Turunkan Gubernur Papua

“Keberhasilan adalah milik anak buah. Tapi kegagalan adalah tanggung jawab perwira”. Quote tersebut saya dapat dari teman saya. Dan cocok bila ingin menggambarkan kondisi yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua. Malam ini, saya menonton kabar petang tvone yang sedang mewawancarai Gubernur Papua. Dan langsung terpintas ingin menulis dengan judul turunkan Gubernur Papua. Kenapa demikian ??

Menurut saya, adanya KLB gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat yang menewaskan lebih dari 6o jiwa bukan kesalahan Kemenkes sepenuhnya. Terlalu jauh bila menyalahkan Kemenkes karena Kemenkes tidak hanya mengurusi satu provinsi melainkan 34 provinsi. Karena itulah ada seorang Gubernur yang mengurusi di tiap provinsi.

Mungkin tulisan saya ini terlihat menyalahkan. Seharusnya saya memberikan solusi. Dan menurut saya, solusi saya adalah ganti pemimpin di Papua. Mau itu Gubernur, Walikota, Bupati dan Kepala Dinas kesehatan. Mengapa ? Karena telah terjadi KLB yang telah menewaskan jiwa-jiwa. Ini bukan masalah kecil, kawan.

Saya sangat paham bahwa tugas seorang pemimpin tidak mudah. Berat karena banyak yang dipikirkan. Ayah dan Ibu saya sudah pernah merasakan sebagai seorang pemimpin dalam Institusi. Mereka berdua berangkat setelah Subuh dan pulang malam saat menjadi pemimpin. Karena mereka tahu beban di pundak mereka berat dan harus bertanggungjawab.

Ada tulisan saya tentang kepemimpinan yang bisa di cek disini

Saya memberikan contoh kasus tentang kematian Ibu anak di Yogyakarta. Sekitar tahun 2013-2014 kematian ibu dan anak di Yogyakarta tinggi. Tingginya melebihi standar di Indonesia. Sehingga Prof. Laksono dan tim turun langsung mengatasi hal ini. Beliau mengajak semua yang berperan dalam meningkatnya kematian Ibu Anak. Mulai dari mengundang dokter spesialis, dinas kesehatan hingga Bupati.

Dan saya ingat, Kabupaten yang tinggi kematian Ibu anaknya adalah kulon progo. Bupati Kulon progo, Pak Hasto merasa tertampar karena beliau adalah dokter spesialis obgyn dan istri beliau dokter spesialis anak. Tapi kematian Ibu Anak tertinggi malah ada di wilayah beliau. Beliau sebagai pemimpin daerah benar-benar bertanggungjawab mengatasi masalah ini. Dan akhirnya kematian Ibu dan Anak di Kulon progo dapat di tekan bahkan menjadi kematian yang paling rendah dibandingkan kabupaten lain dan kota di Yogyakarta. Pak Hasto hanya sebagian pemimpin yang bagus di mata rakyatnya termasuk saya. Masih banyak pemimpin di tanah air yang seperti pak Hasto.

Dari kisah di atas, kita bisa melihat bahwa sosok pemimpin mampu merubah keadaan yang tidak baik menjadi baik selama pemimpin tersebut memiliki rasa tanggungjawab, semangat menyelesaikan masalah dan siap menerima konsekwensi yang di timbulkan.

Saya memang belum pernah menginjakkan kaki di tanah Papua. Jadi mungkin saya tidak seharusnya menjudge pemimpin daerah Papua. Apapun daerah dan kondisinya, saya masih berprinsip bahwa pemimpin yang memiliki tanggungjawab dan komitmen pada rakyatnya maka akan makmur rakyatnya. Seperti pak Jokowi yang bertanggungjawab dan konsen pada infrastruktur di Papua. Pak Jokowi tidak bisa mengurus Papua seorang diri. Beliau butuh bantuan Gubernur dan pemimpin daerah yang juga peduli seperti Pak Jokowi.

Nantikan tulisan saya tentang penyebab campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat Papua. Beserta solusinya.

Pages

Posts by category

My Templates

Ads

 

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*