Menggapai Derajat Siddiq bersama Abu Bakar

Menggapai Derajat Siddiq bersama Abu Bakar
Menggapai Derajat Siddiq bersama Abu Bakar

Abu Bakar adalah Kepala suku Thaim. Suku Thaim adalah suku yang banyak memimpin peperangan, suku yang pintar, kaya dan memiliki peradaban yang bagus. Sebelum masuk Islam, Abu Bakar bernama Abdul Kabbah. Sebenarnya nama Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Khuhafah. Ibunya bernama Ummu Khair. Dinamakan Abu Bakar karena laki-laki dewasa pertama yang awal masuk islam. “Tidak ada seorang pun yang aku tawarkan Islam dari luar rumah kecuali ia masih bertanya padaku kecuali Abu Bakar” Ucap Rasulullah. Abu Bakar tidak ragu sama sekali. Abu Bakar mengatakan “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah”. Inilah sebabnya Abu Bakar diberikan julukan Abu Bakar Ash Shidiq yaitu orang yang langsung mempercayai apa yang Nabi sampaikan. Siddiq adalah tanggungjawab, amanah, kejujuran, penuh kepercayaan. Dalam hadits, Rasulullah berkata “kalau seandainya ditimbang seluruh imannya umat ini dengan imannya Abu Bakar sendiri, maka niscaya imannya Abu Bakar jauh lebih berat”.

Ketika Abu Bakar masuk Islam, beliau tidak tinggal diam. Orang pertama yang Abu Bakar datangi adalah Utsman bin Affan. Selama Utsman masuk Islam sampai ia meninggal, Abu Bakar akan memanen pahalanya. Abu Bakar pun mendatangi Zubair bin Awam untuk masuk Islam. Ia adalah sahabat Nabi yang luar biasa ibadahnya. Ia salah satu dari 10 orang yang dijamin masuk surga. Pada hari yang sama, Abu Bakar mendatangi Saad bin Abi Waqosh, sepupu Nabi. Ia terkenal sebagai juru kunci dalam jihad di zaman Nabi yang selalu di depan dan memimpin. Setelah itu, Abdurahman bin Auf yang terkenal dengan ke sholehannya, ke dermawanannya, dan salah satu yang dijamin masuk surga. Kemudian, Talhah bin Ubaidillah. 5 orang ini adalah 10 yang dijamin masuk surga.

Abu Bakar memiliki badan yang kurus, kulit yang putih dan tinggi badan yang sedang. Abu Bakar adalah seorang pedagang yang sangat mahir. Ia tinggal bertetangga dengan khadijah. Ia adalah orang yang paling mahir dan mengetahui tentang silsilah orang-orang arab. Ada dua wanita yang dinikahi oleh Abu Bakar di masa jahiliyah dan 2 orang yang di nikahi di masa Islam. Semua telah masuk Islam. Istri pertama adalah Khutailah. Dari Khutailah, Abu Bakar memiliki dua anak yaitu Abdullah dan Asma. Asma nantinya akan menikah dengan Zubair bin Awam. Istri kedua adalah Ummu Ruman. Dari istri keduanya, Abu Bakar memiliki dua anak yaitu Abdurahman dan Aisyah. Aisyah yang nantinya akan menikah dengan Rasulullah. Setelah Abu Bakar masuk Islam, ia menikah dengan Habibbah  dan memiliki satu anak yang bernama Ummu kulsum yang lahir ketika Abu Bakar telah meninggal dunia. Istri keempat adalah Asma dan memiliki satu anak bernama Muhammad.

Riwayat Imam Bukhari, Rasulullah bersabda “sesunguhnya orang yang paling berjasa kepadaku dengan persahabatan dan hartanya adalah abu bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang kekasih selain Tuhanku niscaya aku akan memilih Abu bakar sebagai kekasih pilihanku akan tetapi yang diperbolehkan dalam Islam adalah persaudaraan”. Dalam riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah bersabda “umatku yang paling sayang kepada umatku itu sendiri adalah Abu bakar. Orang yang paling kuat dalam mempertahankan agama Alloh adalah Umar. Orang yang paling memiliki rasa malu dari umatku adalah Utsman. Orang yang paling menguasai peradilan (adil dalam hukum) adalah Ali”. Dalam riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah bersabda “tidak seorang pun yang memiliki jasa baik kepada kami kecuali kami telah membalasnya kecuali Abu bakar. Sesungguhnya ia memiliki jasa yang mulia. Alloh lah yang akan membalasnya di hari kiamat”.

Ketika malam hijrah Rasulullah ke Madinah, orang Quraisy berniat ingin membunuh Rasulullah. Rasulullah pun meminta Ali menggantikan beliau di ranjangnya dan beliau ke rumah Abu Bakar. Rasulullah pun berkata “Wahai Abu Bakar, terimalah berita gembira, aku telah diizinkan oleh Tuhanku untuk berhijrah”. Abu bakar pun spontan berkata “Ya Rasulullah, apakah saya boleh menemani Anda?”. Rasulullah menjawab “Iya. Alloh telah memilihmu untuk menemaniku”. Ini adalah pengkhususan untuk Abu Bakar yang sebenarnya Alloh bisa saja menyiapkan banyak orang untuk mendampingi Rasulullah. Tapi Alloh memilih Abu Bakar dan hanya satu orang. Kata para Ulama pada saat orang safar, memang harus memilih orang yang paling jujur, paling terpercaya, dan paling siap untuk berteman bersama-sama. Tabiin pernah berkata pada Umar “saya suka dengan orang ini”. Umar menjawab “Apa kau pernah safar dengannya?”. Kata orang tersebut “belum”. Umar pun berkata “Kalau begitu kau belum mengenalnya”. Ternyata tolak ukur sifat asli seseorang akan kelihatan ketika safar. Karena saat safar akan dibutuhkan pengorbanan harta, waktu, mengalah dari teman, bila ada yang berbahaya mungkin ia akan berkorban untuk temannya. Dari sini, Alloh memilih dari semua sahabat, Abu Bakar menjadi pendamping Rasulullah. Aisyah berkata bahwa ayahnya menangis karena senangnya menemani Rasulullah. Abu Bakar berkata “Ya Rasulullah, aku sudah siapkan dibelakang rumah ini 2 ekor unta dengan persiapannya maka silakan tunggangi salah satunya dan saya akan berjalan bersama Anda”. Abu Bakar mengatur strategi yang sangat luar biasa dengan menyuruh anaknya (Asma dan Abdurahman) untuk mencari informasi tentang orang-orang quraisy. Rasulullah hijrah ke Madinah yang seharusnya lewat utara beralih ke arah selatan (lawannya) karena tahu orang-orang Quraisy akan mengejar. Abu Bakar pun menyuruh Amir (budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar) untuk menggembalakan domba mengikuti unta Rasulullah agar bekas-bekas kaki unta nya diinjak oleh gembala Amir agar tidak terlihat oleh Quraisy. Selama perjalanan, Abu Bakar siap berkorban dan tak ingin Rasulullah terluka sedikitpun.

Ketika Rasulullah meninggal, Madinah berguncang. Abu Bakar datang dan melihat bahwa Rasulullah telah meninggal dunia. Lalu Abu Bakar mengecup kening Rasulullah dan berkata “Ya Rasulullah, Alloh tidak akan menyatukan 2 kematian lagi untukmu dan engkau tidak akan sakit lagi setelah hari ini”. Lalu Abu Bakar keluar sambil mengucapkan kalimat “Siapapun yang menyembah Muhammad maka ketahuilah bahwa Muhammad telah mati. Dan siapa yang menyembah Alloh, Alloh itu hidup dan tidak akan pernah mati. Wahai Muhammad, kau pasti mati dan semua juga akan mati setelahmu. Muhammad tidaklah kecuali seorang Rasul yang telah berlalu sebelumnya Rasul-rasul Alloh. Kalau dia mati atau terbunuh di medan perang, maka apakah kalian akan meninggalkan agama Alloh? Siapa yang meninggalkan agama Alloh maka tidak akan membahayakan bagi Alloh dan Alloh akan memberikan balasan bagi orang-orang yang bersyukur”.

Pada saat Abu Bakar menjadi khalifah, yang pertama beliau lakukan adalah suku-suku Arab banyak yang murtad. Abu bakar pun mengatakan “Saya akan tetap mengirim Pasukan Usyrok (Pasukan yang telah dibentuk oleh Rasulullah yang sudah keluar ke pinggir kota Madinah dan ingin menyerang Romawi)”. Umar Berkata “Ya Abu Bakar, Madinah sekarang akan diserang. Ini bahaya. Banyak yang murtad. Kenapa kita tidak tarik pasukan itu bertahan dalam Madinah dan mengirim dai-dai kepada mereka”. Abu Bakar berkata “Wahai Umar, saya tahu kamu di jaman jahiliyah adalah orang yang sombong dan sangat kekar. Kenapa kamu menjadi pengecut setelah masuk Islam? Bukankah agama ini sudah sempurna. Bukankah Rasulullah telah membentuk pasukan Usama. Demi Alloh saya tidak akan melepas tali yang telah disimpul oleh Rasulullah. Maka saya akan tetap utus pasukan tersebut dan tetap akan menyerang terhadap apa yang Rasulullah suruh serang”. Umar berkata “Saya tidak melihat kecuali Alloh telah membuka dada Abu Bakar”. Maka pasukanpun keluar. Dan seluruh suku-suku Arab yang diriwayat oleh Usama bin Zaid ketakutan dan mereka berkata “pasukan sebanyak ini (7000 orang) tidak akan keluar dari Madinah kecuali di dalam sarangnya pasti lebih banyak”. Padahal sebenarnya lebih lemah Madinah. Maka akhirnya jazirah Arab menjadi tenang. Karenanya Ulama mengatakan bahwa Abu Bakar telah mengabadikan Islam di Jazirah Arab.

Ketika khutbah, Abu Bakar berkata “sesungguhnya aku telah dipilih sebagai pemimpin kalian padahal aku bukan orang terbaik dari kalian. Jika aku berbuat baik maka dukunglah aku. Jika sebaliknya, maka luruskanlah aku. Kejujuran adalah amanah.  Terutama kejujuran dalam membenarkan agama ini adalah amanah dari Alloh dan RasulNya, menerima dan mempraktekkannya adalah amanah, dan kebohongan lawannya adalah khianat. Orang yang lemah diantara kalian adalah kuat di sisiku sehingga aku mengembalikan hak kepadanya, insyaalloh. Orang yang kuat diantara kalian adalah lemah disisiku sehingga aku mengambil hak darinya, insyaalloh. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Alloh kecuali pasti Alloh akan menimpakan kehinaan atas mereka. Tidaklah perbuatan keji yang mewabah pada suatu kaum kecuali Alloh akan meratakan cobaan atas mereka. Taatilah aku selagi aku mentaati Alloh dan RasulNya. Namun jika aku mendurhakai Alloh dan RasulNya maka tidak ada ketaatan untukku atas kalian. Dirikanlah shalat dan semoga Alloh merahmati kalian”.

Khutbah Abu  Bakar yang lain adalah “sesungguhnya aku berwasiat kepada kalian agar kalian bertakwa kepada Alloh, menggabungkan antara kecemasan dan harapan, selalu memohon kepada Alloh tanpa kenal jenuh, sesungguhnya Alloh telah menguji Zakaria dan keluarganya dalam surah Al Anbiya ayat 90. Ketahuilah bahwa Alloh telah menggantungkan hakNya kepada diri kalian. Dia telah mengambil perjanjian dari kalian atas hal itu. Dia memberi dari kalian yang sedikit lagi fana dan banyak lagi kekal. Keajaiban al qur’an tidak pernah habis cahayaNya dan tak akan pernah padam. Benarkanlah kata-kataNya, patuhilah kitabNya, dan ambillah cahaya dariNya untuk hari kiamat. Alloh menciptakan kalian hanya untuk beribadah kepadaNya. Kalian hilir mudik pagi dan petang pada sebuah ajal yang ilmunya tidak kalian ketahui. Jika kalian mampu pada saat ajal itu tiba sementara kalian dalam sebuah amalan karena Alloh mau amalan itu maka lakukanlah namun kalian tidak akan mampu demikian kecuali dengan pertolongan Alloh. Kalau kalian tidak berbuat baik, maka kalian akan berbuat buruk”

Sebelum menjadi khalifah, Abu bakar biasa memerah susu bagi anak-anak kecil tetangga rumahnya. Bahkan telah menjadi khalifahpun, Abu Bakar masih memerah susu. Abu Bakar selalu mendatangi rumah orang janda dan berbuat baik pada janda tersebut.  Abu bakar membagi pendapatan Negara membagi rata untuk rakyatnya. Pada saat Abu Bakar akan meninggal dunia, Abu Bakar memanggil utsman bin affan yang mana ia adalah sekretaris Abu Bakar dan menulis wasiat bahwa Umar Bin Khattab adalah penggantinya. Abu Bakar sempat demam selama 15 hari. Semua pembebasan wilayah Persia, Romawi yang Islam hingga saat ini di Asia dikarenakan ekspansi yang dilakukan Umar bin Khattab dan jelas Abu Bakar mendapatkan pahalanya. Abu Bakar mengangkat Umar bin Khattab sebagai khalifah dan disetujui oleh kaum muslimin.

Abu bakar wafat umur 63 tahun, tepatnya hari senin (malam selasa) 22 Jumadil akhir tahun 13 Hijriyah. “Orang hidup lebih pantas mendapatkan yang baru, ini hanya untuk menunggu di alam kubur” kata Abu Bakar yang menginginkan baju gamis nya di potong dan digunakan sebagai kain kafan. Ali bin Abi Thalib berkata “Semoga Alloh merahmatimu, wahai Abu Bakar. Engkau adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah, teman akrab beliau, tempat beliau berkeluh kesah, orang kepercayaan beliau, pemegang rahasia beliau, dan penasehat beliau. Engkau orang pertama masuk islam, engkau orang yang paling ikhlas imannya, orang yang paling kokoh keyakinannya, orang yang paling takut kepada Alloh, orang yang paling berjasa dalam agama Alloh, orang yang paling menjaga Rasulullah, orang yang paling peduli dengan Islam, orang yang paling baik persahabatannya, orang yang paling banyak keunggulannya, orang yang paling utama kekokohannya, orang yang paling tinggi derajatnya, orang yang paling dekat wasilahnya, orang yang paling mirip dengan Rasulullah pada akhlak dan perilakunya, orang yang paling mulia kedudukannya, paling tinggi di sisi beliau, paling mulia di sisi beliau, semoga Alloh membalasmu atas kebaikanmu kepada Rasulullah dan kepada Islam dengan balasan yang terbaik”.

Sumber : Khalid Basalamah. Menggapai Derajat Siddiq bersama Abu Bakar

loading...
Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*