Semalam Bersama Al Qur’an

Semalam bersama Al Qur'an

“Jika ada diantara kalian orang baik dari sekian yang baik itu ada yang terbaik. Siapa yang terbaik itu ? Terbaik diantara kalian adalah orang yang mau menyiapkan dirinya untuk belajar al qur’an, mendekat pada al qur’an, mengamalkan nilai-nilai al qur’an, menghadirkan dalam jiwanya al qur’an, setelah ia mempelajari dan memahaminya lalu ia cepat untuk mengamalkannya” Kata Rasulullah SAW. Hadits riwayat Ibnu Maja “jika ada seseorang yang sudah mencintai al qur’an, dekat dengan al qur’an, mendalami al qur’an maka ia adalah keluarga al qur’an yaitu orang-orang yang akan diperhatikan oleh Alloh SWT”. Namun, persoalan terbesar umat saat ini adalah ketika ia akan belajar al qur’an, ia memiliki dua kekurangan yaitu tidak memiliki motivasi yang kuat untuk bisa memahaminya dan mengahafkan al qur’an tetapi tidak mengerti esensinya.

Saat Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, Alloh telah membuat ketetapan hukum yaitu diturunkannya petunjuk kehidupan yang dengan itu akan memudahkan semua jalan hidup yang dijalani saat di muka bumi. Surah Al Baqarah ayat 38 “Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”. Nabi Adam hendak menjalani misi yang telah Alloh SWT tetapkan yaitu menjadi khalifah seperti yang tertuang dalam al qur’an Surah Al Baqarah ayat 30 “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. Ketika misi akan dimulai, diturunkan makhluk baru bernama manusia (Nabi Adam yang tertuang dalam Surah Al Baqarah ayat 31). Saat turun itulah bersamaan dengan turunnya satu pedoman kehidupan dari awal jejak di bumi sampai berakhir misi di bumi kembali kepada Alloh SWT. Pedoman hidup ini dinamakan langsung oleh Alloh dengan Hudan (pedoman hidup yang komplit). Ketika Hudan diturunkan kepada Adam, kalimatnya menggunakan Hudan tetapi ketika Alloh meminta Hudan diikuti, kalimatnya berubah menjadi umum (bagi siapapun). Jadi Hudan diperuntukkan bagi siapapun yang ia mau mengikuti pedoman kehidupan ini, maka Alloh akan menjamin hidupnya tidak pernah gelisah (tenang) dan bersedih (senang). Padahal hukum hidup itu lekat  dengan kegelisahan (Surah Al Baqarah ayat 155 “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”). Sehingga hidup berbanding lurus dengan masalah.

Alloh menginginkan hidup kita mudah bukan sulit. Jadi bila kita mengalami kesulitan, segera baca pedomanNya. Orang paling terbelakang (Jahiliyah) saja yang jauh dari peradaban, tidak ada kemajuan namun begitu turun Al qur’an dan dipelajari oleh mereka seketika berubah drastis kehidupannya. Dari terbelakang menjadi maju kehidupannya. Romawi dikalahkan, Persia di taklukan. Hebatnya setiap al qur’an dibawa ke setiap tempat (Spanyol, Afrika, Turki) menjadi maju. Setiap ada peradaban yang dibangun oleh Al Qur’an, tidak pernah disebutkan kotanya sebagai contoh Arab maju sampai sekarang, belum ada istilah peradaban Arab melainkan peradaban Islam di timur Tengah, Turki, Spanyol, dll. Dari mana perabadan itu muncul ? Ketika turun Al Qur’an. Mereka mendekat kepada Al Qur’an. Karena itu, orang yang sadar dengan kebangkitan Islam dulu itu bersumber dari Al Qur’an. Bila orang Islam dekat dengan Al Qur’an maka akan baik dan benar perilakunya.

Surah Al Baqarah ayat 185 menjelaskan bahwa wahyu diturunkan yang kumpulan bacaannya disebut al qur’an. Ketika Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan sebagai Hudan. Terlalu cintanya Alloh ingin agar al qur’an hadir dalam jiwa umat Nabi Muhammad SAW yaitu dibuat mudah untuk membacanya, tidak bosan dalam membaca al qur’an, al qur’an di tanamkan dalam jiwa.

Kapan kita disebut hidup saat di dunia? Saat ruh ditanamkan dalam diri kita maka mulai ada kehidupan di rahim (empat bulan kandungan). Maka disinilah Al Qur’an sudah memberikan pedoman yaitu agar kandungan nyaman dan tenang yang anaknya diharapkan menjadi sholeh (Surah Al A’raf ayat 189). Kemudian bagaimana prosesnya diketahui supaya di cek janinnya sehat dan bagaimana perkembangannya (Surah Al Hajj ayat 5, Surah Al Mu’minun ayat 13-16). Begitu dilahirkan, bagaimana supaya memberikan ASI dengan maksimal dan pembagian tugas antara ayah dan istrinya supaya maksimal (Surah Al Baqarah ayat 233). Lalu umur 2 tahun sampai menjelang baligh diberikan pendidikan dini agar dekat dengan Alloh, taat pada orangtuanya, mulai rajin ibadah dan akhlaknya mulia (Surah Luqman ayat 13-19). Setelah itu, mulai belajar agar belajarnya berkah dan mendapatkan pemahaman yang bermanfaat bagi masyarakatnya (Surah ke At Taubah ayat 122), lalu bagaimana belajar menjadikan ilmu meningkat dan iman menguat karena ada orang belajar dan ilmu meningkat tapi iman mundur atau iman meningkat tapi ilmu tidak ada (Surah ke Al Mujadilah ayat 11). Jodoh itu cari pasangannya (Surah Az Zariyat ayat 49). Mengajukan lamaran (Surah An Nisa ayat 4), terjadi pernikahan (Surah ke Ar Rum ayat 21). Pembagian tugas setelah menikah supaya paham (Surah An Nisa ayat 34) yang dilukiskan wanita seperti rembulan dan laki-laki seperti matahari. Mencari nafkah (Surah ke Al Baqarah ayat 168) dan rejekinya ada di Surah ke A Zariyat ayat 22, cara mencarinya ada di Surah ke Al Baqarah ayat 168. Bila ingin cepat rejekinya di Surah ke Al Baqarah ayat 172. Ingin cepat lagi di Surah ke Al A’raf ayat 96. Merawat anak (Surah ke Al Isra ayat 23). Bila sulit di kantor dan dirumah maka kenali ujiannya karena akan sulit mengatasinya bila tidak mengenali ujiannya. Maka gambaran ujian ada di Surah ke Al Baqarah ayat 214 dan cara menyelesaikannya ada di Surah ke Ali Imran ayat 142. Rincian uniknya ada di Surah ke Al Baqarah ayat 155-157. Sakit yang ringan (Surah ke Asy Syu’ara ayat 80) dan bila sakit berat (Surah ke Al Anbiya ayat 83-84). Sudah berumah tangga namun keturunan belum nampak muncul (Surah ke Ali Imran ayat 38-39). Doanya ada di Surah Maryam ayat 2-11. Tunjukkan bakti pada orangtua (Surah ke Al Ahqaf ayat 15). Kalau sedang malas-malas pada orangtua (Surah ke Luqman ayat 14). Kalau orangtua beda keyakinan maka amalkan bakti terbaik (Surah ke Luqman ayat 15). Semakin sepuh dan dikembalikan menjadi pikun (Surah ke Al Hajj ayat 5). Kehidupan akan berakhir (Surah ke Ali Imran ayat 185). Kenali malaikat maut agar tidak kaget (Surah ke Al Fajr ayat 27-30). Malam pertama di alam kubur dengan indah (Surah ke Al Baqarah ayat 153-154).

Alloh menyampaikan sebanyak  kali di dalam Al Qur’an surah ke Al Qamar ayat 17, 22, 32 dan 40. Jika Alloh menyampaikan sekali maka cukup bagi kita menyakininya karena setiap yang Alloh sampaikan adalah benar. Tapi rumusnya, jika Alloh menyampaikan lebih dari sekali artinya ingin menyakinkan kita bahwa apa yang disampaikan ini sangat penting bagi kita dan dikuatkan kita untuk bisa mendapatkannya. Sehingga hadirkan dalam benak dan jiwa keyakinan bahwa al qur’an itu mudah.

Kapan Al Qur’an menjadi mudah ? Daam bahasa arab ada dua jenis kemudahan. Satu, mudah yang relatif yaitu ada yang seseorang bisa namun bagi yang lain belum tentu bisa. Contoh bahasa Arab mudah bagi orang Arab namun menjadi sulit bagi orang non Arab. Dua, mudah bagi semua yang ingin mengerjakannya. Dan Al Qur’an adalah yang kedua. Al Qur’an diturunkan ketika Nabi Muhammad berumur 40 tahun sehingga faktor tua jangan dijadikan alasan untuk sulit mencerna. Alloh memberikan kemudahan hanya pada satu golongan tapi tanpa batas yaitu bagi yang mau menghafal dan mengingat (dzikir). Jadi bila ingin dimudahkan menghafal qur’an maka harus meningkatkan dulu dzikir kepada Alloh. Caranya dengan sholat di tingkatkan (tambah dengan sholat sunnahnya), infaq tingkatkan, shadaqah tingkatkan dan jaga diri agar dzikir kepada Alloh.

Siapa orang paling taat dihadapan Alloh ? Nabi Muhammad SAW karena itu disebut dengan ahmad (puncak ketaatan). Pada Surah ke Al Qiyamah ayat 16-18 yaitu ketika wahyu turun pertama kali, Nabi ingin cepat menghafalkannya. Biasanya karakter orang yang ingin cepat hafalannya maka akan cepat melafadzkannya. Dan surah ini menjelaskan bahwa Muhammad tidak perlu cepat-cepat menggerakkan lisanmu hanya sekedar ingin cepat menghafalkannya.

Yaa Alloh, bila saya wafat esok, mohon jadikan ahli qur’an. Jangan wafatkan saya kecuali ada kalimat qur’an di benak saya. Wafatkan saya saat membacanya. Wafatkan saya saat sedang dekat dengan al qur’an. Wafatkan saya menjadi ahli qur’an. Jadikan keluarga kami menjadi ahli qur’an. Jadikan anak-anak kami menjadi mahkota bagi ayah ibunya. Berikan kesempatan untuk menghafal qur’an sebelum saya wafat.

Sumber : Semalam bersama Al Qur’an oleh Ustadz Adi Hidayat. Masjid Trans Studio Bandung.

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*