Mapping Mutu Pelayanan Kesehatan di Republik Moldova

Website WHO adalah salah satu website yang harus di ikuti oleh para laskar mutu. Ada berita di website WHO yang menarik perhatian saya dengan berjudul Mapping the quality of health care in the Republic of Moldova. Melihat berita tersebut ternyata sama dengan apa yang pernah dilakukan oleh Indonesia walau tidak sampai ke tahap seperti Republik Moldova. Menurut berita dari WHO di atas tentang mapping the quality of health care in di Republic Moldova, peningkatan mutu terletak di pusat pengiriman pelayanan dan reformasi sistem kesehatan. Sebagian besar negara dalam proses ini termasuk Republik Moldova, menghadapi kesulitan dalam menjamin keadilan dan akses ke pelayanan kesehatan, menghormati hak-hak pasien, dan mencapai tenaga kesehatan yang terlatih, teknologi medis yang baik, sumber daya yang cukup tersedia dan praktek medis berbasis bukti. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tools yang dikembangkan oleh WHO melalui framework yang terdiri dari 4 domain untuk mengevaluasi kegiatan kualitas nasional yaitu kebijakan, organisasi, metode dan sumber daya.

MDA_Assessment_quality_health
Seminar penilaian eksternal mutu pelayanan kesehatan di Republik Moldova pada April 2014 (Sumber : WHO)

Kajian yang dilakukan Republik Moldova menemukan bahwa (1) sistem kesehatan memiliki organisasi monitoring nasional, (2) sistem mutu kelembagaan telah dikembangkan, seperti dewan kualitas di fasilitas medis, (3) standar organisasi dan klinis ada, seperti protokol klinis nasional, pedoman dan standar kesehatan; (4) sistem pengukuran diterapkan di beberapa lembaga medis; (5) Pusat Manajemen Kesehatan Nasional mengumpulkan jumlah ekstensif data yang dapat digunakan untuk memberikan indikator tentang bagaimana kualitas ditingkatkan dalam sistem dan di masing-masing lembaga medis. Namun, sistem tersebut juga menghadapi tantangan, seperti: (1) kurangnya strategi untuk mengintegrasikan sistem mutu dan organisasi;, (2) over regulasi, (3) standar dan pengukuran tidak konsisten, (4) penilaian tidak efisien, (5) kurangnya berbagi data, umpan balik dan pembelajaran, (6) insentif dan kapasitas yang lemah untuk mengelola.

Indonesia pernah melakukan kajian yang sama seperti yang dilakukan Republik Maldova. Kajian ini dilakukan oleh PKMK FK UGM melalui divisi mutu dengan koordinator dr. Hanevi Djasri, MARS dan saya sebagai asisten nya. Proyek ini bernama Mapping system for Quality and Safety of Healthcare in Indonesian. Kajian ini berpedoman pada tools dari WHO berjudul A Background for National Quality Policies in health systems. Tidak perlu khawatir bagi para laskar mutu yang menginginkan dalam bentuk bahasa Indonesia karena telah saya terjemahkan yang bisa di download disini. Semoga bermanfaat.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*