Visi Umat Rasulullah

Wahai para suami, Anda dalam posisi bahaya dihadapan istrimu. Sejak kecil kau dibesarkan oleh Ibumu. Kau belum bisa membalas cinta dan ridho Ibumu, kebaikan-kebaikan Ibumu lalu tiba-tiba kau mencintai seorang perempuan yang baru kau jumpai dan memberikan sepenuh cintamu kepada perempuan yang belum kau kenal sepenuhnya. Kau melupakan cintamu pada Ibumu. Dan kau belum sempat membalas cintamu pada Ibumu, kamu sudah mencintai perempuan ini. Suami seperti ini dalam kondisi bahaya. Dan ini yang terjadi pada suami di dunia, wahai Istri. Itulah kenapa ridho suami menjadi pintu Surga bagi sang istri.

Sejak kecil sang Ayah menafkahi si laki-laki. Dia disekolahkan dan dikuliahkan oleh sang Ayah. Sampai si laki-laki ini jatuhh cinta kepada seorang perempuan yang belum sempat membayar hutang-hutangnya kepada Ayahnya, membalas kebaikan-kebaikan Ayahnya dan hari ini uangnya yang pas-pasan diberikan kepada Istrinya (perempuan yang baru dikenalnya itu). Dan ini berbahaya. Tetapi itu yang harus dilakukan oleh seorang suami.

Wahai para Istri, ajarkan pada anak-anakmu. Karena banyak anak-anak yang tidak menyadari bahwa banyak yang disembunyikan oleh kedua orang tua demi kebaikan anak-anaknya. Banyak yang tidak disadari oleh anak-anak bahwa setiap tetesan doa dan air mata bapak dan ibunya demi kemuliaan anaknya tapi anak sering tidak tahu diri. Sehingga banyak anak-anak berdosa di dunia ini kepada kedua orangtuanya.

Kita ajarkan anak kita tentang dunia. Kita didik anak kita bagaimana caranya mendapatkan dunia. Kita sekolahkan dan biayai anak kita untuk kuliah agar hebat di dunia bahkan agar juara dunia yang gara-gara itu anak kita tidak mengenal Alloh, anak kita tidak mencintai Alloh, anak kita tidak mencari ridhoNya Alloh gara-gara itulah kita sebagai orangtua. Akibatnya anak-anak tidak mengenal Rasulullah, tidak mencintai Rasulullah, tidak mencontoh Rasulullah. Gara-gara itu anak-anak kita tidak mengenal Al Islam, tidak berjuang dijalan Islam. Lihat diri kita yang mengaku umat Muhammad tapi visi hidupnya tidak sama dengan visi hidup Muhammad. Kita shalat, puasa, haji, dan umroh tapi visi hidup kita tidak ada dakwah, tidak mengajak manusia kepada Alloh. Itu yang artinya umat Muhammad tapi visi hidupnya tidak sama dengan Muhammad SAW. Lihat pemimpin ini, misi perjuangannya sebagai seorang Islam tidak sama perjuangannya dengan Rasulullah SAW yang perjuangan hidupnya bukan bagaimana perutnya, bagaimana kursinya tetapi bagaimana Islamnya. Perjuangan itu yang ditegakkan Rasulullah SAW.

Kejahatan yang paling jahat, kekejian yang paling keji adalah ketika kita gunakan rejeki kita dari Alloh untuk melawan Alloh. Kebodohan yang paling bodoh adalah ketika Alloh yang kita sadari telah memberikan energiNya kepada kita, memberikan kekuatan kepada kita tetapi energi dan kekuatan yang Alloh berikan kepada kita, kita gunakan untuk menjauh dari Alloh SWT.

Alloh Maha Rahman, Maha Rohiim kepada hambaNya. Kita memang bukan siapa-siapa. Tapi kalau hidup mencari rahmat Alloh dan rahmat terbesar Alloh adalah Al Qur’an. Kalau kita mengharapkan rahmatNya dengan sungguh-sungguh secara jujur, Alloh yang Maha tahu isi hati kita. Alloh yang Maha tahu setiap jeritan hati yang tak terdengar.

Salah satu dosa yang harus kita cermati dan kita sering lupa adalah ketika kita tahu baru saja berdosa kemarin dan sekarang masih diberikan usia, lalu tidak segera bertaubat maka kita berdosa gara-gara kita tidak segera bertaubat. Maka bertaubatlah kepada Alloh karena tidak bersegera bertaubat. Sebab taubat yang diterima adalah satu kesalahan yang dilakukan karena kebodohannya lalu dia bersegera memohon ampun kepada Alloh maka taubat orang seperti itulah yang diterima.

Sumber : Ust. Bachtiar Nasir. Visi Umat Muhammad.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*