Percakapan yang Merangsang Literasi Keluarga

Percakapan yang Merangsang Literasi Keluarga

Adakah yang masih menggunakan buku komunikasi sebagai saluran komunikasi di rumah ? Atau sudah beralih menggunakan medsos untuk sekedar meminta anggota keluarga kumpul makan malam di ruang makan ? Komunikasi langsung memang meminimalisir terjadinya hambatan komunikasi dibandingkan menggunakan saluran/media.

Ketrampilan komunikasi dimulai dari mendengar, menyimak, membaca, menulis dan mempresentasikan. Rangkaian ketrampilan komunikasi tersebut membantu seseorang lebih komunikatif dalam berbicara.

Berbicara adalah cara yang sederhana dan benar-benar gratis untuk terkoneksi dengan keluarga terutama pasangan dan juga anak-anak pada tingkat yang lebih dalam. Berbicara berarti anda sedang berbagi kebijaksanaan, pemikiran bahkan hanya berbagi canda tawa.

Tak bisa dipungkiri, kalau banyak orangtua melakukan percakapan dengan anak-anak terkesan terasa memaksa atau terburu-buru. Pada kesibukan rutinitas harian yang sibuk, rata-rata orangtua bekerja terlalu lelah atau terganggu untuk memulai percakapan dengan siapa pun, apalagi seorang anak. Sebab yang tersisa hanya penat dan inginnya istirahat. Berbicara dengan anak-anak tidak harus menjadi beban. Lantas bagaiamana memicu jenis percakapan yang merangsang dan bermakna ?

Apakah Anda merindukan percakapan sehat di keluarga Anda?

Mulailah dengan menetapkan fondasi yang kuat untuk anak-anak dengan memberikan teladan bagi mereka dasar-dasar percakapan yang baik seperti

  1. Membuat kontak mata yang baik/wajar dan konsisten
  2. Menggunakan salah/sapaan yang pantas
  3. Memperluas percakapan untuk mencakup berbagai topik, sebab disini daya pikir kritis menuju literasi kritis diasah
  4. Giring anak-anak untuk melakukan kontak mata dan menggunakan sapaan yang tepat, misal orangtua yang suka mainstream tanya pada anaknya “tadi kakak belajar apa di sekolah?”, anak biasanya malas membahas pertanyaan ini. Coba katakan “Hei, nak ada kabar apa?”, dan kenalkan bahwa gaya berbicara seperti ini boleh dipakai kepada saudara atau teman sebaya. itu tidak apa-apa tetapi mengatakannya pada tetangga yang sudah tua itu tidak sopan.

Membawa anak-anak untuk memperluas percakapan dengan dialog tindak lanjut bisa jadi sulit. Untuk menerapkannya di rumah, Anda dapat terbantu dengan membuat game. Tuliskan beberapa topik percakapan pada satu set kartu indeks, kemudian bagikan kartu berdasarkan topik dan buat kelompok berdasarkan *kira-kira diskusi tersebut akan paling tepat untuk siapa, seperti teman, guru, kakek-nenek, kenalan baru, dll.

Untuk anak-anak yang lebih muda, gambar dari teman dekat dan orang-orang terkasih yang terikat pada kartu dapat membantu memperkuat topik mana yang sesuai untuk audiens atau orang tertentu.

Setelah Anda menetapkan dasar-dasar, pastikan memberi anak Anda banyak kesempatan untuk melatih ketrampilan baru mereka. Buatlah model percakapan yang baik sendiri kapanpun Anda bisa dan mencari cara aman untuk memungkinkan mereka bekerja dalam membuat kontak mata, menggunakan sapaan sopan dan terlibat dalam tindak lanjut yang sesuai. Anda bahkan mungkin membiarkan mereka menyapa orang-orang yang datang ke rumah Anda, karyawan toko ketika Anda pergi berbelanja, menunggu staf di restoran atau staf di kampur, kantor, dokter atau ruang tunggu dokter gigi (hanya jika Anda atau seseorang yang Anda percaya juga hadir, tentu saja)

Menetapkan aturan dasar yang sederhana

Saya setuju bahwa untuk menstimulasi percakapan yang lebih bermakna di rumah, waktu terbaiknya adalah ketika waktu makan keluarga. Ini adalah waktu terbaik untuk melibatkan anak-anak.

Cobalah duduk bersama untuk makan setidaknya beberapa kali seminggu (kalau bisa setiap hari mulai dari sarapan sampai makan malam). Rancang beberapa aturan dasar sederhana yang harus diikuti setiap orang di “meja makan”

  • Hadir tepat waktu
  • Matikan TV/gadget
  • Simpan dulu semua pekerjaan rumah
  • Tidak ada perangkat, ponsel, atau elektronik
  • Semua orang berpartisipasi
  • Hormat dan sopan – tidak menggoda, merajuk, cemberut atau menilai

Aturan main tersebut disosialisasikan untuk dipahami dan berguna untuk menghilangkan gangguan dari luar dan menetapkan harapan terjadinya perubahan perilaku

Anda telah menciptakan ruang dimana setiap orang dalam keluarga akan lebih cenderung berbagi dengan bebas satu sama lain. Disinilah percakapan yang bagus dimulai.

Apa yang harus dibicarakan ?

Jawabannya akan berbeda untuk setiap keluarga, tetapi Anda dapat membantu banyak hal dengan sedikit persiapan rencana lanjutan di awal.

Cetak atau tulis kartu percakapan atau daftar topik untuk disimpan di meja, pilih tema mingguan atau harian, atau beri setiap anggota keluarga pergantian untuk memilih pertanyaan atau topik untuk didiskusikan.

Bisa juga untuk memainkan game “mengenal Anda”, seperti

Jika aku menjadi……

Jika aku bisa melakukan……

Hal memalukan yang pernah aku lakukan adalah……

Apa penemuan yang kamu merasa berarti karenanya?

Jika kamu boleh melukis dinding kamarmu, warna apa saja yang dipilih?

sebutkan sebanyak mungkin makanan biru yang kamu bisa ?

Ide-ide lain untuk memulai percakapan yang “merangsang”, terutama dengan anak-anak yang lebih besar, termasuk mendiskusikan berita sesuai usia berita olahraga, tim atau pemain favorit, film atau buku favorit, liburan keluarga yang akan datang, atau rencana akhir pekan dapat memicu percakapan yang hidup. Silakan dicoba

Melibatkan anak-anak melalui “percakapan yang merangsang” dapat memuaskan bagi seluruh keluarga dan ketika dilakukan secara teratur membantu menciptakan ikatan batin yang kuat dengan keluarga. Karena kita tidak bisa tidak berkomunikasi, bahkan diamnya kita juga adalah komunikasi. Hal ini bisa anda terapkan secara lisan atau tulisan di buku komunikasi. Percayalah komunikasi menyehatkan anda!

Sumber : Bunda Susan (Susanti Agustina). Biblioterapi Tematik.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*