Nenek Tersayang

Ada seorang Ibu yang di hari ulang tahun pertama anaknya berterimakasih pada si anak karena telah menjadi guru terbaik bagi si Ibu. Tapi tidak dengan ku. Aku sangat berterimakasih pada orang tua ku karena telah menjadi guru terbaik bagi ku. Terimakasih banyak teruntuk Alm. Kakek Nenek Solo (Ayah dari Bu Hartinah), Alm. Kakek Makassar (Ayah dari Pak Salim), dan satu-satunya Nenek ku yang masih sehat di Makassar. Karena kakek nenek, Pak Salim dan Bu Hartinah bisa menjadi orang tua yang hebat.

Pak Salim dan Bu Hartinah tidak pernah cerewet atau menceramahi terus menerus pada kami anak-anaknya supaya nurut atau mengikuti aturan. Pak Salim menggunakan sistem memberitahu satu kali. Setelahnya, Pak Salim akan diam dan lebih memberikan contoh dengan tindakan. Kalau Bu Hartinah menggunakan sistem selalu kasih apa yang anak inginkan. Bu Hartinah sangat royal untuk anak-anaknya.

Pesan pak Salim yang tidak akan pernah saya hapus dari ingatan saya adalah jangan pernah buat mama mu nangis, nak. Pak Salim berkata “Nenek aji (ayah dari Pak Salim) pesan jangan buat mama aji (Ibu dari Pak Salim) nangis. karena saat mama aji nangis, hidup mu tidak akan bahagia dan sukses. Jadi jangan buat mama mu (Bu Hartinah) nangis, nak”. Pak Salim memang begini orangnya. Kasih nasehat sekali tapi langsung nusuk sampai ke tulang.

Aku tidak pernah mendengar pak Salim bilang sayang pada Ibu nya. Tapi aku selalu melihat bagaimana perhatian dan sayangnya pak Salim pada Ibunya. Setiap pulang ke Makassar, Pak Salim selalu pijitin Ibunya. Padahal Ibunya tidak minta di pijitin. Dan kebiasaan itu terus selalu begitu hingga saat ini. Itulah kenapa kami anak-anaknya tanpa diminta, akan langsung refleks pijitin Bu Hartinah.

Aku yakin bila seorang laki-laki sangat sayang pada Ibunya, maka dia akan sayang dengan istri dan anak-anaknya. Dan laki-laki itu salah satu nya adalah Pak Salim. Jadi aku tidak pernah khawatir saat Pak Salim begitu sayang pada Ibu nya. Karena aku yakin Pak Salim juga sayang dengan kami. Dan kami pun sayang pada nenek. Sayang yang tulus akan mampu menular begitu mudah sampai ke hati.

Bu Hartinah menceritakan ke kami bila Nenek di Makassar, orang yang sangat sabar sekali. Maklum, kami jarang sekali ke Makassar ketemu nenek. Tidak seperti Pak Salim dan Bu Hartinah yang selalu menengok nenek di Makassar. Walau aku tidak begitu dekat dengan nenek tapi aku yakin bagaimana hebatnya nenek ku ini.

Pak Salim bisa seperti ini, pasti karena didikan nenek ku yang sangat kuat. Dzikirnya nenek tidak pernah putus. Shalat nya nenek selalu tepat waktu. Tengah malam, nenek sudah bangun untuk shalat tahajud. Pak Salim sangat disiplin. Dan nenek ku tidak kalah disiplinnya. Disiplinnya saya karena didikan pak Salim dan bu Hartinah. Pak Salim selalu bilang lebih baik menunggu daripada di tunggu. Karena saat kamu bisa disiplin, maka kamu termasuk orang yang bertanggungjawab dan rajin. dan orang lain akan memberikan kepercayaan lebih pada mu.

Nenek tersayang, selamat ulang tahun (14 April 1929 atau 88 tahun). Maaf telat ya nek. Semoga nenek tetap sehat, semoga nenek bisa lihat cucu nenek ini menikah. Terimakasih banyak, nek telah melahirkan dan mendidik Pak Salim.

Duhai Rabb ku, Jagalah nenek tersayang ku ini ya Rabb. Sehatkan badannya.

Duhai Rabb ku, tempatkanlah Kakek (Solo dan Makassar) dan nenek ku (Solo) di Surga Firdaus Mu.. Ampunilah segala dosa-dosa kakek nenek ku. Mereka kakek nenek yang baik, ya Rabb.

Kamu ingin memiliki website pribadi dengan harga yang murah, daftar disini

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*