Al-Wahab. Alloh Maha Pemberi

Nama Alloh Al Wahab akan membuat kita merasakan cinta. Dan cinta itu adalah faktor yang paling besar dalam menggerakkan manusia. Akal juga faktor penggerak tapi itu tidak menggerakkan lebih besar dari kemampuan cinta untuk menggerakkan. Dengan akal, kita mengetahui sesuatu, memahami sesuatu. Tetapi boleh jadi saat kita mengetahui sesuatu, kita tidak tergerak untuk melakukan sesuatu itu. Kita tahu olahraga itu sehat, tapi belum tentu kita olahraga. Tetapi cinta mampu menggerakkan seseorang. Cintalah penggerak yang besar. Cintalah yang membuat orang mengorbankan yang termurah sampai yang termahal dalam hidupnya demi meraih apa yang dicintainya. Nama Alloh Al Wahab akan membuat kita jatuh cinta kepada Alloh karena Al Wahab Alloh yang Maha Pemberi.

Jika atasan kita di kantor memberikan uang tiap bulan rutin kepada kita, itu gaji. Tapi jika atasan kita memberi kita uang diluar gaji rutin kita itu namanya hadiah karena dia mencintai kita. Rasulullah bersabda “saling menghadiahilah kalian maka kalian akan saling mencintai”. Seolah Rasul tahu dan memang tahu bahwa sesungguhnya manusia difitrahkan mencintai hadiah dan mencintai orang yang memberikan hadiah. Lalu bagaimana cinta kita kepada Alloh yang telah menamaiNya al Wahab? Banyak pemberianNya kepada kita walau kita tidak pernah memintaNya.

Menurut Imam Ghazali, definisi Al Wahab “Dia yang memberi tanpa diminta. Banyak dari milikNya. Dia yang memberi secara berulang-ulang. Dia yang memberi secara berkesinambungan dan tanpa mengharap imbalan dunia maupun akhirat”. Manusia itu sesungguhnya tidak bisa disebut Wahab karena apa yang dia berikan pada orang lain, sesungguhnya bukan miliknya tetapi milik Alloh SWT. Alloh berfirman “berimanlah kepada Alloh dan RasulNya, sedekahkanlah harta yang Alloh titipkan kepadamu seolah-olah Alloh ingin mengatakan apa yang ada padamu adalah titipan Alloh sehingga ketika engkau memberi itu sesugguhnya engkau memberi bukan apa yang menjadi milikmu tapi milik Alloh. Karena itu tidak mungkin manusia menyandang Al Wahab”.

Kalau kita melihat pengorbanan Ibu kita, apa perasaan yang akan kita rasakan? Kita mencintai Ibu kita bukan? Kenapa? Sudah banyak yang diberikan Ibu kepada kita sehingga yang ada dihati kita mencintai Ibu. Apakah ada perasaan cinta itu kepada Alloh? Mengapa kita mampu mencintai makhluk Alloh yang memberi sedikit dari yang dia miliki tapi kita tidak mampu mencintai Alloh yang memberi segalanya kepada kita?

Alloh SWT yang memulai cintaNya dalam Al Qur’an “Alloh mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintaimu dan engkau mencintai Alloh”. Alloh mendulukan cintaNya sebelum cintamu. Tidak aneh bila hamba mencintai Tuhannya tapi yang aneh jika Alloh mencintai makhlukNya. Tidakkah engkau merasakan cinta kepada Alloh SWT.

Hadiah yang Alloh berikan kepada kita, pemberian Alloh yang diberikan kepada kita bukan karena ada upaya atau imbalan dari kita tapi semua karena Dia mencintai kita. Alloh memberi sesuatu yang membuat kita tambah baik. Pemberiannya akan membuat kita tambah berkah dan manfaat. Kenapa? Karena pemberian dari nama Alloh adalah karena Alloh mencintai kita.

“Seandainya seluruh makhlukKu yang paling awal sampai paling akhir dari bangsa manusia dan jin berada pada satu hati yang paling taqwa diantara kalian maka niscaya itu tidak akan pernah menambah kekuasaanKu sedikitpun”.

Kita pernah mendengar seseorang yang ingin sekali pergi haji dan umroh tetapi dia merasa mustahil untuk bisa pergi kesana. Untuk makan sehari-hari saja kesulitan. Tiba-tiba ada seseorang yang mengajaknya untuk melaksanakan haji dan umroh secara gratis. Ini adalah wujud nyata dari nama Alloh Al Wahab, Alloh yang memberi seseorang tanpa imbalan dan tanpa usaha.

“Sesungguhnya yang membuat kita tidak bahagia dalam hidup ini adalah disebabkan karena kita merasa apa yang kita punya adalah sesuatu yang lumrah/biasa kita miliki. Padahal bayangkan jika apa yang kita miliki saat ini adalah hadiah pastilah kita akan hidup berbahagia”. Alloh Al Wahab, Alloh yang memberikan hadiah kepada kita. Kenapa Dia memberikan hadiah? Karena Dia mencintai kita, karena Dia ingin mendekatkan diriNya kepada kita.

Sumber : Ust. Jumharuddin, Lc. Asmaul Husna TV one 22 Maret 2015.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*