Al Haliim. Alloh Maha Penyantun

Nama Alloh Al Haliim diambil dari firman Alloh dalam Al qur’an “Seandainya Alloh langsung menghukum atas perbuatan dosan hambaNya maka tidak akan ada satupun makhluk Alloh yang bernama manusia yang ada di muka bumi ini”. Ada orang yang berbuat dosa dan pantas menerima hukuman tapi Alloh menunda menjatuhkan hukuman padahal orang ini berhak mendapatkannya. Itulah nama Alloh Al Haliim, Alloh Maha Penyantun.

Jika Alloh tergesa-gesa menghukum manusia maka tiada nama Alloh Al Haliim. Tapi jika ada orang yang menunda untuk menghukum orang yang bersalah dalam rangka untuk memberikan hukuman yang lebih besar maka itu bukan Haliim tapi itu kebencian. Dan Maha suci Alloh yang memiliki sifat kebencian itu. Kadang-kadang orang menunda untuk menjatuhkan hukuman kepada orang yang bersalah boleh jadi karena dia lemah untuk menghuum saat itu atau boleh jadi dia sesungguhnya orang yang kuat tetapi menunda untuk menghukum agar orang yang salah ini berbuat kesalahan yang lebih besar sehingga dia nanti akan menghukum dengan hukuman yang lebih dahsyat. Tapi Alloh SWT tidak memiliki kebencian terhadap hambaNya. Alloh tidak memiliki dendam kepada hambaNya yang berdosa. Karena Dia adalah Al Haliim yang menunda hukuman padahal Dia berhak bukan karena Dia lemah tapi karena Dia maha menunda hukuman untuk memberikan kesempatan kepada hambaNya untuk bertaubat. Sehingga kita tahu betul betapa nikmat kesempatan yang Alloh berikan kepada kita. Bukan karena kita orang sholeh, bukan karena kita orang baik, bukan karena kita tidak pantas dihukum tapi Dia Maha Haliim. Dia santun kepada kita.

Sekolah didirikan untuk mendidik siswa-siswanya untuk menjadi anak yang hebat dan berprestasi. Apabila di sekolah ada peraturan siswa yang tidak masuk selama 2 minggu maka akan dikeluarkan dari sekolah. Lalu ada siswa yang tidak masuk tanpa kabar. Apa mungkin sekolah akan langsung mengeluarkan anak ini? Tidak. Tapi pasti akan diberikan kelonggaran. Wali muridnya dipanggil. Seandainya hukum itu langsung diberlakukan pada setiap siswa yang bolos 2 minggu maka niscaya akan banyak yang dikeluarkan dari sekolah. Tetapi sesungguhnya sekolah itu didirikan bukan untuk mengeluarkan anak dari sekolah melainkan untuk mendidik anak-anak menjadi baik. Alloh juga menunda hukuman itu. Karena Dia berharap kita menjadi ahli surga, mendapat rahmatNya.

Alloh menciptakan kita untuk membahagiakan kita, untuk memasukkan kita ke surga, bukan untuk menyiksa kita karena itu ketika kita melakukan dosa dan kesalahan, Alloh tidak tergesa-gesa untuk menyiksa kita karena Dia al Haliim. Alloh berfirman “kalau bukan karena kalimat yang telah Aku tetapkan kepada diriKu pastilah manusia itu akan segera disiksa disebabkan dosa-dosa yang telah dia lakukan”. Apa kalimat yang telah Alloh tetapkan yang menghalangi Alloh untuk menyegerakan siksa yaitu rahmatKu mendahului murkaKu.

Alloh berfirman “Alloh tidak akan peduli kepada kalian kalau bukan karena doa dan permohonan kalian”. Seandainya bukan karena Alloh ingin memasukkan kita ke surga, pastilah Alloh langsung menghukum kita. Dalam hadits Qudsi, Alloh berfirman “Wahai hambaKu, engkau punya kewajiban kepadaKu. Aku punya kewajiban kepadamu yaitu memberi rezeki. Apabila engkau menyalahi kewajibanmu padaKu, Aku tidak pernah akan menyalahi kewajibanKu padamu”.

Dalam hadits Qudsi yang lain, Alloh berfirman “Jika manusia yang berdosa itu mau bertaubat, Aku adalah kekasih mereka yang senantiasa menunggu mereka untuk datang kepadaKu. Jika manusia itu enggan untuk bertaubat, Aku juga dokter yang bisa mengobati mereka. Tidak langsung Aku siksa tapi Aku obati mereka dengan menimpakan musibah-musibah untuk mengobati mereka dari aib-aib mereka”.

Ketika seorang anak melakukan perbuatan salah dan menyimpang, Ayah Ibunya pasti membenci perbuatannya. Tapi tidak mungkin dibayangkan oleh kita ada seorang Ayah Ibu membenci anaknya. Maka Alloh tidak pernah membenci hambaNya yang berbuat dosa. Yang Alloh benci perilakunya.

Ingatah bagaimana santunNya Alloh kepada kita dan hendaklah kita berlatih untuk memiliki sifat santun, tidak segera menghukum.

Sumber : Ust. Jumharuddin, Lc. Asmaul Husna TV One 17 Mei 2015.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*