10 % Pasien di National Hospital Surabaya, Warga Asing

10 % Pasien di National Hospital Surabaya, Warga Asing

Fakta telah berbicara bahwa pilihan bagi bangsa Indonesia adalah memilih untuk sebagai pasar atau sebagai pemain. Dan National Hospital dengan berani membuat keputusan untuk menjadi pemain. Namun untuk menjadi pemain memerlukan dukungan finansial yang cukup karena bila tidak maka bersiaplah untuk kolaps.

Nama National Hospital terinspirasi oleh Alm. Ang Kangkung (Founder Pabrik Mobil Honda Indonesia). Adanya nama National karena ingin menjadi kebanggaan nasional bahwa masalah di negara ini bukan hanya orang miskin yang tidak mampu berobat. Namun juga masalah Indonesia yang hanya dianggap sebagai pasar.

National Hospital berdiri pada tanggal 12 Desember 2012 yang berfokus pada dua hal yaitu patient center (apapun yang dilakukan adalah untuk kebaikan pasien) dan kedua vision people (bangunan RS yang baik, equipment (peralatan) yang canggih pada akhirnya harus tetap ada  manusia yang sangat penting).

National Hospital berada di Surabaya barat yaitu area kelas atas yang ada di Surabaya. Segmen yang dituju bukan hanya Surabaya tapi Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. National hospital menyediakan semua fasilitas yang cukup canggih, layanan yang cukup lengkap dengan 220 tempat tidur dan 210 dokter spesialis dan kebanyakan sub spesialis.

Di National hospital tidak ada satupun dokter yang menulis rekam medik dengan manual melainkan dengan komputer dan systemnya di lock artinya dokter masuk ke ruangan membawa komputer onblite dan rekam medik di masukkan didalamnya. Bila dokter tidak memasukkan rekam mediknya dan login sebagai dokter maka jasa medisnya tidak akan keluar. Hal ini dilakukan demi patient safety.

Dokter menjadi kunci dalam pelayanan. 80 % dokter di National Hospital adalah dokter muda yang berusia dibawah 45 tahun. Walaupun mereka full time, tidak ada satupun yang mendapatkan gaji tetap. Jadi gaji tetap untuk dokter spesialis adalah sesuatu yang tidak efektif. Jadi National Hospital berpartner dengan dokter yang mana diarahkan untuk berinovasi agar dokter belajar bidang-bidang yang belum dimiliki. National Hospital menyiapkan dan memfasilitasi dengan berbagai fasilitas dan bekerja bersama. Dengan begitu dokter akan appreciate dan rumah sakit merasa bahwa dokter adalah satu tim. Dan manajemen RS juga bertambah nilai nya.

National Hospital sering mengirimkan satu tim yaitu dokter, perawat, radiolog, radiografer untuk belajar satu bidang selama beberapa bulan ke luar negeri. Setelah kembali, dibahas bersama. Sehingga National hospital bukan jadi rumah pekerjaannya dokter tapi pekerjaan rumah sakit yaitu bagaimana mengembangkan sebuah layanan baru.

National hospital juga ada dokter asing yang tiap 3 bulan sekali datang dalam rangka transfer knowledge. Profesor dari Jepang sering datang ke rumah sakit ini. National hospital akan mengumpulkan kasus-kasus yang sulit untuk operasi bersama-sama dengan tim RS dalam rangka belajar. Jadi dokter luar negeri datang untuk memberikan teknik baru.

70 % pasar National hospital adalah orang-orang yang biasa pergi ke Malaysia dan Singapura dan 10 % Pasien di National Hospital Surabaya adalah warga Asing. Selama 4 tahun National Hospital berusaha menjadi standar yang sama dengan RS yang ada di luar negeri. National Hospital masuk di blue ocean / area samudra biru yang mana pemainnya belum banyak namun berhadapan dengan ekspektasi yang begitu tinggi dari pasien sehingga apapun yang dilakukan National hospital harus selalu berkembang dan berinovasi.

National Hospital sadar bahwa pertumbuhan rumah sakit di level atas harus memiliki inovasi. Jadi National Hospital adalah rumah sakit pertama yang menjalankan operasi parkinson. National Hospital memiliki service excellence yang salah satunya di neuroscience. Untuk parkinson mencoba dikembangkan dengan neurosurgery yang lain. Jadi National Hospital memiliki 9 neuro surgery dan semuanya ada sub spesialisnya. karena rumah sakit ini yakin dengan cara berinovasi maka akan bertumbuh karena pertumbuhan asalnya dari inovasi. Maka rumah sakit ini terus berinovasi.

Untuk melayani pasar, National hospital terus menciptakan inovasi dan investasi. Tapi investasi pada alat saja tidak cukup. Melainkan membuat kolaborasi antara alat, tim manajemen dengan para dokter yang kuat. Tanpa itu tidak akan balance. Ada rumah sakit yang berada di segmen atas tapi hanya mengandalkan nama dokter. Nama dokter bagus tapi itu tidak cukup melainkan bagaimana image rumah sakit. Saat ini, 80 % pasien yang berobat di National Hospital adalah pasien yang memilih rumah sakitnya dulu baru memilih dokter. Inilah yang membuat National hospital optimis.

Dalam teori manajemen stategik, yang dilakukan National Hospital adalah strategi diferensiasi. Jadi menggunakan strategi yang berbeda (distinct) untuk masyarakat ekonomi kuat. Sehingga tidak tergantung pada revenue dari sumber pajak melainkan menggunakan pendekatan demand & supply secara murni.

Selama 4 tahun, dari sisi revenue growth rata-rata di 60 % per tahun. Angka ini bila dibandingkan dengan rumah sakit swasta pada umumnya, rata-rata relatif lebih kecil. Hal ini disebabkan National Hospital berfokus melayani pasar (volume tidak banyak tapi memiliki create value dan profit margin yang tinggi).

Satu tahun terakhir, National Hospital sudah kedatangan 6 dari CEO dari RS di luar negeri untuk melakukan investasi. Dulu, tidak ada orang mau membeli rumah sakit di Indonesia terutama dari Singapura karena motifnya adalah merujuk pasien. Tapi National Hospital menunjukkan bahwa rumah sakit tersebut melayani pasien yang biasa keluar negeri maka para investor datang menawarkan sebagian saham dari rumah sakit National hospital.

Ada dua motif dari investor luar negeri. pertama, para investor yang tidak bergerak di rumah sakit hanya mencari keuntungan sesaat karena industri lain sedang turun dan yang sedang naik adalah industri rumah sakit maka mereka mengambil dari industri lain untuk masuk ke rumah sakit. Bila ditawarkan seperti ini, maka rumah sakit harus berpikir ‘masak’ karena ketika suatu saat industri lain lebih baik maka bisa saja pergi. Kedua, investor membawa strategi benefit. Dan ini yang bisa dipikirkan untuk bisa berinvestasi dengan mereka. Jadi motif investor adalah value dari rumah sakit itu atau operasional atau profitnya.

National hospital memiliki pelayanan bagi para pasien yang memiliki gengsi tinggi contoh operasi bisa dilakukan di Jepang dan dilakukan oleh dokter National hospital tapi dilakukan di RS di Jepang. Ini salah satu yang ditawarkan oleh National Hospital dalam memberikan pelayanannya. Jadi satu paket yaitu pasien berangkat bersama dengan dokter National Hospital ke Jepang untuk di rujuk ke RS di Jepang tapi yang mengoperasi adalah dokter National Hospital. Ini akan lebih baik dibanding merujuk pasien ke luar negeri dan pasien kembali ke Indonesia dalam keadaan sembuh.

Saat ini, National Hospital sedang penjajakan dengan investor yang akan masuk sebagai minority. Alasan investor ini ingin masuk ke National Hospital yaitu mereka melihat ada pertumbuhan dalam potensi financial profitability jadi mereka yakin National Hospital dalam beberapa tahun ke depan mampu meningkatkan profitabilitas lagi. Sehingga Investor ini melihat value nya dan memberi strategic benefit untuk National hospital. Jadi dengan adanya investor dari Singapura, National Hospital memiliki opsi IPO nya bukan di Indonesia tapi di Singapura.

Yang menarik, pemerintah belum mensupport medical tourism. Satu sisi di dorong namun di sisi lain tidak banyak infrastruktur yang mendukung. Contoh pasien kalau berobat dari luar negeri mau datang ke Indonesia seharusnya ada kemudahan fasilitas seperti visa, tarif yang bersaing, integrasi layanan. Itu semua belum terjadi sehingga pasar medical tourism bisa seperti Thailand yang sedang berkembang sehingga bisa melayani dari luar negeri juga.

Sumber : dr. Hans Wijaya, MM, CIA. 26 Agustus 2017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*