Pemimpin adalah Cermin Wajah Organisasi

“Pemimpin hanya akan sebaik orang-orang yang dipilih, dimotivasi dan diberdayakannya” – Tanri Abeng

Hari ini saya akan membahas tentang leadership. Pembahasan topik Leadership dalam acara seminar Internasional sedang hangat dibicarakan. Terlihat dari tiga acara forum internasional yang saya baca reportase nya yaitu Forum BMJ, Forum IHI ke 26, CHEPSAA. Ketiga acara tersebut sama-sama ada materi membahas tentang leadership. Walaupun ketiga acara tersebut menangkat tema yang berbeda yaitu tentang mutu pelayanan kesehatan dan kebijakan kesehatan. Lalu, seberapa pentingkah leadership dibahas di acara Internasional yang di hadiri oleh peserta dari berbagai negara???

kapolri & kpk
Sumber : lampung.tribunnews.com

Tidak usah jauh-jauh bahas Internasional. Di Indonesia saja akhir-akhir ini sedang marak membahas tentang sikap dan tindakan seorang pemimpin. Mulai dari Presiden yang tak kunjung memberikan kepastian, Calon Kapolri yang masih keukeuh ingin menduduki jabatan Kapolri walau telah menjadi tersangka, dan para pimpinan KPK yang berbondong-bondong dijadikan tersangka untuk kasus yang sudah lama terjadi. Apakah Indonesia sedang krisis kepemimpinan?? Indonesia sedang mendapatkan ujian kepemimpinan. Pantas saja ya acara seminar Internasional di masukkan materi leadership. Hehe

“Setiap kalian adalah pemimpin dan tiap kalian mempunyai tanggung jawab terhadap yang di pimpinnya”.

(HR. Abu Daud : 2930)

Dari hadist diatas jelas bahwa kita semua adalah pemimpin. Walau misalnya kita hanya seorang bawahan, setidaknya kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri. Sehingga Robb pasti telah dengan sempurnaNya memberikan sifat-sifat kepemimpinan untuk setiap orang. Tergantung bagaimana kita menggunakan dan menjaga sifat tersebut.

Berikut saya sajikan kutipan dari para pemimpin dunia yang membuat saya makjleb. Sangat menginspirasi untuk kita semua.

J. Oswald Sanders
J. Oswald Sanders

“Kebesaran seorang pemimpin tidak datang dari mengecilkan orang lain, tetapi dari membesarkan orang lain dengan cara mengecilkan dirimu untuk melayani” – J. Oswald Sanders

Norman Schwarzkopf
Norman Schwarzkopf

“Leadership adalah kombinasi amph antara strategi dan karakter. Tapi jika engkau diharuskan meniadakan salah satunya, tiadakan saja strategi”. – Norman Schwarzkopf

Orrin Woodward
Orrin Woodward

“Pemimpin biasa selalu meningkatkan kualitas dirinya sendiri; pemimpin yang baik meningkatkan kualitas orang lain. Pemimpin luar biasa memberi inspirasi kepada orang lain untuk meningkatkan kualitasnya sendiri”. – Orrin Woodward, LIFE

Kutipan Orrin sama seperti yang dilakukan oleh Pendiri PT. Sri Rejeki Isman, Tbk. H. M. Lukminto yaitu seorang pemimpin perlu menurunkan semua ilmu dan jurus leadership-nya termasuk soft skill nya kepada penggantinya. Selain itu, melatih dan memberikan kepercayaan kepada penggantinya untuk mengambil keputusan. Ditambah membudayakan sikap jujur dan adil dalam organisasi (ini nih key point). Seandainya semua pemimpin organisasi bisa seperti Pak Lukminto pasti akan semakin berkembang dan pesat Indonesia.

Dari penjelasan di atas, sudah bisa dilihat bahwa untuk menjadi seorang pemimpin itu, hebat. pake banget… Terlihat bahwa pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin yang benar-benar memikirkan orang lain diatas kepentinganya sendiri. Seperti Baginda Nabi Muhammad SAW yang di pesan terakhir sebelum wafat menyebut umati… umati… umati… (Mari bershalawat untuk Baginda Nabi Muhammad SAW).

arief yahya
Arief Yahya

Dari Perusahaan tekstil, mari kita pindah ke pemimpin Telkom. Menurut Arief Yahya yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pariwisata mengatakan dalam majalah Indonesian Leaders “kebanyakan orang hanya fokus ke strategi atau manajemennya saja. tidak salah, tapi dia akan menjadi perusahaan yang hanya baik. Tapi baik saja tidak cukup, kita harus hebat. Untuk bisa menadi hebat, manajemen saja tidak cukup, strategi saja tidak cukup. Harus ada Leadership baru dia (perusahaan) bisa jadi hebat”.

Ada yang menarik perhatian saya. Dalam diskusi kepemimpinan, Arief Yahya sering mendapatkan pertanyaan : Apakah kita harus memilih leader yang bagus terlebih dahulu, agar ia membangun sistem yang bagus ataukah sebaliknya? Membangun sistem yang bagus dulu agar sistem itu menghasilkan leader yang bagus?

Arief Yahya berpendapat “Bukan menetapkan strategi dulu tetapi memilih orang-orang dulu. Arief yakin bahwa great leader dan great people inilah yang bisa membuat strategi. (Sumber : Majalah Indonesian Leaders).

Jujur, untuk membahas tentang leadership tidak akan cukup dengan satu tulisan. Ada banyak hal yang ingin saya tulis terkait teori leadership dengan kenyataan dari apa yang pernah saya alami langsung tentang leadership.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*