Mengenali Perasaanmu

mengenali perasaanmu

Kali ini saya akan ajak kamu untuk mengenali perasaanmu saat ini. Apakah kamu telah jatuh cinta ? Bayangkan orang yang saat ini sedang dekat atau sedang kamu harapkan untuk menikah dengannya. Ada lima belas pertanyaan di bawah ini dengan memilih salah satu pilihan berikut : Ya, mungkin atau tidak. Sudah siap ?

Beri nilai 10 untuk jawaban YA. Nilai 5 untuk jawaban MUNGKIN, dan nilai 0 untuk jawaban TIDAK.

  1. Bila sedang tidak bersama-sama, apakah kamu selalu membayangkan atau melamunkan dirinya?
    Ya/Mungkin/Tidak
  2. Apakah kamu selalu memikirkan si dia di mana pun kamu berada? Ya/Mungkin/Tidak
  3. Apakah kamu merasa marah bila seseorang menertawakan dan menghina si dia? Ya/Mungkin/Tidak
  4. Apakah ada perasaan berdebar dan berbunga-bunga saat kamu bertemu atau sedang bersama si dia? Ya/Mungkin/Tidak
  5. Apakah menurutmu si dia adalah orang yang paling sempurna dibanding orang lainnya yang pernah kamu jumpai? Ya/Mungkin/Tidak
  6. Bila akan bertemu dengannya, apakah kamu selalu berusaha untuk berpenampilan sebaik mungkin? Ya/Mungkin/Tidak
  7. Apakah kamu merasa cemburu saat mengetahui ada orang lain yang mencintai dirinya? Ya/Mungkin/Tidak
  8. Apakah hatimu pernah merasakan sakit seperti ditusuk-tusuk, karena mengkhawatirkan atau mencemburui dirinya? Ya/Mungkin/Tidak
  9. Apakah kamu merasa gelisah jika tidak segera bisa bertemu dirinya? Ya/Mungkin/Tidak
  10. Apakah kamu sering menunggu-nunggu si dia menelpon atau menunggu si dia mengajakmu ngobrol melalui chatting ? Ya/Mungkin/Tidak
  11. Seandainya si dia mengirimkan hadiah yang romantis, apakah kamu merasa bahagia dan akan memperlihatkannya kepada teman-temanmu? Ya/Mungkin/Tidak
  12. Pernahkah kamu merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa karena memikirkan si dia? Ya/Mungkin/Tidak
  13. Apakah kamu rela melakukan apapun untuk membahagian si dia? Ya/Mungkin/Tidak
  14. Apakah kamu menyebut namanya dalam doamu karena berharap si dia selalu bersamamu? Ya/Mungkin/Tidak
  15. Apakah kamu merasa si dia adalah orang yang sangat mengerti tentang dirimu? Ya/Mungkin/Tidak

Sekarang, hitung nilaimu dengan cara :

Jika nilaimu :

0-40 = hubungan kamu dengan si dia di level satu

45 – 75 = hubungan kamu dengan si dia di level dua

80 – 120 = kamu sedang berproses menuju jatuh cinta, hampir level tiga

125 – 150 = hubungan kamu dengan si dia ada di level tiga

Apa itu level satu, dua dan tiga ?

Ada tiga level perasaan laki-laki dan perempuan pada interaksi di antara mereka. Tahap pertama dari perasaan seseorang kepada pasangan jenisnya adalah simpatik atau tahap ketertarikan yaitu respons dan apresiasi positif kepada pasangan jenis. Misalnya seorang perempuan mengatakan “saya senang bergaul dengan budi, karena orangnya baik dan bisa dipercaya”. Atau seorang lelaki mengatakan “saya senang berteman dengan lina, karena orangnya ramah dan pandai berkomunikasi”. Perasaan tahap pertama ini bersifat masih sangat umum walaupun sudah mengarah kepada respons dan apresiasi yang positif.

Apabila perasaan simpatik ini dipelihara, ditambah dengan adanya interaksi dan komunikasi yang rutin serta intensif maka memiliki peluang

untuk meningkat kepada tahap kedua, yang saya sebut sebagai tahap kecenderungan hati. Pada tahap ini, seseorang mulai mendefinisikan perasaannya kepada pasangan jenis, tapi belum sampai memastikan. Misalnya seorang lelaki mengatakan “saya cocok kalau menikah dengan wati, dia adalah tipe perempuan idaman saya”. Artinya lelaki ini telah memiliki kecenderungan hati kepada wati. Sifat perasaan pada tahap kedua ini masih cenderung rasional, masih bisa dikendalikan dan masih bisa menerima masukan.

Apabila kecenderungan hati ini dipelihara, ditambah dengan adanya interaksi rutin serta intensif, akan memiliki peluang untuk memasuki tahap ketiga yaitu jatuh hati atau tahap ketergantungan hati. Sebagian orang menyebutnya dengan jatuh cinta. Pada tahap ini, seseorang telah memastikan hubungan dengan pasangan jenis yang diharapkan menjadi pendamping hidupnya. Seorang lelaki mengatakan “Dian adalah satu-satunya perempuan ideal bagiku, tiada yang lain. Saya akan menikahinya”. atau seorang perempuan mengatakan “Karim adalah satu-satunya lelaki ideal bagiku. Rasanya aku tak sanggup berpisah dengannya”.

Kondisi tahap ketiga pada tahap ketiga ini, seseorang sudah sulit menerima masukan dari orang lain. Apabila dikatakan kepada seorang perempuan, “hati-hati kamu berinteraksi dengan Andi. Dia itu tipe lelaki playboy, suka berganti-ganti pacar”. Pada tahap ketiga ini, perempuan tersebut akan melakukan pembelaan secara emosional, tidak rasional. Biasanya dia akan mengatakan “Kamu tidak mengerti siapa Andi. Aku yang lebih mengerti tentang Andi. Dia tidak seperti yang kamu tuduhkan”. Pada tahap ini, seseorang sudah terinfeksi oleh orang yang dicintainya.

Segala sesuatu yang dimiliki, disukai, atau kebiasaan seseorang yang dicintai, akan selalu menjadi perhatian secara spontan. Suara motor, suara mobil, bahkan bunyi klakson akan sangat dikenalinya. Seseorang yang jatuh cinta memiliki energi, semangat, dan pengorbanan yang besar, tanpa perhitungan. Dia bisa telepon berjam-jam, yang berarti menghabiskan banyak pulsa dan banyak waktu, namun tidak terasa dan tidak dihitung sebagai kerugian. Dia tidak merasa capek untuk mengantar kekasihnya kemana pun pergi.

Situasi orang yang jatuh cinta itu tidak rasional. sebaiknya ketika kamu memutuskan untuk menikah dengan si dia, kamu harus berada pada kondisi yang masih rasional, pada saat hubungan kamu dengan si dia belum sampai pada tahap ketiga. Dengan demikian, semua masih bisa dipertimbangkan, tidak membabi buta. Kamu masih bisa memperbincangkan, mendiskusikan, memusyawarahkan soal pilihan pasangan hidup kamu dengan orang-orang yang kamu percaya. Saat mengambil keputusan menikah, harus berada dalam situasi bisa dipertanggungjawabkan dan berada dalam kesadaran yang utuh.

Jangan biarkan hati dan pikiranmu dikuasai syahwat yang menjerat akal sehat sehingga tidak bisa lagi berpikir secara jernih. Ingat, menikah adalah untuk selamanya. Menikah itu tidak boleh diberi catatan kaki “jika tidak cocok, kita bisa bercerai”.

Dalam ajaran agama, perceraian adalah perbuatan halal yang dibenci Tuhan. artinya agama mempersulit jalan untuk perceraian namun mempemudah jalan untuk pernikahan. Biarlah hati bersih dan akal sehat kamu menimbang secara jujur tentang pilihan pasangan hidup yang akan mendampingi kamu selama-lamanya.

Jika masih di level rasional atau sebelum level 3, kalian disarankan untuk menikah. Bagaimana jika sudah sampai level ketiga ? Menikahlah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*