Al Razzaq. Alloh Maha Memberi Rezeki

Di dalam Al Qur’an, Alloh seringkali mengulang-ulang bahwa Dialah yang menjamin memberi rezeki kepada makhlukNya. Nabi Daud AS pernah berdoa “Ya Alloh berikanlah rezeki kepada kami sebagaimana Engkau memberikan rezeki kepada anak burung gagak”. Apa rahasia dari anak burung gagak ini? Anak burung gagak itu ketika lahir belum sama sekali ada bulunya sehingga warna anak burung gagak itu adalah putih. Sang ibu melihat anaknya berkulit putih tidak ada bulu merasa bahwa ini bukan anaknya. Karenanya dia enggan untuk memberikan makan kepada anaknya itu karena merasa itu bukan anaknya. Tapi di dalam Al Qur’an Alloh mengatakan “Berapa banyak makhluk yang melata di muka bumi ini yang tidak bisa menanggung rezekinya, tidak bisa mencari rezekinya dan Alloh yang memberikan rezeki kepada mereka”. Anak burung gagak tadi yang di abaikan oleh ibunyamengeluarkan aroma yang amis pada tubuhnya. Aroma amis pada tubuh burung gagak ini menyebabkan ulat-ulat kecil menghampirinya. Saat ulat sudah mendekatinya, anak burung gagak ini kemudian mematuknya dan memakannya. Dan terus menerus setiap hari seperti itu hingga kemudian semakin hari bulu nya pun tumbuh hitam. Dan saat tubuhnya sudah mulai hitam karena ditutupi bulu, induknya datang dan melihat anak yang putih sudah berubah menjadi hitam, dia pun kemudian baru mau mengurus anaknya itu. Luar biasa ketika burung gagak ini memiliki bulu dan di beri makan oleh ibunya, ulat-ulatpun lenyap menghilang. Kenapa? Hal ini sebagai bukti bahwa Alloh yang menamakan DiriNya Al Razzaq. Aku yang Maha memberikan rezeki, itu adalah niscaya pasti terjadi dalam kehidupan kita. Sesungguhnya Alloh ketika memberi, pemberianNya Maha Dahsyat. Mengapa demikian? Karena Alloh adalah Al Razzaq. Alloh ingin menenangkan kita dengan menamakan diriNya Aku Maha Pemberi Rezeki.

Alloh berfirman “Tidak ada makhluk yang melata di muka bumi ini kecuali WAJIB untuk Aku memberikan rezeki”. Ayat ini membuat makhluk Alloh di muka bumi ini tenang. Seekor cicak aman setelah mendengar ayat ini. Karena itu meskipun makanan cicak adalah nyamuk tapi cicak tidak pernah merasa khawatir. Ayat ini ingin menentramkan semua makhlukNya. Kalau semua itu menentramkan mereka, tidak kah engkau wahai manusia yang dijadikan Alloh sebagai khalifah lebih layak untuk tentram. Bukankah semua yang ada di muka bumi ini adalah diperuntukkan untukmu, wahai manusia. Apakah setelah mendengar nama Alloh Al Razzaq, kita berjanji untuk tidak akan mencari rezeki dari jalan yang diharamkan oleh Alloh SWT.

Alloh SWT berfirman Alloh SWT telah menentukan kebutuhan-kebutuhan makhluk. Alloh telah tentukan apa yang dibutuhkan oleh makhlukNya. Alloh menggunakan kata ‘telah’ dalam konteks memberikan rezeki untuk menunjukkan bahwa kebutuhan seluruh makhlukNya, apa yang diinginkan dan dibutuhkan makhlukNya telah Alloh sediakan dalam kehidupan dunia ini. Kenapa? Karena Dia yang menciptakan maka wajib bagi Dia memberikan rezeki.

Ketika Alloh memberikan si fulan A dalam kadar yang banyak rezekinya, si fulan B lebih sedikit diberinya, apakah itu disebabkan oleh kurangnya cadangan? Tidak mungkin kurang cadangan. Tetapi Alloh memberikan rezeki kepada orang agak banyak sebagai ujian apakah dia bersedekah, apa dia memberi orang-orang yang kekurangan. Alloh kadang-kadang memberikan rezeki berupa kesempitan untuk menguji kesabaran dan ketawakalan orang itu. Pembagian rezeki bagi Alloh bukanlah berdasarkan banyak tidaknya apa yang ada di gudang Alloh karena gudangnya Alloh berlimpah. Tetapi perluasan dan kesempitan rezeki itu berdasarkan Alloh yang Maha mendidik kita. Alloh ingin memberitahu kepada kita “jika makhluk-makhluk selain engkau saja, yang lebih rendah darimu saja, wajib bagiku memberikan rezeki maka apakah engkau merasa khawatir tidak mendapatkan rezeki padahal engkau adalah khalifah di muka bumi ini.

Rezeki tidak hanya menyangkut makanan, minuman, harta saja. Tetapi ada rezeki yang bersifat rohani. Para ulama mengatakan rezekinya badan itu dengan makanan dan minuman. Tapi rezekinya rohani dengan pengetahuan yang dalam kepada Alloh, dengan ibadah kepada Alloh.

Sebagian orang memahami luas dan sempitnya rezeki berkaitan dengan harta. Padahal luas dan sempitnya rezeki bukan hanya berkaitan dengan harta dan uang saja. Boleh jadi orang itu disempitkan rezekinya dalam soal rezeki rohaninya. Di sebuah hadits disebutkan “Jika Alloh murka, orang itu akan diharamkan rezeki oleh Alloh disebabkan dosa yang dia lakukan”. Sesungguhnya seorang hamba itu akan diharamkan rezeki darinya disebabkan dosa yang dia lakukan.

Ada kisah. Seorang yang taat beribadah luar biasa, memiliki bisnis. Suatu hari dia melakukan dosa dan dia tahu hadits tentang diharamkannya rezeki disebabkan dosa yang dia perbuat. Setelah dia melakukan dosa, dia mengingat hadits itu. Apa yang terjadi? Berhari-hari bahkan berbulan-bulan dia merasa mengapa hadits itu tidak ada buktinya. Mengapa aku telah berbuat dosa tapi rezeki ku masih lancar? Saat tertidur dia bermimpi dan dalam mimpi itu ada orang yang berkata padanya “wahai fulan, sungguh Alloh telah mengurangi rezekimu disebabkan dosa yang telah kau lakukan”. Dalam mimpinya dia menjawab tidak. Omsetku makin banyak, bisnisku makin lancar. Lalu dalam mimpi itu ada yang berkata “bukankah engkau sekarang sudah jarang sholat malam, bukankah engkau sekarang tidak merasakan nikmat dalam beribadah. Sesungguhnya rezekimu telah dikurangi oleh Alloh disebabkan dosa yang telah kau lakukan”. Boleh jadi malasnya beribadah, tidak nikmatnya kita shalat, tidak nikmatnya kita berdzikir, itu boleh jadi tanda dikurangi rezeki dari Alloh SWT disebabkan oleh dosa yang telah kita lakukan.

Sesungguhnya Alloh memberikan rezeki badan kepada siapa saja. Tapi Alloh tidak akan memberikan rezeki yang bersifat rohani kecuali kepada orang-orang khusus dan yang Dia cintai.

Sumber : Ust. Jumharuddin, Lc. Asmaul Husna TV one

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*