Merancang Misi Keluarga

Merancang Misi Keluarga

Pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri “Kira-kira, apa ya maksud Allah mempersatukan saya dengan seorang suami yang seperti ini, dengan karakter beliau yang begitu, dengan latar belakang perjalanan hidup beliau yang demikian?”

Sebab pernikahan menyimpan suatu rahasia besar yaitu penyatuan dua potensi spesifik untuk menjadi satu kekuatan besar, dimana kekuatan tersebut adalah sarana ibadah kepada Allah bagi suami dan istri dalam konteks sebagai pasangan.

Sederhananya, jika saat di masa sendiri kualitas kita sudah baik, maka di masa setelah menikah seharusnya kualitas kita jadi berkali-kali lipat jauh lebih baik lagi sebab ada tambahan potensi yang berpadu membentuk satu kekuatan besar bersama.

Potensi spesifik masing-masing suami dan istri itulah yang pada akhirnya menjadi bekal untuk merancang misi keluarga. Dan saat sudah ditemukan misi keluarga tersebut, artinya kita dan suami sudah on the track dalam realisasi kekuatan bersama, sesuai dengan kehendak Allah mempersatukan kita dengan suami.

Misi keluarga diawali dengan mengetahui misi spesifik masing-masing istri dan suami. kemudian dipadukan menjadi misi keluarga. Lalu, apa misi spesifik diri ini ?

Apakah Setiap orang pasti Memiliki Misi Spesifik ?

Tatanan kehidupan ini berjalan harmoni sebab perpaduan antara satu orang dengan orang lainnya. Perpaduan terjadi sebab adanya perbedaan misi spesifik dari setiap orang. Terbayang jika semua sama, maka tidak akan harmoni hidup ini.

Misal semua orang mengambil peran sebagai pengajar semua, atau dokter semua, atau pembicara semua, atau penulis semua, atau pekerja sosial semua, ini tidak mungkin. Dalam satu rumah sakit saja misalnya, ada perpaduan misi spesifik antara dokter, suster, apoteker, dsb, betul ? Ini yang membuat rumah sakit berjalan dengan baik dan memberi manfaat, sebab di dalamnya ada perpaduan.

Maka bayangkan jika setiap orang optimal menjalankan misi spesifik hidupnya, ini akan membentuk harmoni yang baik bagi diri orang yang menjalankannya, memberi manfaat bagi yang lainnya, dan mengharmonikan tatanan kehidupan. Termasuk dalam konteks yang lebih kecil lagi yatu keluarga, berlaku hal yang sama.

Jadi apakah setiap orang pasti memiliki misi spesifik ? Jawabannya adalah ya, pasti.

Cara Menggali Misi Spesifik Diri

Potensi Diri –> Misi Spesifik –> Misi Keluarga

Mengetahui potensi diri adalah bekal untuk mengetahui misi spesifik diri. Dan mengetahui misi spesifik diri adalah setengah dari bekal untuk merancang misi keluarga (karena perlu dipadukan dengan misi spesifik pasangan).

Menggali MISI SPESIFIK DIRI bisa dilakukan dengan beragam cara, yang kesemuanya berupa proses pengamatan mendalam, diantaranya pengamatan terhadap :

  1. Potensi /Keunggulan Diri. Setiap orang pasti dititipi potensi atau keunggulan oleh Allah. Untuk mengetahui potensi diri, ada beberapa tools psikologi yang bisa digunakan. Ini boleh saja. Tapi sebetulnya, teknologi secanggih apapun tetap tidak bisa menggantikan ketajaman hasil dari pengamatan manusia.
  2. Ketertarikan diri terhadap suatu permasalahan di masyarakat yang ingin diselesaikan. Ada orang yang begitu tertarik dengan masalah ketahanan keluarga, ada juga yang tertarik dengan masalah di dunia pendidikan, narkoba, kekerasan, kesehatan, politik, ekonomi, hukum, tentang perempuan, dsb. Ketertarikan itu tidaklah sama pada masing-masing orang. Patutlah Anda curiga jika Anda sering sekali tertarik pada suatu kasus permasalahan, sebab jangan-jangan itulah misi spesifik diri Anda.
  3. Latar Belakang keluarga besar, khususnya ayah dan ibu. Garis profesi yang turun temurun di keluarga juga bisa jadi gambaran misi spesifik diri. Maka silakan Anda amati kecenderungan kultur di keluarga Anda, adakah Anda temukan misi spesifik Anda melalui pengamatan tersebut ? Amatilah
loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*