Keberanian Untuk Menyatakan

Keberanian Untuk Menyatakan
Keberanian Untuk Menyatakan

Pernahkah Anda kesal saat mengikuti jalan cerita drama ? Dimana salah satu atau beberapa pemeran tak berani jujur dengan perasaannya. Akhirnya sudah bisa ditebak. Akan ada hati yang terluka, minimal kecewa. Tapi itu salah dia sendiri. Kenapa ia tak berani mengungkapkan perasaan pada seseorang yang ia sukai ?

Bagaimana kalau aku adalah seorang wanita ? Apa salahnya? Bukankah ibunda Khadijah telah memberanikan keteladanan yang mulia, minta Muhammad melamarnya, tentu lewat perantara orang yang dipercaya. Tak semua yang berani menyatakan pun mudah mendapatkan jodoh, namun kemampuan komunikasi dan keberanian mengungkapkan perasaan itu yang patut di apresiasi.

Kalau kau cuma memberikan kode, memang apakah kodemu sama dengann cara dia menangkap pesan ? Kalau kau cuma menyatakan dalam hati, lalu bagaimana mungkin ia tahu perasaanmu? Sekarang, daripada kau terus menerus berada dalam keputusasaan, lebih baik kuatkan mental, untuk menyatakan perasaan.

Kalau kau lelaki, datangi segera calon mertuamu. nikmati lika liku prosesnya. Kelak kau justru akan merindukan momen seperti ini.

Jika kau seorang wanita dan ada yang sudah kau suka, carilah seseorang yang dipercaya untuk menyampaikan perasaanmu pada lelaki harapanmu.

Tapi ingat sekali lagi, urusan dia menerima atau tidak, urusan jadi menikah atau tidak, itu hak prerogatif Alloh. Tugas kita hanyalah ikhtiar, dan percayalah, semua ikhtiar yang kau jalani sudah dicatat sebagai amal sholeh, asalkan niatnya menikah karena Alloh.

Jadi siap berani menyatakan perasaan ?

Sumber : Setia Furqon Kholid.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*