Di Balik Surat Ar-Rahman

Panti asuhan la tahzan

Hari ini, dua kali saya mendengar surat Ar Rahman diperdengarkan yaitu saat anak yatim melantunkannya dan saat pak Ustad ceramah tarawih. Surat yang sangat khas karena Alloh SWT mengulang sebanyak 31 kali kata “Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?)”. Dan aku mencoba untuk menelusurinya mengapa hari ini Alloh SWT seperti sengaja ingin agar aku bisa lebih memahaminya.

Lalu kisah apa di balik Surat Ar Rahman ? Di Balik Surat Ar Rahman, ada Kata “Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani” sebanyak 31 kali di ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40,42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77.

Tepat hari ini, saya mendapatkan informasi bahwa saya tidak lolos dana hibah penelitian dari kopertis. Awalnya sedih tapi langsung lupa karena hari ini harus mempersiapkan ke panti asuhan untuk mengirimkan buka puasa. Saat shalat Ashar, bicara dalam hati mempertanyakan lagi kenapa saya tidak lolos. Dan jatuh pada jawaban Alloh SWT sudah atur dengan sangat baik termasuk tidak lolosnya saya. Dan setelah Ashar, pergilah saya dan teman-teman kantor ke panti asuhan.

Saat di acara, perwakilan anak panti melantunkan surat Ar Rahman. Dan saat anak tersebut tiba di ayat “Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani” entah mengapa air mata ini menetes. Serasa ingin memberitahukan bahwa tidak bersyukurnya saya. Tidak lolosnya saya di dana hibah bukan berarti Alloh SWT tidak sayang dan cabut seluruh nikmatNya untuk saya. Saat itu, aku pun kembali bangkit. Tak mempertanyakan lagi ketentuan Alloh SWT.

Setelah selesai dari panti asuhan, aku pun meluncur ke Masjid untuk shalat tarawih. Dan lagi-lagi ayat “Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani” di Surat Ar Rahman terdengar di telinga saya. Pak Ustad mengatakan bahwa nikmat terbesar yang Alloh SWT berikan adalah nikmat Iman dan Islam. Ahh… lagi-lagi saya nangis karena ayat tersebut.

Alloh SWT benar-benar serasa ingin memberitahukan ke Saya agar saya tidak bersedih karena Alloh SWT sangat sayang karena sudah memberikan saya nikmat Iman dan Islam. Alloh SWT memang selalu begitu. Selalu saja membuat hambaNya mewek tak berdaya dengan kasih sayangNya.

Setelah sampai di kost, baru beberapa menit sampai di kamar, ibu kost ketuk pintu. Saya pun keluar. Dan beliau tanya “tadi buka di kampus ya?” Saya jawab “iya, ibu”. Beliau pun langsung kasih ke saya 2 kotak nasi ayam bakar “ini buat buka dan sahur ya”. Saya jawab “satu saja, ibu”. Beliau jawab “ini sebenarnya tadi sore saya ketuk pintu ternyata mba ais belum pulang. Jadi di makan saja ya”. Saya pun menerimanya dan mengucapkan terimakasih.

Tahu tidak ? Menu buka puasa anak panti asuhan tadi adalah nasi ayam bakar. Dan setelah pulang tarawih, saya dapat 2 nasi ayam bakar. Ini karena surat Ar Rahman yang 31 kali menyebutkan “Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani“. Jangan pernah meragukan kasih sayang Alloh SWT. Apapun yang terjadi dalam hidup, Alloh SWT sudah atur dengan sangat baik untuk kita. Dan Alloh SWT akan kasih berlipat dan bayar lunas apapun kebaikan yang kita kasih ke orang.

Terimakasih Alloh SWT. Jangan Engkau palingkan aku dariMu. Jangan Engkau cabut nikmat Iman dan Islam ku. Karena dengan nikmat Iman dan Islam, aku yakin akan bisa melalui semua dengan penuh keyakinan padaMu.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*