur sendiri karena tak mau menikah dan punya anak.

Sumber : Kang Setia Furqon

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*