Al Qorrib & Al Mujiib. Alloh Maha Dekat & Maha Mengkabulkan

Orang yang yakin kepada Alloh akan jauh lebih mudah untuk tenang, untuk taat, patuh, pasrah, untuk taubat. Siapapun yang mengenal Alloh akan lebih tenggelam didalam mensyukuri karunia daripada lelah oleh keinginannya karena dia tahu bahwa syukur lah yang mendatangkan tambahan karunia bukan sibuknya keinginan kecuali keinginan yang menambah syukur. Tidak ada kesepian bagi yang mengenal Alloh. Kesepian hanyalah milik orang-orang yang belum mengenal Alloh. Kalau dia tahu bahwa “Dan Dia bersamamu dimanapun kamu berada”, di siang, malam, keramaian, kesendirian sama saja ada Alloh. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang diizinkan Alloh marifat kepadaNya. Aamiin.

Surat Al Baqarah ayat 186 “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku maka jawablah maka bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan doa, permohonan, orang yang berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu dalam kebenaran”. Surat Ghafir ayat 60 “Berdoalah kepadaKu niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri bukan dari menyembahKu akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina”.

Dua ayat diatas seharusnya membuat kita tidak boleh ragu untuk meminta kepada yang Maha Dekat. DekatNya Alloh dengan kita beda dengan dekatnya makhluk yang selalu membutuhkan jarak. Alloh Maha dekat dengan caraNya. Yang pasti semuanya segalanya diurus oleh Alloh. ilmuNya menyelimuti kita. Bahkan Alloh mengetahui “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat leher”. Jangan membayangkan Alloh ada pada tubuh kita tetapi Alloh mengetahui bukan hanya leher kita, setiap sel yang ada di tubuh kita. Karena setiap sel yang ada di tubuh ini adalah ciptaanNya dan Dialah Alloh yang mengurus.

Rasulullah dalam sebuah perjalanan. Kami dahulu pernah bersama Nabi SAW dalam sebuah perjalanan tiba-tiba para sahabat bertakbir dengan suara keras lalu Nabi SAW bersabda “kasihanilah diri-diri kalian, sesungguhnya kalian tidak menyeru kepada Dzat yang tuli dan ghaib. Sesungguhnya kalian menyeru kepada Dzat yang Maha Mendengar, Maha Dekat dan Dia bersamamu”.

Kalau kita sudah tahu Alloh Maha Dekat mau apa kita banyak curhat kepada orang yang jauh. Sedih hati, putar telepon padahal Alloh Maha Dekat, Maha Menghibur. Hanya Dia yang bisa menenangkan. Sekarang yang ditelpon sedang stress karena banyak masalah. Orang yang kita telepon, dia sendiri tidak bisa mengatasi masalahnya sendiri tanpa pertolongan Alloh. Buat apa kita menghiba belas kasihan orang sedangkan Alloh yang Maha Pengasih memperhatikan kita “Dan Dia bersamamu dimanapun kamu berada” seharusnya kita asyik saja. Ada masalah, ambil wudhu karena itu yang disukai Alloh. Gelar sajadah, sholat sunnah dua rakaat. Sebelum telpon siapapun makhluk-makhlu yang lemah dan bodoh, ke Alloh dulu. “Duhai Alloh yang Maha Hidup. Wahai yang Berdiri Sendiri mengurus segala-galanya dengan rahmatMu, tolong saya ya Alloh. Perbaiki urusan saya semuanya ya Alloh. Dan jangan serahkan kepada saya walau sekejap mata”.

Ada air mata menangisi masalah, nyeseknya lama. Karena dia tidak ridho dengan masalah yang ada. Tapi kalau air mata menangisi dosa, itu cepat leganya hati walaupun masalahnya belum selesai. Kenapa lega hati? Karena janji Alloh bagi yang taubat. Dan Alloh tahu kita nangis karena apa.

Tidak ada yang lebih dekat selain kekuasaan Alloh. Kita tidak bisa celaka tanpa izin Alloh. Nyamuk tidak bisa menggigit tanpa izinNya. Ular tidak bisa mematuk tanpa izinNya. Batu tidak bisa mengenai kepala kita tanpa izinNya, rambut tidak bisa jatuh tanpa izinNya. Tidak ada yang bisa terjadi pada tubuh ini tanpa izin pemilik, pencipta, penguasaNya.

Dengan yakin bahwa Alloh Maha Dekat pasti tahu apapun yang kita lakukan. Tidak ada yang tersembunyi. Dimanapun, kapanpun. Orang yang tahu semua takdir milik Alloh, tidak berefek oleh janji orang. dia tahu bahwa Alloh lah yang memutuskan bukan janji orang yang memutuskan.

Sumber: Aa Gym. Kajian Asmaul husna ‘Al Qorrib & Al Mujiib (Allah yg Maha Dekat & Maha Mengkabulkan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*