Tahapan mendidik Anak Perempuan

Tahapan Mendidik Anak Perempuan

Seperti tulisan sebelumnya, tujuan utama mendidik anak perempuan yaitu menjaga kesuciannya (kekuatan untuk menahan diri dalam segala situasi) dan mencetak lelaki hebat (suaminya, anaknya, ayahnya atau orang lain) namun tidak ingin tenar atau haus popularitas. Surah An Nahl ayat 78 “Dan Alloh mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur”. Bukan tanpa sebab Alloh memberikan isyarat. Pertama kali yang aktif di dalam organ manusia disaat ruh nya di tiup ke perut sang Ibu yaitu pendengarannya dulu. Anak sudah mendengar ibunya saat kehamilan 4 bulan sang Ibu.

Umur 0-3 tahun. Emosi seorang Ibu menentukan kualitas janinnya saat dia tumbuh nanti yaitu pada saat menjelang ABG. Maka dalam Islam, kehamilan seorang ibu menentukan kualitas bayinya. Sehingga kehamilan harus bahagia. Penelitian di Denmark “ibu yang hamil dalam keadaan stress, depresi, tertekan memiliki dua dampak yaitu sel otak bayi cenderung luruh/rusak dan emosi anak menjadi baperan/ngambek/sensitif”. Kedua, menyusui yang menyenangkan. Ketiga, di sunnahkan di khitan yang harus diketahui oleh ahlinya. Kenapa? Agar menjadi seorang istri yang tidak agresif karena rangsangan perempuan ada di clitorisnya. Keempat, berlimpah cinta dan kasih sayang dari ibunya. Anak harus merasakan zona nyaman agar ia bisa memberikan efek positif saat ia menjadi perempuan dan ibu. Indikator ibu telah sukses menjalankan fungsinya sebagai ibu bila anak menempel pada ibunya. Justru bahaya bila umur ini anak tidak dekat dengan ibunya. Pada umur ini, jangan fokus ke ASInya melainkan belaiannya. Pada fase ini banyak membelai dan memeluk khususnya bagian punggungnya. Kecerdasan anak wanita adalah kecerdasan emosi dan bisa mengelola perasaannya sendiri. Tugas ayah adalah menyenangkan istri.

Umur 3-7 tahun Anak sudah mulai muncul ego nya. Kuatkan hubungan dengan ayah. Ayah mengajak bermain justru menunjukkan role model. Kenapa ? Karena ayah akan menjadi sesuatu yang pertama kali dikenal setelah ibunya. Ayah menjadi lelaki pertama yang dicintai bagi anak wanitanya. Dengan begitu, ia tidak akan mudah jatuh cinta ke sembarang lelaki. Dia hanya akan jatuh cinta yang mirip dengan ayahnya. Inilah yang dialami oleh Fathimah. Ayah yang dekat dengan anak wanitanya akan menjadi pagar yang tidak mudah jatuh cinta. Gagal dekat dengan ayah maka kita sedang membuat satu yang hilang dari wanita yaitu kebutuhan cintanya akan dipenuhi oleh lelaki lain yang belum tentu lelaki baik. Pada umur ini, anak perempuan sudah harus ditanamkan rasa malu. Bagaimana ? Yaitu mempermalukan anak disaat yang tepat seperti mengatakan “iihh malu ah”. Ketiga,menjaga fase egonya karena anak cenderung egois/tidak mau berbagi. Agar ia dapat mempertahankan dirinya. Keempat, memperkenalkan mana yang saudara, teman, orang asing, kenalan. Agar dia membuat garis lingkaran. Kelima, kenalkan tiga jenis sentuhan yaitu pantas (yang boleh dilakukan kepada anak baru baligh ke siapapun lawan jenis dari kepala sampai pundak), meragukan (anak harus menolak sekitar punggung sampai perut) dan tidak pantas (bagian yang ditutup baju renang). Keenam, menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan.

Umur 7-10 tahun, membiasakan sholat dan puasa. “Setiap amal ada waktunya. Setiap waktu ada amalnya”. Hukum anak di umur 10 tahun bila tidak mau sholat karena selama 3 tahun (dari umur 7 tahun) telah diajari dan dibiasakan sholat. Kedua, membiasakan berhijab, Ketiga, ajarkan anak untuk menulis diary. Perempuan bila berdua akan menjadi mantep. Kalau sendiri, ia akan ragu-ragu. Karena itu, perempuan tidak akan berani menggugat cerai kecuali ada pihak yang mendukungnya walau cuma satu orang. Perempuan itu harus dikuatkan. Perasaan yang kuat harus dikontrol dengan menulis. Wanita memiliki kecenderungan keluh kesah. Se-Sholehanya Maryam tetap terlihat keluh kesah seperti dalam surah Maryam ayat 23 “Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata ‘wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan”. Fitrahnya wanita adalah curhat. Namun, curhatnya wanita akan selamat bila dicurahkan kepada yang benar yaitu Alloh (seperti Maryam), kepada yang berhak, memiliki kemampuan menulis. Perempuan yang suka menulis, emosinya cenderung stabil. Keempat, memiliki kelompok bermain. Dia akan membangun kemampuan sinergis. Kelima, sudah memiliki daily rundown. Agar tidak resah dan melakukan sia-sia. Lima hal yang akan dilakukan anak bila tidak memiliki daily rundown adalah tidur, main game, main gadget, nonton tv, makan yang banyak, dan gangguin adiknya.

Umur 10-15 tahun, memiliki kamar sendiri (terpisah dari saudara laki-laki atau ayahnya) karena persiapan mau baligh. Memiliki kawan akrab yang baik. Fokus kepada hafalan quran karena hiburan bagi wanita penting dan quran hiburan alternatif pengganti musik. Memiliki skill bela diri. Melibatkan dalam urusan rumah tangga. Melibatkan dalam aktivitas sosial.

Umur 15-pra nikah, persiapan menjadi istri dan Ibu mulai belajar memasak dan memijat. Latihan mengasuh anak kecil (adik atau keponakan). Magang ngajar (TPA atau TK). Program membaa satu buku per pekan. Aktif dalam kajian

Sumber : Ust. Bendri. Mendidik Anak Perempuan.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*