Tafsir Surat Ad Dhuha dan Al Insyirah

Tafsir Surat Ad Dhuha dan Al Insyirah

Suatu kali, Nabi Muhammad SAW sangat merindukan turunnya wahyu karena setelah di masa-masa keIslaman begitu runtut dan sering turunnya wahyu namun telah enam bulan tidak ada surat yang turun.  Sehingga membuat orang-orang kafir memanfaatkan situasi ini untuk memunculkan kekurangan dari sisi Nabi dan memprovokasi massa bahwa Nabi Muhammad SAW telah ditinggalkan oleh Tuhannya. Tiba-tiba turun dua surat bersamaan yaitu surat Ad Dhuha dan Al Insyirah.

Surat Ad Dhuha menjelaskan bahwa Alloh SWT dua kali bersumpah. Dhuha adalah saat matahari sudah naik dan memancarkan sinar yang menyejukkan. Dhuha dalam istilah orang Arab menunjukkan waktu suka saat menerima sesuatu yang menyenangkan. Jadi “Demi waktu dhuha” adalah demi keadaanmu ketika engkau merasakan suka. Dan Alloh bersumpah “demi waktu malam yang sangat pekat”, ungkapan dalam bahasa Arab yaitu ada kondisi manusia yang berada pada situasi yang sangat gelap atau suasana duka (sulit) yang menyelimuti. Maka tanamkan dalam dirimu bahwa Tuhanmu tidak akan pernah meninggalkanmu sedikit pun baik dalam keadaan suka maupun tersulit sedikitpun. Syaratnya sepanjang engkau berpegang teguh pada kepentingan akhirat.

Kadang saat orang senang akan lupa pada Alloh. Begitupun dengan orang yang terlalu pesimis dengan ujian juga akan lupa pada Alloh. Ada juga orang yang dalam senang dan sulitnya, tidak pernah ditinggalkan oleh Alloh.

Al Insyirah yaitu keadaan hati yang sangat lapang. Bila hamba sudah dekat dengan RabbNya maka keadaan jiwanya akan lapang. Seberat apapun beban kehidupan, bila hati sudah lapang dengan Alloh maka Alloh akan angkat semuanya. Mau sulit, alhamdulillah. Sedang senang, alhamdulillah. Karena hakekatnya setiap ujian adalah titipan. Dan bila Alloh sudah mengangkat maka penduduk langit dan bumi akan mengangkatnya.

Bila kita membaca dua surat ini dalam sholat maka jangan pisahkan keduanya karena dua surat ini datang berurutan yang saling melengkapi dari sisi maknanya. Biasanya yang saling bergandengan namun satu terpisahkan maka yang lainnya merasa kesulitan.

Sumber : Ustad Adi Hidayat Lc, MA. Tafsir Surat Ad Dhuha dan Al Insyirah. 1 Februari 2016.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*